Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Merespons Bayi Mengoceh agar Kemampuan Komunikasinya Berkembang
Magnific/magnific
  • Penelitian University of Iowa dan Indiana University menunjukkan respons orangtua terhadap ocehan bayi dapat memengaruhi perkembangan komunikasi serta produksi suaranya.
  • Orangtua disarankan mendengarkan dan menanggapi ocehan bayi seperti percakapan, agar bayi memahami bahwa suaranya berfungsi untuk berkomunikasi.
  • Menafsirkan ocehan sambil menyebut benda yang dilihat bayi, lalu memberi jeda bergantian, membantu vokalisasi berkembang lebih terarah dan membangun komunikasi dua arah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat bayi mulai mengeluarkan suara-suara seperti ocehan yang belum jelas, Mama mungkin secara spontan akan mengajaknya berbicara, meski si Kecil belum sepenuhnya mengerti.

Tanpa disadari, kebiasaan sederhana ini dapat mendukung perkembangan kemampuan komunikasi bayi lho, ma.

Sebuah penelitian dari University of Iowa dan Indiana University menemukan bahwa cara orangtua merespons ocehan bayi dapat memengaruhi bagaimana anak berkomunikasi dan mengeluarkan suara.

Lantas, bagaimana cara merespons bayi mengoceh? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan melansir The Bump.

1. Dengarkan ocehan bayi dan berikan respons

Unsplash/ Gabriel Rodrigues

Ketika bayi mulai mengoceh, cobalah untuk mendengarkan suara yang dikeluarkannya dan memberikan respons.

Mama bisa menjawab ocehan tersebut seperti sedang melakukan percakapan dua arah pada umumnya. Lebih baik merespons ucapan bayi dibandingkan mengabaikannya.

Respons dari orangtua dapat membantu bayi menyadari bahwa suara yang ia keluarkan memiliki fungsi untuk berkomunikasi.

Hal ini juga dapat mendorong bayi untuk terus mencoba menghasilkan suara yang lebih beragam dan berkembang menjadi bentuk komunikasi semakin kompleks.

2. Tanggapi ocehan bayi seolah orangtua memahami maksudnya

Magnific/magnific

Pada dasarnya, bayi memang belum mampu mengucapkan kata-kata dengan jelas saat mulai mengoceh. Namun, orangtua tetap bisa menanggapi suaranya seolah memahami apa yang sedang ingin ia sampaikan. 

Misalnya, ketika bayi mengeluarkan suara sambil melihat suatu benda, Mama atau Papa dapat merespons dengan menyebutkan nama benda tersebut.

Dalam penelitian tersebut, ketika Mama merespons seolah mengetahui apa yang ingin disampaikan bayi, suara-suara yang sebelumnya belum jelas dapat lebih cepat berkembang menjadi suara yang lebih terarah dan menyerupai kata-kata. Bayi juga cenderung lebih cepat menghasilkan vokalisasi konsonan dan vokal.

3. Jadikan ocehan bayi sebagai bentuk komunikasi dua arah

Pexels/Marina Abrosimova

Mengajak bayi berbicara dan memberikan kesempatan baginya untuk merespons dapat membantu menciptakan komunikasi dua arah sejak dini.

Saat bayi mengeluarkan suara, Mama bisa menunggu sejenak, mendengarkan, lalu memberikan tanggapan sebelum kembali memberi kesempatan kepada anak untuk mengoceh.

Pasalnya, bayi dapat belajar menggunakan vokalisasi sebagai bentuk komunikasi karena mereka memahami bahwa suara yang dikeluarkan memang dapat memberikan respons dari orang lain.

Dengan kata lain, interaksi yang dilakukan secara konsisten dapat membantu bayi belajar bahwa ia memiliki kemampuan untuk menyampaikan sesuatu kepada orang di sekitarnya.

Demikian informasi mengenai cara merespons saat bayi mulai mengoceh. Karena itu, jangan ragu untuk terus mengajak si Kecil berbicara, ya, Ma.

Respons sederhana yang diberikan sejak bayi mulai mengoceh dapat menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan kemampuan komunikasinya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article