Simak Alasan Sandra Dewi Tak Pernah Keras Pada Raphael

Raphael yang baru akan berumur 1 tahun ini membuat Sandra Dewi lebih sabar

20 Desember 2018

Simak Alasan Sandra Dewi Tak Pernah Keras Raphael
Popmama.com/ Sandra Ratnasari

Artis Sandra Dewi percaya jika setiap anak ditakdirkan unik. Mereka memiliki sifat dan gaya sendiri yang mungkin tak sama dengan orangtuanya. 

Sejak melahirkan Raphael Moeis, 31 Desember 2017, Sandra Dewi belajar memahami keunikan anaknya. 

Hal-hal inilah yang ditemukan Sandra pada Raphael. 

1. Raphael tak bisa ditegur keras

Sifat Raphael, menurut Sandra sangat keras. Sejak bayi, jika dilarang dengan keras, ia akan ngambek dan cenderung melawan. Sandra melihat sifat ini agak mirip dengan dirinya.

Jadi melihat itu, Sandra mencoba cara mendidik yang menurutnya cocok untuk membuat Raphael menurut. 

"Rapahel tidak bisa keras ditegur. Ia harus diajak bicara dengan lembut dan perlahan agar memahami suatu hal," kata Sandra.

2. Raphael selalu suka eksplorasi

Raphael anak yang aktif dan suka melakukan eksplorasi. Sandra bilang, ia mengambil sikap memberikan dukungan, dorongan, dan kebebasan kepada anaknya untuk melakukan apa yang ia suka. 

"Saya heran sih, Raphael lebih suka main yang kotor-kotor daripada mainan biasa di tempat bersih. Ia lebih tertarik mengaduk tempat sampah di dapur basah di rumah daripada main yang lain di tempat yang bersih. Mungkin karena di dapur lebih banyak barang-barang aneh," kata Sandra. 

Melihat itu semua, Sandra selalu siap untuk membersihkan Raphael. "Biar saja eksplorasi atau main yang kotor, kan ia bisa saya mandikan setelahnya," kata Sandra.

Editors' Picks

3. Raphael membuat Sandra tahan banting

Tingkah bebas dan kesukaan Raphael ini menurut Sandra sering mendapat protes netizen. Banyak yang memberi komentar tak baik jika Sandra membuat posting kegiatan Raphael. Untungnya, Sandra bilang, ia bisa cuek dan mengabaikan komentar pedas itu. 

"Biarkan saja Raphael melakukan eksplorasi seluas-luasnya. Selama itu tidak membahayakan dirinya, saya pasti mendukung. Saya selalu bilang sama mereka yang protes, kan habis main Raphael bersih-bersih, jadi ia pasti selalu sehat dan malah tambah kuat," kata Sandra. 

Sejak Raphael lahir, Sandra memang mengaku semakin tahan banting.

4. Raphael membuat Sandra lebih terbuka dan sabar

Sebelum menikah dan punya anak, Sandra kurang bisa memahami jika ada temannya yang telah menjadi mama mendadak membatalkan janji bertemu atau datang sangat terlambat karena masalah anak. Sandra mengaku, ia berpikir teman-temannya pasti mencari alasan atau berlebihan. 

"Ternyata, setelah jadi mama saya bisa memahami kehidupan seorang ibu. Dalam hati saya bilang, oh begini, pantas saja teman saya begitu," katanya. 

Karena terbilang menjadi paling akhir menikah dan punya anak dibanding teman-temannya, Sandra menjadi punya banyak pasukan pemberi saran. Ia mengaku Raphael mengajarkannya untuk menjadi sabar dan terbuka. 

5. Raphael membuat Sandra ingin seperti mamanya

Setelah melahirkan Raphael, Sandra menjadi sangat memahami dunia ibu. Ia kemudian teringat cara mamanya mengasuh dirinya semasa kecil. Sandra bilang, ia sangat ingin seperti mamanya itu. 

"Saya nge-fans banget sama mama saya. Ia bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya. Cara asuh mama sangat unik. Ia sering banget bertanya kenapa begini, kenapa begitu kepada anaknya. Justru, pertanyaan-pertanyaan ini membuat kami berpikir dan menjadi lebih baik," katanya. 

Sandra ingin, ia bisa melakukan hal itu kepada Raphael. Mungkin, karena ia merasa Raphael mirip dirinya. 

"Tapi, kalau ia tidak seperti saya, saya akan mengikuti cara Raphael," kata Sandra. 

Baca juga: Tonton video lucu dan menggemaskan Raphael Moeis

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!