Kapan ya, Bayi Boleh Mulai Makan Keju?

Terlalu cepat atau tidak ya bayi makan keju di umur 6 bulan?

6 Juni 2019

Kapan ya, Bayi Boleh Mulai Makan Keju
Pexels/Nastyasensei Sens

Keju merupakan salah satu makanan yang jadi pilihan dalam menu MPASI. Namun banyak juga yang bingung dan ragu, kapankah waktu yang paling tepat mengenalkan keju pada si Kecil.

Menurut Akademi Dokter Anak Amerika, sebagian besar bayi diperbolehkan makan keju. Tapi adakah syarat khususnya?

Popmama.com menyusun alasan dan apa yang harus dilakukan jika ingin memberikan keju pada si Kecil.

1. Bisa diberikan sedini mungkin 

1. Bisa diberikan sedini mungkin 
Pixabay/Yalehealth

Kebanyakan bayi diberikan keju segera setelah mereka sudah terbiasa dengan kegiatan mengunyah atau mengemut makanan. Yaitu sekitar umur 6 sampai 9 bulan. Bahan Kementrian Kesehatan juga memasukkan keju ke dalam daftar sumber protein untuk balita. 

Editors' Picks

2. Harus yang sudah dipasteurisasi

2. Harus sudah dipasteurisasi
Rawpixel/484462

Untuk bayi, maka harus dipastikan kebersihannya. Jadi pilihlah keju yang sudah dipasteurisasi. Apakah itu keju homemade atau kemasan, pastikan bahwa keju tersebut sudah terpasteurisasi. 

Jika tidak, maka mungkin saja ada kandungan bakteri yang belum mati karena tidak melewati proses pasteurisasi. Jika ingin memberikan keju natural atau alami proses pembuatannya, pastikan untuk menanyakan hal ini ya.

3. Potong seukuran mulut si Kecil

3. Potong seukuran mulut si Kecil
Pixabay/stevepb

Agar tidak tersedak, pastikan untuk memotong keju sesuai dengan kemampuan mengunyah si Kecil. Paling baik adalah memotongnya jadi kecil-kecil sehingga menghindari potensi anak untuk tersedak. 

Namun tetap saja, selalu awasi anak saat makan. Karena anak yang belum memiliki gigi lengkap cenderung tersedak karena masih dalam proses belajar makan. 

4. Kenalkan jenis makanan lain

4. Kenalkan jenis makanan lain
static.kidspot.com.au

Sebelum memberikan keju, ada baiknya untuk mengenalkan jenis makanan padat lainnya. Beberapa contohnya seperti sereal, bubur daging, puree buah, atau puree sayuran. 

Selain untuk memberikan referensi tekstur makanan, ini juga berguna untuk memberikan referensi rasa. Karena rasa keju cenderung gurih, jadi harus dikombinasikan dengan rasa lain seperti manis, asam, dan sebagainya.

5. Pastikan tidak ada alergi

5. Pastikan tidak ada alergi
pexels.com/Robert Loescher

Saat mulai MPASI, setiap makanan baru adalah ajang tes alergi, termasuk saat mencoba memberikan keju. Lihatlah reaksi tubuh si Kecil sesaat setelah diberikan keju. 

Jika terdapat indikasi alergi seperti ruam merah di badan, gatal-gatal, sakit perut, atau diare, segera datangi dokter anak. Terlebih jika si Kecil telah didiagnosa menderita eksim kronis, ada baiknya menanyakan menu keju lebih lanjut pada dokternya. 

Karena keju merupakan makanan turunan dari susu sapi. Di mana susu sapi merupakan salah satu makanan yang paling banyak menyebabkan alergi. 

Sudah siap memberikan keju pada si Kecil?

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.