Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pup Bayi Warna Hijau dan Berlendir? Ini Penyebabnya

Kenapa Pup Bayi Warna Hijau dan Berlendir? Ini Penyebabnya
Pexels/https://kaboompics.com/
  • Feses bayi hijau dan berlendir umumnya normal: lendir membantu pencernaan, sedangkan empedu yang bergerak cepat di usus membuat warna belum berubah cokelat.
  • Pemicu dapat meliputi pencernaan cepat, konsumsi ASI, reaksi makanan atau alergi protein susu sapi, infeksi, serta peningkatan air liur saat tumbuh gigi.
  • Bawa bayi ke dokter bila ada darah, feses hitam atau putih pucat, demam, dehidrasi, muntah berulang, nyeri perut, atau lendir seperti jeli merah tua.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Momen ganti popok tiba-tiba bikin jantung berdebar saat Mama mendapati feses si Kecil berwarna hijau dan agak berlendir. Rasanya ingin langsung menelepon dokter anak, padahal belum tentu ada yang salah dengan tubuhnya.

Tenang dulu, Ma. Perubahan warna dan tekstur pup bayi sebenarnya cukup umum terjadi, apalagi di bulan-bulan pertama kehidupannya. 

Sebelum Mama semakin panik akan kondisi yang si Kecil alami, berikut Popmama.com merangkum kenapa pup bayi warna hijau dan berlendir?  Yuk, simak sampai habis

  1. Kenapa Pup Bayi Berwarna Hijau dan Berlendir?

    Kenapa Pup Bayi Berwarna Hijau dan Berlendir
    Pexels/Keira Burton

    Mengutip Healthline, lendir pada feses bayi sebenarnya bagian alami dari proses pencernaan. Usus memang secara alami memproduksi lendir agar feses lebih mudah melewati saluran cerna, jadi bukan berarti ada yang keliru dengan tubuh si Kecil.

    Menurut Blueberry Pediatrics, warna hijau umumnya berasal dari empedu (bile) yang belum sempat berubah warna menjadi cokelat karena feses bergerak terlalu cepat di dalam usus.

    Hijau tidak termasuk warna feses yang perlu dikhawatirkan, sebab warna yang benar-benar menjadi tanda bahaya hanyalah merah, hitam, atau putih pucat.

    Menurut riset, hampir separuh dari lebih dari 1.000 bayi sehat pernah mengalami feses hijau setidaknya sekali dalam 17 minggu pertama kehidupannya, baik yang diberi ASI maupun susu formula. Jadi, kalau bayi mama pernah mengalaminya, Mama tidak sendirian.

  2. Penyebab Pup Bayi Menjadi Hijau dan Berlendir

    Penyebab Pup Bayi Menjadi Hijau dan Berlendir
    Pexels/Agung Pandit Wiguna

    1. Proses pencernaan yang cepat.
    Saat sistem pencernaan si Kecil bekerja lebih cepat dari biasanya, empedu belum sempat berubah warna sepenuhnya sehingga feses tampak hijau.

    Melansir Vinmec, feses berlendir juga lebih sering ditemukan pada si Kecil yang mengonsumsi ASI karena ASI dicerna dengan sangat efisien sehingga sisa yang keluar didominasi lendir alami usus.

    2. Reaksi terhadap makanan atau alergi protein susu sapi.
    Menurut Vinmec, si Kecil yang masih ASI eksklusif bisa saja bereaksi terhadap makanan tertentu yang Mama konsumsi, seperti produk susu atau makanan pedas, meski hanya lewat ASI.

    Feses hijau yang disertai darah dan lendir bisa jadi tanda alergi protein susu sapi yang butuh perhatian lebih.

    3. Infeksi virus atau bakteri.
    Dikutip dari Healthline, infeksi virus atau bakteri, seperti flu perut, dapat mengiritasi usus dan memicu produksi lendir berlebih pada feses. Gejala penyerta yang biasanya muncul antara lain demam, rewel, dan muntah.

