Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Gigi Bayi Bisa Rusak Akibat Botol Dot?
ilustrasi bayi minum susu (pexels.com/HÂN NGUYỄN)
  • Penggunaan botol dot, terutama pada enam bulan pertama ASI eksklusif, tidak disarankan karena dapat membuat bayi lebih memilih botol daripada menyusu langsung atau mengalami bingung puting.
  • Susu formula atau minuman bergula dari botol dot sebelum tidur dapat mengendap di mulut, memicu bakteri, karies gigi depan atas, serta bintik gelap atau cokelat.
  • Pemakaian dot jangka panjang dapat mengubah pertumbuhan rahang dan memicu gigi menonjol, gigitan terbuka, atau gigitan silang; risiko dikurangi dengan menghindari botol saat tidur dan membersihkan gusi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penggunaan botol dot, terutama sebelum tidur dan dalam jangka panjang, dapat meningkatkan risiko karies serta perubahan pertumbuhan gigi dan rahang bayi.
  • Who?
    Bayi yang minum ASI atau susu formula melalui botol dot, khususnya bayi yang menggunakannya secara rutin sebelum tidur, berisiko mengalami gangguan kesehatan gigi.
  • Where?
    Risiko kerusakan terjadi di dalam mulut bayi, terutama pada gigi depan atas; gula dapat tertinggal di area gigi dan memicu pertumbuhan bakteri.
  • When?
    Risiko muncul saat bayi menyusu dengan botol dot sebelum tidur, ketika cairan bergula menggenang lebih lama di mulut, serta pada penggunaan dot terus-menerus dalam jangka panjang.
  • Why?
    Gula dari minuman selain ASI dapat memicu bakteri penyebab karies. Gerakan mengisap dot berulang juga dapat mengubah pola pertumbuhan rahang dan susunan gigi.
  • How?
    Risiko dapat dikurangi dengan tidak memberi botol dot di tempat tidur, menghabiskan minuman sebelum tidur, membersihkan gusi setelah menyusu, mengenalkan cangkir sejak usia enam bulan, dan menggunakan pasta gigi berfluoride.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Botol dot bisa membuat gigi bayi rusak, apalagi kalau dipakai minum sebelum tidur. Gula dari susu bisa tinggal di mulut. Lalu bakteri tumbuh dan gigi bisa berlubang. Mengisap dot lama-lama juga bisa membuat gigi dan rahang tumbuh tidak rapi. Sekarang, bayi sebaiknya belajar pakai cangkir saat sudah 6 bulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di balik kepraktisan botol dot, informasi ini menunjukkan bahwa risiko kesehatan gigi bayi dapat dikenali sejak dini melalui tanda seperti bintik gelap dan kebiasaan penggunaan sebelum tidur. Pilihan dot orthodontic serta pengenalan cangkir mulai usia enam bulan menggambarkan adanya cara untuk tetap memperhatikan nutrisi sekaligus mendukung pertumbuhan mulut anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penggunaan botol dot memang jadi solusi yang praktis jika tidak dapat menyusui secara langsung atau direct breastfeeding (DBF). Dot biasanya juga kerap digunakan untuk mencegah rewel dan membantu si Kecil tidur lebih cepat.

Namun, kebiasaan penggunaan dot ternyata dapat berpengaruh pada kesehatan gigi bayi, Ma.  Penggunaan botol dot atau empeng, ditambah kandungan gula dari minuman selain ASI dapat memicu kerusakan gigi.

Bukan hanya dari bakteri pada kandungan gula yang mengendap di area mulut, disebut dot bayi juga dapat merusak struktur gigi.

Simak penjelasan selengkapnya mengenai benarkan gigi bayi bisa rusak akibat botol dot yang telah Popmama.com rangkum berikut ini. Disimak, yuk, Ma!

Penggunaan Botol Dot saat Menyusui Tidak Disarankan

ilustrasi botol susu bayi (pexels.com/Burst)

Botol dot merupakan pengganti puting susu yang kerap digunakan untuk menyusui bayi karena lebih praktis dan fleksibel. Minum susu dari botol dot bahkan menjadi kebiasaan dalam pengasuhan, karena menyusui sebelum tidur membantu bayi terlelap lebih cepat.

Namun, penggunaannya sebenarnya tidak begitu disarankan, karena memiliki dampak pada kesehatan gigi anak.

