Sistem imun yang ada di dalam tubuh si Kecil sejak dalam kandungan berfungsi sebagai antibodi dalam tubuhnya. Namun sistem imun pada bayi baru lahir belum maksimal sehingga perlu adanya perlindungan tambahan.
Manfaat Imunisasi DPT untuk Bayi, Mama Harus Tahu!
- Imunisasi DPT merupakan imunisasi dasar untuk melindungi bayi dari difteri, pertusis, dan tetanus, yang dapat memicu komplikasi serius hingga kematian.
- Vaksin DPT membantu mencegah infeksi bakteri, menurunkan risiko komplikasi, serta dapat meringankan gejala dan mempercepat pemulihan jika anak terpapar penyakit.
- Pemberian DPT dilakukan bertahap sejak usia 2 bulan hingga 5–7 tahun; efek samping umumnya ringan, seperti nyeri, bengkak, demam, atau nafsu makan menurun.
Agar tubuhnya tetap sehat dan tidak mudah sakit, Mama perlu berikan si Kecil imunisasi rutin. Imunisasi penting dilakukan untuk bayi agar tubuhnya terlindungi dari berbagai ancaman virus dan bakteri yang menimbulkan penyakit.
Mengutip Kementerian Kesehatan RI, sepanjang tahun 2017-2020 setidaknya 1,6 juta anak di Indonesia belum diimunisasi saat bayi sehingga tubuhnya rentan sakit. Hal ini tentu menjadi perhatian agar para orangtua tidak melewatkan imunisasi anak sejak dini.
Salah satu imunisasi yang perlu dilakukan sejak usia dini adalah imunisasi DPT atau difteri, pertusis, dan tetanus. Untuk itu, imunisasi DPT tidak boleh ditinggalkan ya, Ma, sebab banyak manfaatnya untuk si Kecil.
Berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi manfaat imunisasi DPT untuk bayi. Simak, yuk, Ma!
Table of Content
Apakah Imunisasi DPT Wajib?
Freepik/freepik Imunisasi DPT merupakan imunisasi dasar yang harus dijalani sejak bayi. Imunisasi DPT ini penting dilakukan untuk melindungi si Kecil dari penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
Ketiga penyakit tersebut merupakan penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan bayi. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat berakibat fatal bahkan kematian.
Untuk itu, imunisasi DPT wajib diberikan pada si Kecil untuk mencegah penyakit dan membunuh bakteri yang berisiko menginfeksi tubuhnya.
Perlu diketahui, imunisasi ini dilakukan secara berkala dan tidak boleh terlewat satupun agar tubuh si Kecil dapat terlindungi secara maksimal, Ma.
Manfaat Imunisasi DPT untuk Bayi

Freepik/freepik Sesuai namanya, imunisasi DPT memiliki manfaat dalam mencegah infeksi bakteri yang menyebabkan difteri, pertusis, dan tetanus.
Berikut Manfaat Imunisasi DPT untuk Masing-Masing Risiko Penyakit
1. Mencegah penyakit difteri
Freepik/jcomp Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Difteri merupakan penyakit menular yang berbahaya dan berisiko kematian.
Penyakit ini menyerang bagian selaput lendir bagian hidung dan tenggorokan sehingga menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, dan gagal jantung. Difteri juga dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan kerusakan organ tubuh.
Untuk mencegah masalah kesehatan tersebut, tubuh bayi perlu perlindungan lebih dengan imunisasi DPT. Sebab itu, imunisasi perlu rutin dilakukan agar si Kecil terlindungi dari infeksi bakteri yang menyebabkan difteri.
2. Meminimalisir penyakit pertusis

Pixabay/frolicsomepl Pertusis atau sering disebut batuk rejan merupakan batuk hebat yang tidak terkendali sehingga menyebabkan susah makan, minum, hingga bernapas. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis yang mudah menular.
Pertusis bahkan juga menjadi salah satu penyebab bayi terjangkit penyakit berbahaya seperti pneumonia, kejang, kerusakan otak, sampai kematian.
Imunisasi DPT berfungsi sebagai pelindung bayi dari penyakit pertusis dan berbagai risiko lainnya yang dan membahayakan tubuh si Kecil.
3. Menurunkan risiko penyakit tetanus

