Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Bayi Bisa Berjalan? Ini Usia dan Tanda-Tandanya
Pexels/Md Mamun Miah
  • Bayi rata-rata mulai berjalan sekitar usia 12 bulan, dengan rentang normal yang luas; umumnya lancar pada 15-18 bulan. Jika belum melangkah hingga 16 bulan, konsultasikan ke dokter anak.
  • Tanda kesiapan berjalan meliputi menarik tubuh untuk berdiri, berdiri tanpa pegangan beberapa detik, cruising di furnitur, serta kemungkinan lebih rewel dan perubahan pola tidur.
  • Latihan dapat dilakukan dengan dukungan tangan atau tulang rusuk, jarak pendek, dan mainan dorong stabil. Amankan rumah, biarkan bertelanjang kaki, serta hindari baby walker beroda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perkembangan kemampuan berjalan pada bayi, termasuk rentang usia mulai melangkah, tanda kesiapan, tahapan perkembangan, serta cara latihan dan pencegahan risiko cedera.
  • Who?
    Bayi yang sedang mengembangkan kemampuan berjalan, orang tua atau pengasuh, serta dokter anak yang dapat dikonsultasikan bila terdapat tanda keterlambatan perkembangan.
  • Where?
    Latihan berjalan dapat dilakukan di rumah pada area yang telah diamankan dari benda tajam dan furnitur yang mudah terguling.
  • When?
    Bayi dapat mulai melangkah sendiri sejak usia 9 bulan; langkah pertama umumnya terjadi pada 12–15 bulan dan kemampuan berjalan lebih lancar dapat berkembang pada usia 15–18 bulan.
  • Why?
    Kemampuan berjalan berkembang melalui penguatan tubuh, duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan sambil berpegangan. Konsultasi dokter anak dianjurkan bila bayi belum melangkah hingga usia 16 bulan.
  • How?
    Bayi dapat dilatih dengan memegang tangan atau tulang rusuknya, berjalan jarak pendek, memakai mainan dorong stabil, bertelanjang kaki atau kaus kaki antiselip, serta menghindari baby walker beroda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi biasanya mulai jalan sekitar umur 12 bulan. Ada yang cepat, ada juga yang lambat sampai 18 bulan atau lebih. Sebelum jalan, bayi bisa merangkak, berdiri sambil pegang sofa, lalu melangkah. Mama bisa bantu pegang tangan bayi dan buat rumah aman. Kalau sampai 16 bulan belum melangkah, Mama bisa tanya dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Momen si Kecil melangkah untuk pertama kalinya termasuk salah satu tonggak perkembangan yang paling dinanti oleh Mama. Tapi sebenarnya kapan waktu yang tepat bagi bayi untuk mulai berjalan?

Menurut Cleveland Clinic, rata-rata bayi mulai berjalan pada usia sekitar 12 bulan, meski ada juga yang lebih cepat atau lebih lambat dari itu. 

Nah, biar Mama tidak bingung tentang waktu bayi dapat berjalan, berikut Popmama.com mengulas kapan bayi bisa berjalan? Yuk, simak sampai habis!

Kapan Bayi Siap Berjalan?

Pexels/hartono subagio

Menurut Cleveland Clinic, bayi bisa mulai melangkah sendiri sejak usia 9 bulan, meski umumnya baru benar-benar lancar berjalan pada usia 15 hingga 18 bulan. Jadi, jangan buru-buru khawatir kalau bayi mama belum berjalan tepat di usia 1 tahun, ya, Ma.

Melansir Pathways, langkah pertama si Kecil biasanya terjadi pada rentang usia 12 hingga 15 bulan. Namun, jika bayi mama belum melangkah sama sekali hingga usia 16 bulan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak.

Mengutip sebuah penelitian yang menyebutkan rentang usia berjalan dapat sangat lebar, yaitu antara 8,5 hingga 20 bulan. Jadi, setiap bayi memang punya waktunya masing-masing untuk mulai melangkah.

Tanda-Tanda Bayi Siap Berjalan

Pexels/Ihsan Adityawarman

Sebelum benar-benar berjalan, si Kecil biasanya menunjukkan beberapa tanda awal berikut ini.

  • Menarik tubuh untuk berdiri.
    Mengutip The Bump, tanda paling umum adalah bayi mulai menarik tubuhnya untuk berdiri sambil berpegangan pada furnitur.

