Pada 6 bulan pertama, kebutuhan nutrisi bayi umumnya terpenuhi dari ASI atau susu formula bagi bayi dengan kondisi medis tertentu. Memasuki usia 6 bulan, si Kecil mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi yang semakin meningkat.
10 Makanan yang Tidak Boleh Diberikan pada Bayi di Bawah 1 Tahun

- Bayi di bawah satu tahun sebaiknya hanya mengonsumsi ASI atau susu formula, karena sistem pencernaannya belum siap menerima berbagai jenis makanan tertentu.
- Beberapa makanan seperti madu, susu sapi alami, jus buah, serta produk tidak dipasteurisasi berisiko menimbulkan infeksi dan gangguan kesehatan serius pada bayi.
- Makanan tinggi gula, garam, bertekstur keras, lengket, atau potongan besar dapat menyebabkan tersedak dan membebani organ bayi yang masih berkembang.
Seiring bertambahnya usia, Mama bisa memperkenalkan beragam makanan. Namun, tidak semua makanan aman diberikan kepada bayi, terutama yang berusia di bawah satu tahun. Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan risiko tersedak atau belum sesuai untuk sistem pencernaan yang masih berkembang.
Untuk itu berikut Popmama.com siapkan daftar makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun.
Table of Content
1. Madu

Madu sering dianggap sebagai pemanis alami yang lebih sehat dan kerap ditambahkan ke makanan atau minuman. Namun, bayi yang berusia di bawah satu tahun sebaiknya tidak mengonsumsi madu. Pasalnya, madu dapat mengandung spora bakteri Clostridium botulinum.
Sistem pencernaan bayi yang masih belum matang belum mampu melawan pertumbuhan spora tersebut. Jika berkembang di dalam usus, bakteri dapat menghasilkan racun yang menyebabkan botulisme, yaitu kondisi serius yang dapat mengganggu fungsi otot, pernapasan, hingga mengancam keselamatan si Kecil.
2. Susu sapi alami dan susu kedelai alami

Selama tahun pertama kehidupannya, ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin menyarankan penggunaan susu formula untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi si Kecil. Sementara itu, susu sapi alami maupun susu kedelai alami sebaiknya tidak diberikan sebagai minuman utama sebelum bayi berusia 12 bulan.
Kandungan protein dan mineral di dalam kedua jenis susu tersebut masih sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Selain itu, kadar mineral yang tinggi juga dapat memberikan beban berlebih pada ginjal yang masih berkembang.
3. Jus buah dan minuman manis

Banyak orang menganggap jus buah sebagai pilihan minuman sehat untuk bayi. Padahal, bayi di bawah usia satu tahun tidak memerlukan jus buah, termasuk jus yang terbuat dari 100 persen buah tanpa tambahan gula.
Jus dan minuman manis lainnya, seperti soda atau minuman berperisa, dapat membuat bayi merasa kenyang lebih cepat sehingga asupan nutrisi dari ASI, susu formula, atau makanan bergizi menjadi berkurang. Selain itu, kandungan gula yang tinggi dalam jus dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi serta penambahan berat badan yang tidak sehat sejak dini.
4. Makanan dan minuman yang tidak dipasteurisasi

Saat memilih makanan untuk bayi, Mama perlu memastikan produk yang diberikan telah melalui proses pasteurisasi. Proses ini bertujuan untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.
Jus segar yang tidak dipasteurisasi, susu mentah, maupun produk olahan susu yang belum dipasteurisasi berisiko mengandung kuman berbahaya. Pada bayi yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang, paparan bakteri tersebut dapat memicu infeksi serius yang memerlukan penanganan medis.
5. Gula tambahan

Pada usia di bawah satu tahun, bayi sebenarnya tidak membutuhkan tambahan gula dalam makanan maupun minumannya. Rasa manis alami dari buah, sayuran, dan susu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan si Kecil.
Terlalu banyak konsumsi gula tambahan sejak dini dapat membuat bayi terbiasa dengan makanan manis dan berisiko mengalami masalah kesehatan di kemudian hari. Beberapa di antaranya adalah obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung. Karena itu, Mama perlu lebih teliti membaca label kemasan dan membatasi produk yang mengandung gula tambahan.
6. Terlalu banyak natrium atau garam

Natrium memang dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan fungsi saraf. Namun, kebutuhan natrium bayi masih sangat sedikit sehingga mereka tidak memerlukan tambahan garam dalam jumlah besar pada makanannya.
Konsumsi natrium berlebihan dapat memberikan beban tambahan pada ginjal yang masih berkembang. Oleh karena itu, Mama sebaiknya membatasi makanan olahan, makanan kaleng, atau camilan kemasan yang umumnya mengandung garam cukup tinggi dibandingkan makanan segar.
7. Potongan makanan yang terlalu besar

Selain memperhatikan jenis makanan, ukuran potongan makanan juga penting diperhatikan saat menyiapkan MPASI. Potongan yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko tersedak karena sulit dikunyah dan ditelan oleh bayi.
Agar lebih aman, potong makanan menjadi ukuran kecil yang sesuai dengan kemampuan makan si Kecil. Buah seperti anggur atau tomat ceri sebaiknya dibelah menjadi beberapa bagian, sementara daging dan sayuran dapat dicincang atau dipotong kecil agar lebih mudah dikunyah.
8. Sayuran mentah

Sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk mendukung pertumbuhan bayi. Namun, sayuran mentah sebaiknya tidak diberikan kepada si Kecil karena berisiko mengandung bakteri, kuman, atau sisa pestisida.
Teksturnya yang keras juga membuat sayuran mentah lebih sulit dikunyah dan ditelan, sehingga dapat meningkatkan risiko tersedak. Mama sebaiknya memasak sayuran hingga matang dan bertekstur empuk. Sebelum dimasak, pastikan sayuran telah dicuci bersih di bawah air mengalir. Setelah matang, potong menjadi ukuran kecil sesuai usia dan kemampuan makan bayi.
9. Kacang-kacangan dan biji-bijian utuh

Bentuk Kacang-kacangan dan biji-bijian yang kecil dan keras membuat makanan ini belum aman diberikan secara utuh kepada bayi. Selain berisiko menyebabkan tersedak, biji atau kacang yang masuk ke saluran pernapasan dapat memicu infeksi dan gangguan pernapasan.
Mama sebaiknya menghindari pemberian kacang utuh, biji bunga matahari, biji labu, maupun buah yang masih memiliki biji.
10. Makanan keras dan lengket

Makanan yang bertekstur keras atau lengket sebaiknya tidak diberikan kepada bayi karena dapat menyulitkan proses mengunyah. Tekstur lengket juga dapat membuat makanan menempel di langit-langit mulut atau tenggorokan sehingga lebih sulit ditelan.
Apabila Mama ingin memberikan makanan yang cenderung padat atau lengket, pastikan teksturnya telah disesuaikan dengan usia bayi. Makanan dapat dipotong menjadi ukuran kecil, dilunakkan, atau dicampurkan dengan puree dan bubur agar lebih mudah dikonsumsi.
Itu tadi daftar makanan yang tidak boleh diberikan pada bayi di bawah 1 tahun. Yuk, hindari demi kesehatan dan keselamatan si Kecil!


-3BTXV9eqlVJIwUbdMjlekIWopu2sfQ4R.png)


