    4. Tumbuh gigi.
    Saat si Kecil mulai tumbuh gigi, produksi air liur meningkat drastis dan sebagian tertelan masuk ke saluran cerna. Menurut Vinmec, kondisi ini bisa mengiritasi usus dan memunculkan lendir pada feses, jadi wajar-wajar saja terjadi di masa tumbuh gigi.

  3. Apakah Kondisi Ini Harus Diobati?

    Apakah Kondisi Ini Harus Diobati?
    Pexels/Emma Bauso

    Kabar baiknya, dalam banyak kasus kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus. Mengutip PharmEasy, feses hijau berlendir umumnya akan membaik dengan sendirinya selama bayi mama tetap aktif, menyusu dengan baik, dan berat badannya naik sesuai jalur pertumbuhan.

    Namun, pengobatan baru diperlukan kalau penyebabnya sudah jelas teridentifikasi. Misalnya, infeksi bakteri biasanya ditangani dengan antibiotik, sementara alergi protein susu sapi bisa diatasi dengan mengubah pola makan Mama sesuai anjuran dokter. 

    Kalau penyebabnya lebih serius, seperti intususepsi atau fibrosis kistik, barulah penanganan medis segera dan intensif dibutuhkan. Supaya Mama tidak perlu bolak-balik cemas tiap ganti popok, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba di rumah.

  4. Bagaimana Mencegah Pup Bayi Menjadi Hijau?

    Bagaimana Mencegah Pup Bayi Menjadi Hijau?
    Pexels/HÂN NGUYỄN

    1. Jaga kebersihan alat makan dan tangan
    Melansir PharmEasy, Mama disarankan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyusui atau menyiapkan susu formula, serta memastikan botol dan dot bayi mama disterilkan dengan benar. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah masuknya bakteri penyebab infeksi pencernaan.

    2. Perhatikan pola menyusui
    Pastikan si Kecil menyusu hingga satu payudara benar-benar kosong sebelum berpindah ke sisi lainnya, supaya asupan foremilk dan hindmilk tetap seimbang. Menurut PharmEasy, keseimbangan ini penting karena ketidakseimbangan foremilk-hindmilk dapat memicu feses hijau dan berbusa.

    3. Cukupi kebutuhan cairan
    Pastikan si Kecil mendapat cairan yang cukup, baik dari ASI, susu formula, maupun air putih sesuai anjuran dokter untuk si Kecil yang sudah MPASI. Hidrasi yang cukup membantu pencernaan bekerja lebih optimal dan mengurangi perubahan warna feses akibat transit usus yang terlalu cepat.

    4. Perkenalkan makanan baru secara bertahap
    Saat bayi mama mulai MPASI, kenalkan satu jenis makanan baru dalam 2-3 hari sebelum mencoba jenis lainnya. Cara ini memudahkan Mama memantau reaksi tubuh si Kecil terhadap makanan tertentu, termasuk perubahan warna dan tekstur pup.

  5. Kapan Bayi Harus Dibawa ke Dokter?

    Kapan Bayi Harus Dibawa ke Dokter?
    Pexels/Marcus Goodman

    Segera hubungi dokter jika Mama mendapati salah satu tanda berikut pada bayi mama. Mengutip Blueberry Pediatrics, warna feses saja bukan patokan utama, melainkan gejala penyerta yang menyertainya.

    • Terdapat darah pada feses, atau feses berwarna hitam pekat seperti tar (di luar mekonium pada bayi baru lahir)
    • Demam, terutama pada si Kecil di bawah 3 bulan dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih
    • Feses berwarna putih, pucat, atau seperti tanah liat, bisa jadi tanda gangguan hati atau saluran empedu
    • Tanda-tanda dehidrasi, seperti popok jarang basah, mulut kering, ubun-ubun cekung, atau si Kecil tampak sangat lemas
    • Muntah berulang, nyeri perut yang hilang timbul, atau lendir menyerupai jeli merah tua, hal ini bisa mengindikasikan intususepsi dan butuh penanganan darurat

    Nah, itulah pembahasan mengenai kenapa pup bayi warna hijau dan berlendir? Kondisi kotoran pada bayi yang Mama harus ketahui. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More