Tega, Ibu Kandung Bunuh Bayi Berusia 9 Bulan di Lampung

Bagaimana kronologinya?

10 Februari 2021

Tega, Ibu Kandung Bunuh Bayi Berusia 9 Bulan Lampung
Freepik/cookie_studio

Seorang ibu berinisial AO (35) tega membunuh anak kandungnya sendiri yang masih berusia sembilan bulan. Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Teluk Betung Selatan, Lampung. 

Kapolsek Teluk Betung Selatan, Kompol Hari Budianto mengatakan, pembunuhan terhadap bayi malang itu terjadi pada Sabtu (6/2/2021). Sementara itu, pembunuhan telah direncanakan sejak November 2020. 

Bagaimana cerita lengkap kasus pembunuhan berencana itu? Popmama.com telah merangkum kronologi pembunuhan berencana terhadap bayi malang berusia sembilan bulan tersebut. 

1. Pembunuhan sudah direncanakan sejak 3 bulan lalu

1. Pembunuhan sudah direncanakan sejak 3 bulan lalu
Freepik/jcomp

Bayi bernama Kartika Suci Rahayu itu merupakan anak kandung AO dan sang Suami. Namun, AO menjalin hubungan asmara dengan MA sejak AO mengandung korban selama lima bulan. 

Setelah AO melahirkan korban, AO malah merencanakan pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri. 

“Tersangka MA sudah merencanakan pembunuhan sejak tiga bulan lalu,” kata Hari, Selasa (9/2/2021). 

Editors' Picks

2. Bayi dibunuh karena wajahnya mirip selingkuhan sang Mama

2. Bayi dibunuh karena wajah mirip selingkuhan sang Mama
Freepik/bristekjegor

Berdasarkan keterangan sementara yang disampaikan tersangka, AO tega membunuh anak kandungnya karena wajah sang Anak dianggap mirip selingkuhannya alias MA. 

Isu kemiripan wajah antara korban dan MA terus menjadi perbincangan warga. Sementara itu, AO dan MA tak ingin hubungan asmaranya diketahui warga. Oleh karena itu, mereka kemudian merencanakan pembunuhan terhadap korban untuk meredam isu perselingkuhan.

3. Korban diberi ramuan hingga tewas

3. Korban diberi ramuan hingga tewas
Shutterstock/goodluz

Pasangan perselingkuhan itu pun tega membunuh bayi yang baru berusia sembilan bulan tersebut dengan cara tragis. MA memberikan ramuan berisi minyak rambut, gula merah, dan asam jawa kepada anak selingkuhannya. 

MA dan AO kemudian bekerja sama untuk memasukkan ramuan itu ke tubuh korban. MA bahkan menekan hidung korban agar ramuan itu masuk ke tubuh. Korban diketahui sempat kejang sebelum dinyatakan tewas. 

“Tersangka menutup hidung korban hingga korban kehabisan napas,” ucap Hari. 

Setelah korban dinyatakan tewas, kedua tersangka sempat berkeliling dahulu untuk menitipkan korban. AO kemudian memutuskan untuk menitipkan korban yang telah tewas kepada sang mertua. 

Mertua AO yang merupakan nenek korban akhirnya curiga karena cucunya tidak bergerak dan terdapat memar di beberapa bagian tubuhnya. 

4. Ibu bayi dijanjikan masa depan cerah

4. Ibu bayi dijanjikan masa depan cerah
Freepik/tirachardz
ilustrasi

Kepada polisi, AO mengaku tega membunuh sang Bayi karena dijanjikan masa depan yang cerah oleh MA. 

“Saya dijanjikan dinikahi dan punya harta banyak,” kata AO. 

Kasus pembunuhan itu pun terungkap. Kini, keduanya dijerat Pasal 80 Ayat 4 Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 340 Tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati. 

5. Mengapa ibu kandung tega membunuh anaknya sendiri?

5. Mengapa ibu kandung tega membunuh anak sendiri
freepik.com/maksymiv_yura

Dilansir dari jurnal yang diterbitkan di World Psychiatry, kasus pembunuhan bayi oleh seorang mama disebut maternal filicide. Pembunuhan terhadap bayi pun dibagi dua yakni infanticide atau bayi dibunuh ketika berusia 0-12 bulan dan neonaticide atau bayi dibunuh dalam 24 jam pertama kehidupannya. 

Ada empat alasan yang melatarbelakangi seorang ibu kandung tega membunuh anaknya sendiri yang masih baru lahir. Pertama, sang Mama merasa membunuh bayi adalah cara terbaik untuk mencintainya. Sang Mama tak ingin si Kecil hidup dalam kesengsaraan. 

Kedua, sang Ibu tega membunuh bayi tanpa membutuhkan alasan apapun. Biasanya sang Ibu mengaku berhalusinasi sehingga membunuh anaknya sendiri. 

Ketiga, pembunuhan terhadap bayi merupakan tindakan kekerasan terhadap anak. Sang Ibu tak sadar jika didikannya merupakan bentuk kekerasan terhadap sang Anak hingga menyebabkan anaknya meninggal dunia. 

Terakhir, sang Ibu tega membunuh bayi sebagai wujud balas dendam terhadap pasangannya. Sang ibu percaya bahwa membunuh si Kecil akan menyakiti pasangannya atau Papa dari si Kecil. 

Itulah kronologi lengkap mengenai pembunuhan bayi berusia sembilan bulan. Semoga Mama selalu bisa menyayangi si Kecil hingga selama-lamanya, ya. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.