Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Bolehkah Memijat Bayi dengan Balsem? Ini Penjelasan Dokter Anak

Bolehkah Memijat Bayi dengan Balsem? Ini Penjelasan Dokter Anak
Pexels/ksenia chernaya
Intinya Sih
  • Dokter anak menjelaskan bahwa memijat bayi dengan balsem boleh dilakukan asalkan menggunakan produk khusus bayi yang aman dan diformulasikan lembut untuk kulit sensitif.
  • Orangtua perlu memperhatikan aturan pakai, area oles, serta kandungan balsem seperti menthol dan chamomile agar tidak menimbulkan iritasi pada kulit bayi.
  • Pijat bayi terbukti membantu relaksasi, meningkatkan kualitas tidur, memperkuat sistem imun, serta mendukung kesehatan emosional dan pernapasan si kecil berdasarkan berbagai penelitian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di musim yang tidak menentu, banyak penyakit yang mudah menyerang tubuh terutama pada bayi dan anak. Kasus flu, batuk, dan pilek menjadi penyakit yang sering dialami.

Kondisi flu tersebut membuat bayi lebih rewel dan tidurnya tidak nyenyak. Nah, salah satu cara yang dapat dilakukan orangtua di rumah adalah pijat bayi.

“Pijatan lembut pada bayi dapat membantu relaksasi, menenangkan bayi, serta mendukung kualitas tidur yang lebih baik,” ujar dr. Margaretha Komalasari, Sp.A, dalam acara #KasihNyamannya bersama Vicks Baby Balm di Wisma BNI 46, Jakarta Pusat, Rabu (04/03/2026).

Saat memijat bayi, tidak sedikit juga orangtua yang menggunakan balsem bayi untuk memberikan sensasi hangat dan nyaman saat memijat.

Tapi, sebenarnya bolehkah memijat bayi dengan balsem? Simak rangkuman Popmama.com berikut ini.

Bolehkah Memijat Bayi dengan Balsem?

Freepik/onlyyouqj
Freepik/onlyyouqj

Menurut dr. Margaretha, memijat bayi dengan balsem boleh dilakukan, Ma, selama caranya tepat dan produk yang digunakan memang diformulasikan khusus untuk bayi.

Pada dasarnya, pijat bayi merupakan sentuhan lembut yang bertujuan memberikan rasa nyaman dan membantu relaksasi tubuh. Penggunaan balsem bayi dapat menjadi pendamping pijat karena teksturnya membantu tangan orangtua bergerak lebih lembut di kulit bayi.

Namun, penting untuk memastikan bahwa balsem yang digunakan memang aman untuk bayi. Produk tersebut sebaiknya diformulasikan khusus untuk bayi dan memiliki bahan yang lebih lembut dibandingkan balsem untuk orang dewasa.

Apa yang Harus Diperhatikan saat Memijat Bayi dengan Balsem?

Freepik/pressfoto
Freepik/pressfoto

Meski boleh dilakukan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan Mama saat memijat bayi menggunakan balsem.

1. Perhatikan aturan pakai balsem

Sebelum membeli balsem, pastikan membaca aturan pakai yang tertera pada kemasan. Untuk bayi, pilih balsem yang memang dibuat khusus untuk bayi di bawah usia dua tahun.

Jika ingin menggunakan balsem untuk membantu meredakan flu pada si Kecil, Mama juga perlu memperhatikan area tubuh tempat balsem dioleskan. Balsem tidak disarankan dioleskan di bawah hidung atau di area mata bayi karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit yang sensitif.

Balsem dapat dioleskan pada area dada dan punggung bayi, yang cenderung lebih aman dan tidak terlalu sensitif.

2. Perhatikan kandungan dalam balsem bayi

Balsem bayi umumnya memiliki kandungan yang lebih lembut, seperti menthol, eucalyptus oil, rosemary, dan chamomile.

Formulasi ini difokuskan untuk memberikan sensasi nyaman dengan sentuhan yang lebih lembut bagi bayi. Selain itu, teksturnya yang lembut membuatnya cocok digunakan sebagai pendamping pijat bayi dalam rutinitas harian.

