Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Bayi Bisa Duduk? Ini Tanda dan Cara Membantunya
Pexels/Ronailson Santos
  • Bayi umumnya berlatih duduk dengan bantuan pada usia 4–6 bulan dan mampu duduk mandiri pada usia 7–9 bulan, meski ritme perkembangan tiap anak berbeda.
  • Tanda kesiapan duduk meliputi kontrol kepala stabil, mampu berguling, mengangkat tubuh saat tengkurap, serta menopang badan dengan tangan dalam posisi tripod.
  • Orang tua dapat memperbanyak tummy time dan bermain di lantai; konsultasikan dokter bila usia 9 bulan belum menunjukkan kemampuan duduk dengan bantuan atau ada tanda keterlambatan motorik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bayi umumnya mulai berlatih duduk dengan bantuan pada usia 4–6 bulan dan dapat duduk mandiri pada rentang 7–9 bulan.
  • Who?
    Bayi, orang tua, dokter anak, serta tenaga layanan intervensi dini atau terapi fisik anak terlibat dalam pemantauan dan dukungan perkembangan duduk.
  • Where?
    Latihan dapat dilakukan di rumah, terutama di lantai, pangkuan orang tua, atau area aman dengan bantal sebagai pelindung.
  • When?
    Posisi tripod biasanya muncul pada usia 4–6 bulan. Bila pada usia 9 bulan bayi belum menunjukkan kemampuan duduk dengan bantuan, pemeriksaan dokter anak disarankan.
  • Why?
    Kemampuan duduk berkembang seiring menguatnya otot leher, bahu, punggung, dan inti tubuh, serta meningkatnya kontrol kepala dan keseimbangan bayi.
  • How?
    Orang tua dapat rutin melakukan tummy time, memberi waktu bermain di lantai, melatih posisi duduk di pangkuan, dan memasang bantal di sekeliling bayi saat berlatih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi biasanya belajar duduk dengan bantuan saat umur 4 sampai 6 bulan. Ia bisa duduk sendiri saat umur 7 sampai 9 bulan. Tanda siap duduk adalah kepala kuat, bisa berguling, dan menahan badan dengan tangan. Mama bisa ajak bayi tengkurap dan bermain di lantai. Kalau umur 9 bulan belum bisa duduk, periksa ke dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Momen ketika si Kecil pertama kali berhasil duduk tegak sendiri tanpa dipegangi adalah salah satu tonggak perkembangan yang paling dinanti Mama dan Papa. 

Bukan cuma soal pose lucu untuk difoto, duduk juga jadi pintu gerbang menuju banyak kemampuan baru, mulai dari makan yang lebih mudah, bermain yang lebih variatif, hingga cara si Kecil melihat dunia dari sudut pandang yang sama sekali baru.

Tapi pertanyaan yang paling sering muncul di kepala Mama biasanya adalah, kapan waktu yang tepat bagi bayi untuk bisa duduk? Apakah ada patokan usia pasti, atau semuanya bergantung pada tumbuh kembang masing-masing anak?

Nah, untuk menjawab rasa penasaran Mama tentang waktu bayi bisa duduk, berikut Popmama.com mengulas tentang kapan bayi bisa duduk? Yuk, simak sampai habis!

Kapan Bayi Mulai Bisa Duduk?

Pexels/Vanessa Loring

Setiap bayi punya waktunya sendiri, tapi tetap ada gambaran umum yang bisa jadi patokan Mama. Melansir Healthline, bayi mama biasanya mulai bisa duduk dengan bantuan sejak usia 6 bulan, lalu berangsur menguasai duduk mandiri pada rentang usia 7 hingga 9 bulan.

Menurut The Bump, banyak bayi mulai berlatih duduk dengan topangan sejak usia 4 bulan, kemudian melewati fase duduk bertumpu pada kedua tangan atau dikenal dengan posisi tripod pada usia 4 sampai 6 bulan, sebelum akhirnya bisa duduk sendiri tanpa bantuan pada usia 8 sampai 9 bulan.

Jadi, kalau ditarik kesimpulan, si Kecil biasanya mulai berlatih duduk dengan bantuan di usia 4 sampai 6 bulan, lalu makin mahir duduk sendiri tanpa topangan di rentang usia 7 sampai 9 bulan. 

Mama tak perlu khawatir berlebihan jika si Kecil sedikit lebih lambat atau lebih cepat dari rentang ini, karena setiap anak memang tumbuh dengan iramanya masing-masing.

Tanda-Tanda Bayi Siap untuk Duduk

Pexels/Agung Pandit Wiguna

Sebelum benar-benar bisa duduk, tubuh si Kecil biasanya sudah memberi sinyal kalau si Kecil mulai siap memasuki tahap ini. Berikut beberapa tandanya yang bisa Mama amati sehari-hari.