Freepik/freepik Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang banyak ditemukan pada tanah atau kotoran hewan.
Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka pada kulit, Ma. Untuk itu selalu awasi si Kecil untuk selalu menjaga kebersihan dan tidak bermain di tempat kotor agar terhindar dari penyakit tetanus.
Tetanus dapat menyebabkan penderitanya mengalami kaku, kejang pada otot rahang, leher, dada, dan perut. Tetanus juga dapat menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan pernapasan, pneumonia, kerusakan otak, hingga patah tulang akibat kejang hebat.
Dalam hal ini, imunisasi DPT berfungsi mencegah si Kecil dari infeksi bakteri tetanus dan berbagai komplikasi kesehatan lain yang ditimbulkan.
4. Meringankan gejala penyakit difteri, pertusis, dan tetanus

Freepik/freepik Selain melindungi dan mencegah si Kecil dari penyakit difteri, pertusis, dan tetanus, imunisasi DPT juga berperan sebagai antibodi tubuh yang meringankan gejala infeksi bakteri-bakteri yang menyebabkan DPT.
Artinya jika si Kecil tertular atau terkontaminasi, tubuhnya bisa melawan dan membunuh bakteri penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Gejalanya juga lebih ringan sehingga penyembuhannya lebih cepat.
Usia Pemberian Imunisasi DPT

Freepik/freepik Melansir Ikatan Dokter Anak Indonesia, imunisasi DPT dapat diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar. Kemudian imunisasi dilanjutkan 1 kali dalam waktu 1 tahun pasca imunisasi terakhir dan 1 kali lagi saat usia anak menginjak 5 tahun. Setiap imunisasi atau booster, dosis vaksin yang diberikan sebanyak 0,5 ml.
Lebih lanjut, berikut rincian pemberian imunisasi DPT yang harus dilakukan:
Imunisasi ke-1-3: saat bayi berusia 2, 3 dan 4 bulan atau 2, 4,dan 6 bulan,
Imunisasi ke-4: saat anak berusia 18 bulan atau 1,5 tahun,
Imunisasi ke-5: saat anak berusia 5-7 tahun.
Kemudian saat anak sudah berusia 12 tahun, imunisasi Td (tetanus dan difteri) perlu kembali dilakukan. Khusus perempuan, imunisasi TT (tetanus) saja perlu diberikan 1 kali sebelum menikah dan 1 kali saat sedang hamil untuk mencegah tetanus neonatorum saat melahirkan.
Efek Samping Imunisasi DPT

Freepik Meski berfungsi sebagai antibodi pada tubuh, beberapa jenis imunisasi termasuk DPT memiliki efek samping. Namun, efek samping ini sangat ringan dan cenderung tidak membahayakan.
Munculnya efek samping ini juga menjadi bentuk respon tubuh dari suntikan vaksin yang diterima si Kecil. Imunisasi DPT memiliki beberapa efek samping seperti:
Bengkak dan nyeri di area bekas suntikan,
Demam ringan sampai tinggi,
Nafsu makan menurun,
Bengkak pada wajah.
Untuk meredakan efek yang muncul pasca imunisasi, Mama dapat mengompres area bekas suntikan dengan kain basah, atau memberikan obat penurun panas jika si Kecil mengalami demam.
Pastikan si Kecil istirahat dengan baik agar efek yang muncul segera hilang. Jika efek samping pasca imunisasi tidak mereda, hubungi dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Nah, itu dia manfaat imunisasi DPT untuk bayi. Imunisasi ini penting dan tidak boleh terlewatkan agar tubuh si Kecil tetap terlindungi dari berbagai ancaman penyakit difteri, pertusis dan tetanus sampai dewasa nanti. Semoga menambah informasi, Ma!





