3. Buat suasana yang nyaman saat memijat bayi

Agar pijat bayi memberikan manfaat optimal, pastikan suasana memijat juga nyaman. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pastikan bayi dalam kondisi sehat dan rileks
  • Cuci tangan sebelum memijat
  • Potong kuku pendek dan lepaskan perhiasan
  • Siapkan balsem, alas yang nyaman, serta kain bersih
  • Pastikan ruangan hangat dan tenang

Mengapa Terapi Pijat Baik untuk Kesehatan Bayi?

Freepik/Krakenimages
Freepik/Krakenimages

Pijat bayi bukan sekadar kebiasaan turun-temurun. Secara ilmiah, sentuhan pijat memiliki pengaruh terhadap sistem saraf dan kesehatan bayi.

1. Membantu regulasi emosi bayi

Pijat dengan tekanan sedang dapat meningkatkan aktivitas saraf vagus yang bisa menurunkan kadar kortisol (hormon stres) serta meningkatkan hormon serotonin.

Manfaat yang dapat terjadi antara lain:

  • Menurunkan detak jantung
  • Menurunkan tekanan darah
  • Memberikan efek menenangkan dan relaksasi

2. Membantu peningkatan fungsi imun

Selain membantu relaksasi, pijat dengan tekanan sedang juga dapat meningkatkan jumlah dan aktivitas sel Natural Killer (NK), sel penting dari sistem imun yang berperan melawan virus, bakteri, bahkan sel kanker.

Penelitian menunjukkan beberapa manfaat berikut:

  • Meningkatkan sistem imun pada anak, bahkan pada anak dengan HIV
  • Mengurangi depresi pada anak
  • Mengurangi kecemasan dan suasana hati depresi pada anak dengan asma dan diabetes
  • Meningkatkan jumlah sel darah putih dan neutrofil selama masa pengobatan kanker

Apa Kata Penelitian tentang Manfaat Nyata Pijat Bayi?

Pexels/Jonathan Borba
Pexels/Jonathan Borba

Menurut penelitian dalam jurnal Infant Behavior and Development, bayi yang menerima terapi pijat mendapatkan berbagai manfaat dibandingkan bayi yang tidak dipijat.

Beberapa manfaat yang ditemukan antara lain:

  • Bayi menghabiskan lebih banyak waktu dalam kondisi aktif dan waspada
  • Lebih sedikit perilaku menunda tidur
  • Waktu yang lebih singkat untuk mulai tidur (latensi tidur lebih pendek)
  • Lebih sedikit menangis
  • Memiliki kadar kortisol lebih rendah
  • Mengalami peningkatan berat badan selama periode enam minggu
  • Menunjukkan peningkatan pada aspek emosionalitas, kemampuan bersosialisasi, dan dimensi temperamen
  • Mengalami penurunan hormon neurotransmitter stres seperti norepinefrin, epinefrin, dan kortisol yang lebih besar.

Manfaat Terapi Pijat bagi Bayi yang Memiliki Gangguan Pernapasan

Pexels/Vika Glitter
Pexels/Vika Glitter

Dalam sebuah penelitian, 32 anak dengan asma dibagi secara acak untuk menerima terapi pijat atau terapi relaksasi. Orangtua kemudian diajarkan untuk memberikan terapi pijat selama 20 menit sebelum tidur setiap malam selama 30 hari.

Hasilnya menunjukkan berbagai manfaat, antara lain:

  • Sikap terhadap asma membaik
  • Peak air flow (arus puncak pernapasan) dan fungsi paru lainnya membaik seiring waktu
  • Meningkatkan diameter saluran napas dan membantu kontrol asma

Temuan ini menunjukkan bahwa terapi pijat dapat menjadi bagian dari pendekatan pendukung untuk membantu bayi dengan gangguan pernapasan merasa lebih nyaman.

Nah, itu dia penjelasan mengenai memijat bayi dengan balsem. Apakah Mama juga memijat si Kecil dengan balsem?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More