  • Kontrol kepala yang makin stabil.
    Menurut Healthline, tanda paling awal bayi siap duduk adalah kemampuan menahan kepala tetap tegak tanpa terkulai ke samping.

  • Sudah bisa berguling.
    Si Kecil yang mulai bisa berguling dari posisi telentang ke tengkurap, atau sebaliknya, menandakan otot inti tubuhnya sudah cukup kuat untuk mulai berlatih duduk.

  • Rajin mendorong tubuh saat tengkurap.
    Mengutip The Bump, bayi yang sudah mampu mengangkat kepala tegak dan melihat sekeliling saat tummy time biasanya siap dilatih posisi duduk dengan bantuan.

  • Mulai menopang tubuh dengan tangan.
    Saat didudukkan, si Kecil mungkin mencoba menahan badannya dengan kedua tangan di depan tubuh atau dalam posisi tripod, sebagai persiapan sebelum bisa duduk mandiri.

Tahapan Bayi Belajar Duduk

Pexels/Roderick Salatan

Kemampuan duduk tidak muncul dalam semalam, melainkan melalui beberapa tahap yang berjalan secara bertahap. Ini urutan yang umumnya dilalui bayi mama.

  • Duduk dengan bantuan penuh.
    Tahap ini biasanya dimulai sekitar usia 4 bulan, ketika Mama masih perlu menopang tubuh si Kecil sepenuhnya, misalnya dengan bantal atau dipangku.

  • Posisi tripod.
    Dikutip dari The Bump, fase ini terjadi pada usia 4 sampai 6 bulan, saat si Kecil mulai menumpukan berat badan pada kedua tangan yang diletakkan di depan tubuhnya untuk menjaga keseimbangan.

  • Duduk dengan sedikit bantuan.
    Si Kecil mulai bisa bertahan duduk lebih lama meski sesekali masih perlu dipegangi, atau disangga bantal di sekelilingnya agar tidak jatuh ke samping.

  • Duduk mandiri tanpa bantuan.
    Menurut Healthline, tahap ini umumnya dikuasai bayi di usia 7 sampai 9 bulan, ditandai dengan kemampuan menjaga keseimbangan sendiri sambil bermain atau meraih mainan di depannya.

Cara Orang Tua Membantu Bayi untuk Duduk

Pexels/Keira Burton

Kabar baiknya, Mama bisa ikut berperan aktif membantu si Kecil melewati tahapan ini dengan lebih lancar. Beberapa cara sederhana ini bisa dicoba di rumah.

  • Perbanyak tummy time.
    Melansir Healthline, tummy time disarankan dilakukan secara rutin karena posisi ini melatih otot leher, bahu, dan punggung yang menjadi modal utama untuk bisa duduk.

  • Berikan waktu bermain di lantai.
    Daripada terus-menerus meletakkan bayi mama di kursi bayi atau baby seat, biarkan ia lebih banyak bereksplorasi di lantai dengan mainan yang menarik perhatiannya.

  • Dudukkan di pangkuan atau di antara kaki Mama.
    Cara ini memberi rasa aman sekaligus melatih otot tubuh si Kecil agar terbiasa dengan posisi tegak sebelum ia mampu duduk sendiri.

  • Kelilingi dengan bantal saat berlatih.
    Jika si Kecil mulai berlatih duduk sendiri di lantai, letakkan bantal di sekelilingnya sebagai pengaman kalau si Kecil oleng atau jatuh ke samping.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Belum Bisa Duduk?

Pexels/Rendi iD

Kalau si Kecil belum juga bisa duduk sesuai perkiraan usia pada umumnya, Mama tidak perlu langsung panik. Berikut langkah yang bisa Mama ambil.

  • Amati perkembangannya secara berkala.
    Setiap bayi tumbuh dengan kecepatan berbeda, jadi perhatikan dulu apakah si Kecil menunjukkan kemajuan bertahap, meski pelan.

  • Konsultasikan dengan dokter anak jika di usia 9 bulan belum bisa duduk.
    Mengutip Medical News Today, Mama disarankan untuk segera memeriksakan si Kecil ke dokter apabila belum menunjukkan tanda-tanda bisa duduk dengan bantuan pada usia tersebut.

  • Perhatikan gejala penyerta lainnya.
    Waspadai jika si Kecil juga menunjukkan otot yang terlalu kaku atau justru terlalu lemas, kepala yang belum stabil, atau jarang meraih benda di sekitarnya, karena ini bisa jadi tanda keterlambatan motorik yang perlu ditangani.

  • Manfaatkan layanan intervensi dini.
    Jika dokter mendeteksi adanya keterlambatan, si Kecil biasanya dapat dirujuk ke program intervensi dini atau terapi fisik anak agar perkembangannya dapat segera dikejar.

Nah, itulah pembahasan mengenai kapan bayi bisa duduk? Sebuah fase di mana si Kecil mulai menunjukkan perkembangannya menuju balita. Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article