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, penggunaan botol dot dalam pemberian ASI tidak disarankan, terutama untuk ASI eksklusif di 6 bulan pertama.

Penggunaan botol dot dapat membuat bayi lebih tertarik menyusui dengan botol dibandingkan langsung dari payudara Mama karena dianggap lebih mudah. Kondisi ini juga kerap disebut sebagai bingung puting.

Selain berisiko membuat bayi bingung puting pada bayi ASI, penggunaan botol dot yang berisi susu formula juga dapat memicu masalah kesehatan gigi akibat gula yang mengendap di dalam mulut.

Gula yang Mengendap dari Botol Dot Memicu Bakteri

ilustrasi bayi minum susu (freepik.com/freepik)

Ada banyak faktor yang dapat memicu kerusakan gigi bayi, yang paling sering adalah penggunaan botol dot untuk menyusu sebelum tidur. 

Saat bayi menyusu dengan botol dot sebelum tidur, kandungan gula nya akan tersimpan dan menggenang lama di dalam mulut. Kondisi ini yang dapat memicu pertumbuhan bakteri di area gigi si Kecil.

Bakteri ini akan berkembang yang kemudian menyebabkan gigi berlubang atau karies yang juga disebut Early Childhood Caries (CC). Karies merupakan penyakit gigi yang paling banyak menyerang anak-anak.

Melansir dari Healthline, kerusakan akibat botol dot biasanya terjadi di area gigi depan atas. Karies dapat ditandai dengan munculnya bintik-bintik gelap atau coklat pada gigi.

Penggunaan Dot Dapat Merusak Pertumbuhan Gigi

Botol susu bayi - Shutterstock/Nor Gal

Botol dot memang jadi solusi yang lebih praktis untuk memastikan si Kecil tetap mendapat nutrisi meskipun tidak bisa menyusui secara langsung. Namun, penggunaan botol dot dalam jangka panjang dapat merusak pertumbuhan gigi si Kecil, Ma.

Gerakan menghisap dot secara terus-menerus dapat mengubah pola pertumbuhan rahang yang memicu maloklusi, seperti gigi terbuka atau berlebih.

Mengutip dari American Association of Orthodontics, masalah gigi bayi yang umum disebabkan oleh dot adalah sebagai berikut:

  • Gigi depan menonjol: Penggunaan dot secara terus-menerus dapat menyebabkan gigi depan menonjol. Kondisi ini dapat menyulitkan bayi untuk membuka mulut dan memicu gangguan saat bicara.

  • Gigi terbuka: Botol dot dapat membuat pertumbuhan gigi menjadi bermasalah yang akhirnya membuat si Kecil memiliki gigitan terbuka akibat gigi tumpang tindih. 

  • Gigitan silang: Sering menggunakan dot juga dapat menyebabkan gigi atas masuk ke dalam gigi bawah. Hal ini bahkan dapat memicu pergeseran rahang.

Mengatasi Risiko Akibat Penggunaan Botol Dot Bayi

Magnific/freestockcenter

Penggunaan botol dot dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi jika dilakukan dalam jangka panjang. Untuk itu, sebaiknya diminimalisir dan dihindari.

Saat ini, terdapat dot orthodontic yang dirancang khusus menyerupai bentuk puting ibu saat menyusui. Dot ini dapat membantu menghindari bingung puting yang kerap terjadi pada bayi ASI.

Dot ini memiliki bentuk pipih di bagian bawah dan melengkung di atas untuk meniru gerakan isap alami, sehingga mencegah gigi tonggos atau menggeser rahang dibandingkan dot biasa.

Namun, risiko kerusakan gigi masih tetap ada jika tidak memperhatikan penggunaannya. Untuk mencegah kerusakan gigi, Mama dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Hindari pemberian botol dot di tempat tidur, harus dihabiskan sebelum bayi tidur

  • Ajarkan penggunaan cangkir saat si Kecil sudah berusia 6 bulan atau sudah mulai MPASI

  • Bersihkan gusi setelah bayi menyusui

  • Gunakan pasta gigi berfluoride untuk memberikan perlindungan pada gigi si Kecil.

Demikian penjelasan mengenai benarkan gigi bayi bisa rusak akibat botol dot. Bagaimana pendapat Mama?

Curated For You

Editorial Team

Related Article