Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Petai Jadi Menu MPASI? Ini Penjelasan Dokter
Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI
  • dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A menyatakan petai boleh menjadi variasi MPASI, dengan pemberian yang disesuaikan usia serta kemampuan makan anak.

  • Petai mengandung berbagai zat gizi, tetapi tidak menggantikan protein hewani dan zat besi. Sumber protein seperti telur, ikan, ayam, serta daging tetap perlu diutamakan.

  • Petai sebaiknya diberikan sedikit karena tanin berlebih dapat mengganggu penyerapan protein dan asam amino, dimasak matang, serta dipotong sesuai kemampuan anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mulai mengenalkan beragam makanan kepada si Kecil, Mama mungkin ingin menambahkan lebih banyak variasi ke dalam menu MPASI. Apalagi, ketika anak mulai mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan, bahan makanan yang biasa dikonsumsi keluarga pun bisa ikut diperkenalkan.

Salah satunya adalah petai. Bahan makanan yang memiliki aroma dan rasa khas ini cukup sering menjadi bagian dari menu keluarga. Namun, saat ingin memberikannya kepada si Kecil, Mama mungkin masih ragu apakah petai boleh dikonsumsi anak dan bagaimana cara memberikannya.

Lantas, bolehkah petai jadi menu MPASI untuk si Kecil? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasannya dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, yang disampaikan dalam unggahan video di akun TikTok dr. Ikhsanuddin Qoth’i, dokter umum sekaligus kreator konten kesehatan, @ikhsanqthii.

Bolehkah Petai Jadi Menu MPASI?

Popmama.com/Titin Sahra Melani/AI

Menurut dr. Aisya, petai boleh diberikan kepada anak sebagai bagian dari menu MPASI. Meski begitu, Mama perlu menyesuaikan pemberiannya dengan usia dan kemampuan makan si Kecil.

“Jawabannya adalah boleh, tapi memang disesuaikan dengan usia dan juga kemampuan makan anak,” ujar dr. Aisya.

Petai sendiri termasuk kelompok polong-polongan yang mengandung berbagai nutrisi. Di dalamnya terdapat karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin C, E, dan B1. Petai juga mengandung sejumlah mineral, seperti kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, zinc, dan kalium.

Dengan kandungan tersebut, petai dapat menjadi salah satu variasi makanan dalam menu MPASI. Namun, bukan berarti petai bisa menggantikan makanan utama yang menjadi sumber zat gizi penting untuk si Kecil.

Petai Bukan Pengganti Protein Hewani

Magnific

Meski boleh diberikan, Mama tetap perlu mengutamakan makanan yang kaya akan zat gizi dalam menu harian si Kecil. Petai tidak dapat menggantikan fungsi protein dan zat besi yang dibutuhkan anak.

dr. Aisya menyarankan agar sumber protein hewani tetap diutamakan, seperti telur, ikan, ayam, dan daging.

“Jadi tetap utamakan makanan yang padat akan zat gizi,” jelasnya.

Jadi, petai tetap bisa diberikan sebagai salah satu variasi menu MPASI, sementara sumber protein hewani tetap perlu menjadi bagian penting dalam makanan si Kecil.

Berikan Petai dalam Jumlah Sedikit

Magnific

Setelah mengetahui bahwa petai boleh diberikan, jumlah petai yang diberikan juga tetap perlu diperhatikan. Pasalnya, memberikan bahan makanan tertentu dalam jumlah berlebihan tidak selalu berarti lebih baik.

dr. Aisya menjelaskan bahwa petai mengandung tanin. Jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, kandungan tersebut dapat mengganggu penyerapan protein dan asam amino.

“Jadi kalau ngasih jangan banyak-banyak ya,” tegasnya.

Oleh karena itu, petai cukup diberikan dalam jumlah sedikit sebagai salah satu variasi menu MPASI, bukan sebagai makanan utama.

Masak Petai dengan Baik dan Sesuaikan Ukurannya

Unsplash/Alghozy

Selain porsinya, cara menyiapkan petai juga perlu diperhatikan. dr. Aisya menyebutkan bahwa petai sebaiknya dimasak dengan baik sebelum diberikan kepada anak.

Petai juga mengandung senyawa sulfur yang membuatnya memiliki aroma khas. Metabolit dari petai kemudian diekskresikan melalui urine sehingga dapat membuat urine memiliki bau yang khas.

Dalam pemberiannya, ukuran petai juga perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan makan si Kecil. Dengan begitu, Mama dapat mengenalkan petai sebagai salah satu variasi makanan tanpa menjadikannya sebagai menu utama.

“Yang penting variasinya, porsinya, dan ukurannya sesuai sama usia anak,” kata dr. Aisya.

Artinya, petai boleh jadi menu MPASI selama diberikan dalam jumlah sedikit, dimasak dengan baik, serta disesuaikan dengan usia dan kemampuan makan si Kecil.

Semoga informasi ini dapat membantu, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article