  • Berdiri tanpa berpegangan.
    Melansir Cleveland Clinic, bayi mama mungkin mulai berdiri sendiri selama beberapa detik sebelum akhirnya terjatuh, dan ini menjadi tonggak penting sebelum benar-benar melangkah.

  • Cruising di sekitar furnitur.
    Mengutip The Bump, si Kecil mulai berjalan sambil berpegangan pada sofa atau meja untuk berpindah dari satu titik ke titik lain.

  • Lebih rewel dan pola tidur berubah.
    Menurut The Bump, kondisi ini muncul karena si Kecil sedang berjuang keras menguasai keterampilan baru sehingga jadi lebih mudah lelah dan sensitif.

Tahapan Perkembangan Bayi Berjalan

Pexels/Kenneth Surillo

Kemampuan berjalan tidak muncul begitu saja, Ma, melainkan melalui beberapa tahap perkembangan berikut. Melansir Cleveland Clinic, berikut urutannya.

  • Usia 3-4 bulan: bayi biasanya mulai mengangkat tubuh bagian atas saat tengkurap.

  • Usia 6-7 bulan: si Kecil mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan.

  • Usia 6-9 bulan: bayi mama mulai belajar merangkak untuk berpindah tempat.

  • Usia 9 bulan: bayi mulai bisa menarik tubuhnya sendiri untuk berdiri.

  • Usia 9-12 bulan: si Kecil mulai belajar cruising dari satu perabotan ke perabotan lain.

  • Usia 11-13 bulan: menurut Cleveland Clinic, sebagian besar bayi sudah mulai berjalan sendiri pada rentang usia ini.

Perlu Mama ingat, tidak semua bayi melewati tahapan ini persis sama. Ada juga bayi yang bahkan tidak melewati fase merangkak sama sekali, dan itu masih tergolong normal.

Cara Melatih Bayi Berjalan

Pexels/hartono subagio

Setelah tahu tanda dan tahapannya, saatnya Mama membantu si Kecil berlatih berjalan dengan cara-cara berikut.

  • Pegang kedua tangan bayi.
    Melansir Cleveland Clinic, Mama bisa memegang kedua tangan bayi untuk membantunya melangkah begitu si Kecil sudah bisa berdiri sendiri.

  • Pegang di bagian tulang rusuk.
    Mengutip Pathways, coba pegang bagian tulang rusuk bayi mama, bukan lengannya, supaya otot inti tubuhnya ikut terlatih saat melangkah.

  • Ajak berjalan jarak pendek dulu.
    Mulailah dengan jarak pendek terlebih dahulu agar si Kecil lebih mudah membangun rasa percaya diri sebelum menempuh jarak yang lebih jauh.

  • Gunakan mainan dorong yang stabil.
    Melansir Healthline, Mama disarankan menggunakan mainan dorong yang stabil untuk membantu si Kecil berlatih berjalan sambil berpegangan.

  • Hindari baby walker beroda.
    Melansir Cleveland Clinic, baby walker beroda berisiko menyebabkan cedera kepala dan leher pada bayi.

Tips Melatih Bayi Berjalan

Pexels/J.D Books

Selain cara di atas, ada beberapa tips tambahan yang bisa Mama terapkan agar proses belajar si Kecil berjalan lebih lancar.

  • Biarkan bertelanjang kaki di rumah.
    Melansir Cleveland Clinic, bertelanjang kaki atau memakai kaus kaki antiselip membantu si Kecil merasakan pijakan dengan lebih baik.

  • Beri pujian dan tenangkan saat jatuh.
    Mengutip Healthline, beri pujian setiap kali si Kecil berhasil melangkah dan segera tenangkan si Kecil jika ia terjatuh.

  • Amankan area rumah.
    Pastikan area rumah sudah bebas dari benda tajam atau furnitur yang mudah terguling saat si Kecil belajar berjalan.

  • Perhatikan tanda keterlambatan.
    Menurut Pathways, waspadai jika bayi menunjukkan kaki kaku, sering jatuh, atau menolak menopang berat badannya sendiri, dan segera diskusikan dengan dokter anak jika ini terjadi.

  • Bersabar jika si Kecil kembali merangkak.
    Melansir Pathways, jika bayi sempat berjalan lalu kembali merangkak, coba persingkat jarak latihan agar ia lebih percaya diri.

Nah, itulah penjelasan mengenai kapan bayi bisa berjalan? Mulai dari tanda-tanda, tahapan, hingga cara melatihnya di rumah. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article