Demam Berdarah pada Bayi: Gejala, Pengobatan, dan Risiko

Penanganan yang cepat dan tepat membuat gejala demam berdarah tidak berkembang parah, Ma

18 November 2021

Demam Berdarah Bayi Gejala, Pengobatan, Risiko
Freepik/grooveriderz

Demam berdarah penyakit yang umum terjadi di negara beriklim tropis, seperti Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang dapat menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk A. aegypti.

Bukan cuma orang dewasa, bayi dan anak-anak pun berisiko, Ma.

Seseorang, termasuk bayi, dapat terkena demam berdarah dalam waktu 4-10 hari setelah terkena gigitan nyamuk yang membawa virus.

Jika ditangani dengan cepat, demam berdarah tidak membahayakan jiwa bayi dan orang dewasa. Namun penanganan yang terlambat dapat berisiko fatal hingga menyebabkan kematian, Ma.

Apa saja gejala, penanganan, dan pencegahan demam berdarah pada si Kecil? Yuk,simak ulasan Popmama.com berikut mengenai demam berdarah pada bayi, Ma.

Gejala Demam Berdarah pada Bayi

Gejala Demam Berdarah Bayi
Pixabay/guvo59

Sulit untuk mengetahui apakah bayi menderita demam berdarah, karena gejalanya mungkin mirip dengan demam. Namun berikut adalah gejala demam berdarah yang umum:

  • Demam (38 derajat Celcius atau lebih tinggi) atau suhu rendah (kurang dari 36 derajat Celcius),
  • Bayi lebih rewel dari biasanya, mengantuk, dan lesu,
  • Muncul ruam,
  • Mimisan,
  • Gusi berdarah,
  • Nafsu makan berkurang, termasuk menolak untuk menyusu,
  • Muncul darah pada kotoran, urine, atau muntahannya,
  • Mengalami gangguan pencernaan,
  • Sesak napas.

Bila bayi mengalami gejala-gejala ini, segera bawa ia ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan.

Diagnosis dini dan pengobatan segera dapat s mengurangi risiko komplikasi dari demam berdarah.

Editors' Picks

Pengobatan Demam Berdarah pada Bayi

Pengobatan Demam Berdarah Bayi
Freepik/rawpixel.com

Tidak ada obat khusus untuk demam berdarah. Dokter akan memberikan obat untuk mengatasi gejala-gejala yang muncul.

Berikut tips untuk merawat bayi yang terkena demam berdarah:

  • Pastikan bayi mendapat banyak kesempatan untuk beristirahat.
  • Usahakan agar bayi sering menyusu atau minum untuk menghindari dehidrasi. 
  • Berikan bayi obat pereda demam dan nyeri. Diskusikan ini dengan dokter ya, Ma.

Jika kondisinya memburuk dan mulai muntah dalam 24 jam pertama setelah demam turun, segera bawa ke dokter atau rumah sakit.

Bayi yang mengalami demam berdarah yang cukup parah dapat dirawat di rumah sakit dan diberikan terapi penggantian cairan.

Risiko Demam Berdarah pada Bayi

Risiko Demam Berdarah Bayi
Pexels/CDC

Demam berdarah  disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia melalui perantara nyamuk tertentu.

Beberapa orang, termasuk bayi dan anak kecil, dapat mengembangkan penyakit yang lebih parah yang dikenal dengan demam berdarah dengue (DBD).

DBD dapat berakibat fatal jika tidak didiagnosis dan diobati dengan segera, Ma.

Bayi di bawah 12 bulan lebih mungkin mengembangkan kasus penyakit yang parah. Tapi jangan khawatir, Ma.

Dengan mengenali gejalanya dan penanganan yang cepat, demam berdarah tidak akan berkembang parah.

Bagaimana Melindungi Bayi dari Demam Berdarah?

Bagaimana Melindungi Bayi dari Demam Berdarah
Pexels/ Polina Tankilevitch

Tidak ada vaksin untuk mencegah demam berdarah. Mama dapat melindungi bayi dari gigitan nyamuk dengan cara berikut ini:

  • Tutupi tempat tidur bayi, kereta dorong, dan gendongan bayi dengan kelambu setiap saat, baik di dalam maupun di luar ruangan.
  • Bila perlu, Mama dapat menggunakan obat anti nyamuk yang aman untuk bayi.
  • Kenakan pakaian yang dapat melindungi bayi dari gigitan nyamuk.
  • Periksa bak, ember, atau tempat yang menampung air karena ini tempat yang ideal bagi nyamuk untuk bertelur.
  • Buang sampah yang dapat menampung air, seperti plastik dan botol bekas, agar nyamuk tidak bertelur di situ.
  • Jangan lupa untuk selalu menutup tempat penampungan air.

Gejala demam berdarah mirip dengan gejala demam biasa. Jika demamnya tidak kunjung reda, segera bawa bayi ke dokter atau rumah sakit. Penanganan yang terlambat dapat berakibat fatal bagi bayi, Ma.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.