Haruskah Bayi Menggunakan Masker untuk Cegah Virus Corona?

Benarkah masker wajah juga perlu digunakan oleh bayi untuk mencegah virus corona? Ini faktanya!

20 April 2020

Haruskah Bayi Menggunakan Masker Cegah Virus Corona
freepik/alexandrgrant

Ketika virus corona menyebar ke hampir seluruh dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan penggunaan masker wajah. Di Indonesia, Presiden Jokowi Widodo juga secara khusus mengimbau penggunaan masker ketika berada di luar rumah, meskipun sedang tidak sakit.

Namun meski semua orang wajib mengenakan masker, Lembaga Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menjelaskan bahwa masker tidak boleh dikenakan oleh bayi dan anak di bawah usia 2 tahun. Alih-alih mencegah penularan virus, memasangkan masker pada bayi justru bisa membahayakan mereka. Kok bisa ya?

Popmama.com mengulas tentang bahaya penggunaan masker pada bayi serta bagaimana melindungi bayi dari risiko penularan virus corona.

Editors' Picks

Mengapa Bayi Tidak Boleh Mengenakan Masker Wajah?

Mengapa Bayi Tidak Boleh Mengenakan Masker Wajah
Pinterest/Misrong

Terlepas dari manfaat masker wajah, CDC mengatakan anak di bawah 2 tahun tidak boleh menggunakannya. Alasannya, bayi memiliki saluran udara yang lebih kecil dari orang dewasa dan masker menyebabkan bayi lebih sulit untuk menghirup dan menghembuskan napas.

Mama mungkin tidak menyadari bahwa bayi mengalami kesulitan bernapas karena bayi belum bisa berbicara. Mereka juga tidak cukup kuat untuk menyesuaikan atau melepas masker, sehingga ini dapat menyebabkan bayi lemas karena kekurangan udara.

Bayi juga tidak belum bisa berbicara untuk memberitahu Mama saat mereka mengalami kesulitan bernapas.

Masker juga kurang efektif ketika dipakai secara tidak benar, kata Rosemary Olivero, M.D., kepala divisi penyakit menular di Rumah Sakit Helen DeVos Children. Anak di bawah usia 2 tahun tidak terbiasa memakai sesuatu di wajah, jadi mereka mungkin akan sering menyentuh masker tersebut. Akibatnya, kuman justru bisa lebih mudah masuk melalui tepi masker dan masuk ke mata, hidung, atau mulut bayi.

Melindungi Bayi dari Virus Corona

Melindungi Bayi dari Virus Corona
Freepik/master1305

Di Indonesia, beberapa bayi meninggal karena virus ini. Mama perlu waspada jika bayi menunjukkan gejala pneumonia atau batuk, demam, dan pilek.

Berikut beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk melindungi bayi dari risiko penularan virus corona:

  • Praktekkan physical distancing. Hindari area yang ramai.
  • Virus corona dapat bertahan selama berjam-jam atau berhari-hari di permukaan, jadi ambil langkah-langkah untuk menghindari kemungkinan kontaminasi di tempat umum. Misalnya, membersihkan pegangan kereta dorong di supermarket dengan desinfektan.
  • Cuci tangan secara teratur setidaknya 20 detik dengan sabun dan air. Mama juga dapat menggunakan pembersih tangan berbahan alkohol. Mencuci tangan sangat penting sebelum memegang bayi.
  • Cegah bayi untuk menyentuh wajah.
  • Desinfeksi area permukaan rumah yang tinggi, seperti meja dan sakelar lampu.
  • Pastikan mainan bayi tetap bersih.

Melindungi Bayi Saat Berada di Luar Rumah

Melindungi Bayi Saat Berada Luar Rumah
shopee

"Pilihan terbaik adalah menghindari membawa bayi dan anak ke tempat ramai," kata Dr. Garcia. Tapi memang terkadang hal itu tidak memungkinkan dan seringkali ada hal mendesak yang membuat Mama terpaksa mengajak si Kecil ke luar rumah.

Jika Mama harus membawa bayi ke tempat umum, terapkan beberapa hal ini:

  • Ketika menggendong bayi, gendong ke arah menghadap ke tubuh Mama. Cobalah untuk membuatnya selalu dekat dengan tubuh Mama.
  • Gendong bayi dengan menggunakan car seat dan gunakan pelindung seperti selimut. Mungkin berat untuk menggendong bayi menggunakan car seat, tetapi hal tersebut sangat efektif melindungi bayi dari paparan virus.
  • Dorong bayi di stroller atau kereta dorongnya dengan penutup. Jika Mama memiliki penutup plastik untuk kereta dorong, ini adalah pilihan yang bagus. Jika tidak, kain yang memudahkan bayi untuk bernapas juga bisa digunakan.
  • Pasang atap kereta dorong bayi. Jika Mama tidak memiliki penutup kereta bayi atau lupa membawa selimut, memasang atap kereta bayi lebih baik daripada tidak sama sekali, kata Daniel S. Ganjian, M.D., F.A.A.P., seorang dokter anak di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California.

Namun untuk sementara waktu, hindari bepergian jika tidak diperlukan. Yuk, jaga kesehatan dan kebersihan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Semoga tetap sehat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.