Perhatikan! 15 Hal Ini Sebelum Memberikan Obat Bebas untuk Bayi

Si Kecil kadang-kadang mendadak sakit. Amankah memberikan obat umum?

17 Desember 2018

Perhatikan 15 Hal Ini Sebelum Memberikan Obat Bebas Bayi
Pexels/Amber Faust

Punya anak kecil berarti harus siap dengan segala kondisi. Kadang, bayi mama mendadak sakit. Mungkin badannya hangat, batuk, pilek, atau terkena penyakit ringan lainnya.

Penyakit yang tidak terlalu mengkhawatirkan sebenarnya bisa diatasi tanpa membawa si Kecil ke dokter. Lalu, apakah boleh ia mendapat obat yang dijual bebas?

Berikut 15 hal yang harus Mama perhatikan sebelum memberikan si Kecil obat bebas.

Perhatikan 15 Hal Ini Sebelum Memberikan Obat Bebas Bayi
Flickr/ Mighty Travels

1. Baca aturan pemakaian obat dan keperluannya

Gunakan obat sesuai dosis dan gejala yang ada. Biasanya, di kemasan luar obat semua hal tersebut tercantum secara singkat. Tetapi Popmama.com menyarankan agar Mama membaca lebih teliti lembaran keterangan di dalam kemasan obat untuk memastikan bahwa obat tersebut aman diberikan kepada si Kecil.

2. Gunakan obat sesuai keperluan

Beberapa obat menyebabkan kantuk. Jangan sampai Mama menerima saran ngawur dari siapa pun bahwa untuk membuat bayi tenang, Mama bisa memberikan obat batuk atau flu kepada anak.

3. Perhatikan kandungan obat 

Jangan memberi obat yang mengandung Aspirin untuk gejala-gejala sakit yang disebabkan virus. Misalnya flu atau cacar air. Aspirin bisa menyebabkan efek samping yang cukup berbahaya, misalnya perdarahan di saluran cerna anak. Bahkan FDA atau badan pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, menuliskan peringatan bahwa Aspirin tidak baik diberikan kepada anak di bawah usia 17 tahun.

4. Pastikan dosis yang diberikan sesuai usia anak 

Ada banyak obat umum yang bisa digunakan oleh bayi. Dosis yang berlaku bisa berdasarkan usia atau berat badan. Pastikan dosis yang diberikan sesuai untuk anak mama.

5. Perhatikan obat flu dan batuk untuk bayi

Usahakan agar Mama tidak terlalu tergantung pada obat umum untuk diberikan kepada anak. Jika si Kecil batuk dan flu, lakukan pertolongan pertama dahulu, misalnya membawa si Kecil berjemur atau penguapan dengan uap air panas saja. Bagaimana pun juga, obat flu, meski dijual bebas, punya peringatan keras bagi anak di bawah usia 4 tahun. 

Editors' Picks

Perhatikan 15 Hal Ini Sebelum Memberikan Obat Bebas Bayi
Pxhere

6. Gunakan alat pengukur dosis obat yang disertakan dalam kemasan

Alat ukur itu dipastikan lebih akurat dibandingkan jika Mama menggantinya dengan benda lain, sendok makan si Kecil, misalnya.

7. Perhatikan panduan peringatan pemakaian obat

Setiap obat umum akan menuliskan dengan teliti indikasi dan kontra indikasi obat tersebut. Awasi si Kecil selama pemakaian obat dan perhatikan sungguh-sungguh apakah ia menunjukan kontra indikasi yang dituliskan. Lakukan petunjuk pertolongan pertama jika kontra indikasi terjadi.

8. Perhatikan dosis maksimal yang boleh diberikan 

Di setiap kemasan obat umum pasti dituliskan berapa hari obat aman digunakan dan kapan pengobatan harus dihentikan dan jika sakit si Kecil berlanjut, artinya ia harus dibawa ke dokter.

9. Perhatikan peringatan alergi

Perhatikan kandungan aktif obat tersebut dan pastikan bahwa obat tersebut rendah risiko alerginya. Alergi obat adalah hal paling berbahaya yang mungkin terjadi pada pemberian obat umum.

10. Jangan mencampur obat

Jangan pernah mencampurkan dua obat umum yang memiliki kandungan obat sama atau mirip tetapi dari merek yang berbeda. Ini bisa saja menyebabkan anak overdosis obat dan akibatnya akan sangat berbahaya.

Perhatikan 15 Hal Ini Sebelum Memberikan Obat Bebas Bayi
Pixabay/Alexas Photos

11. Letakkan obat-obatan di tempat yang tidak bisa dijangkau anak 

Apapun itu, si Kecil yang baru belajar bergerak mungkin akan tertarik dengan kemasan obat dan mencicipi rasanya. Ingat ya, Ma, kebanyakan obat anak rasanya manis sehingga ia akan menyukainya.

12. Tutup dengan benar

Beberapa obat cair memiliki kemasan yang aman tumpah dan sulit dibuka anak. Pastikan setelah memakainya, Mama menutup kemasan obat dengan benar. Sehingga, kalaupun obat tercecer, si Kecil tidak akan dengan mudah memakannya.

13. Dilarang memanipulasi obat

Mungkin, Mama kesulitan membuat anak mau minum obat. Meski rasanya enak, jangan pernah mengatakan bahwa obat adalah permen atau sirup. Katakan saja obat adalah obat kepada si Kecil. Sekecil apa pun anak mama, ia akan mengasosiasikan obat dengan sesuatu peristiwa. Dan berbahaya untuknya jika ia berpikir ia sakit lalu Mama akan memberinya sirup enak untuk membuatnya sembuh.

14. Perhatikan saat bertamu

Saat bepergian ke rumah orang lain, misalnya saat menitipkan si Kecil di rumah kerabat atau orangtua mama, pastikan juga si Tuan Rumah memahami keamanan rumah mereka untuk anak mama. Ingat, di usia ini, anak mama sudah suka menjelajah dan ia mungkin sekali menemukan obat di lantai rumah dan memakannya.

15. Buang obat yang sudah tidak terpakai dengan cara yang benar 

Keluarkan obat dari kemasannya. Jika obat sirup, buang cairannya di pembuangan pencuci. Jika obat berupa tablet, masukan ke wadah tertutup dan campurkan dengan sampah lain, misalnya bubuk bekas kopi sehingga obat menjadi rusak dan tidak bisa dipakai lagi.

Ingat-ingat ya Ma, petunjuk ini. Semua demi keamanan anak dan keluarga Mama! Semoga cepat sembuh!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!