TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waspada! Ini Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik

Cari tahu penyebab kenaikan berat badan bayi tidak sesuai target, Ma

9 Oktober 2022

Waspada Ini Penyebab Berat Badan Bayi Susah Naik
Freepik/rawpixel.com

Berat badan, panjang, dan lingkar kepala menjadi tolok ukur pertumbuhan bayi, Ma. Karena itu sangat penting untuk mengikuti perkembangan berat, tinggi, dan lingkar kepala bayi.

Idealnya, berat badan, panjang, dan lingkar kepala akan bertambah seiring dengan bertambahnya usia bayi. Mama perlu memantau dan mencatat pertumbuhan bayi. Hal ini diperlukan untuk menghindari munculnya gangguan kesehatan yang tidak terdeteksi sehingga menimbulkan efek jangka panjang.

Asupan nutrisi yang cukup akan memengaruhi berat badan, panjang, dan lingkar kepala si Kecil. Jika Mama merasa sudah memberikan makanan bernutrisi dengan jumlah sesuai tetapi berat badannya tidak bertambah, apakah ada masalah?

Ada beberapa hal yang jadi penyebab berat badan bayi susah naik, Ma. Nah, Popmama.com sudah merangkum informasinya untuk Mama pada ulasan berikut ini!

Kenaikan Berat Badan, Panjang, dan Lingkar Kepala Bayi hingga Umur Satu Tahun

Kenaikan Berat Badan, Panjang, Lingkar Kepala Bayi hingga Umur Satu Tahun
Freepik/yanalya

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ketika lahir, berat badan bayi mengandung banyak cairan tubuh yang akan hilang dalam beberapa hari. Sebagian besar bayi kehilangan 1/10 dari berat badannya selama lima hari pertama dan berat badan akan naik kembali dalam lima hari berikutnya. Pada hari kesepuluh, berat badan biasanya akan kembali ke berat lahir.

Rata-rata pertambahan berat badan adalah 20-30 gram per hari sehingga pada usia satu bulan berat badan mencapai 4 kilogram. Pertambahan panjang badan adalah 2,4 sampai 4 sentimeter. Bayi laki- laki cenderung lebih berat daripada bayi perempuan (sekitar 400 gram). Bayi laki- laki juga cenderung lebih panjang pada usia ini (sekitar 1,25 sentimeter).

Pertambahan lingkar kepala menggambarkan pertumbuhan otak. Tulang –tulang kepala biasanya tumbuh lebih cepat pada empat bulan pertama. Lingkar kepala pada saat lahir sekitar 35 sentimeter dan mencapai 37,75 sentimeter dalam satu bulan. Kepala bayi laki- laki biasanya lebih besar dengan perbedaan kurang dari satu sentimeter dengan bayi perempuan.

Menurut dr. Citra Amelinda, SpA dilansir di akun Instagramnya @citra_amelinda, penambahan berat badan ideal bayi adalah sebagai berikut:

  • 0-3 bulan, berat badan bertambah 30 gram per hari,
  • 3-6 bulan, berat badan bertambah 20 gram per hari,
  • 6-12 bulan, berat badan bertambah 10 gram per hari,

Sedangkan penambahan panjang 25 cm per tahun.

Jika berat badan bayi seret, ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:

Editors' Picks

1. Asupan makanan kurang

1. Asupan makanan kurang
Freepik/unaihuiziphotography

Menurut dr. Citra, SpA, biasanya ini adalah penyebab utama mengapa berat badan bayi seret, Ma. Terutama ketika si Kecil sudah mulai mengonsumsi makanan utama pendamping ASI.

Nah biasanya ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya jam makannya tidak pas dan waktu makan bentrok dengan kebutuhan main atau tidur.

Si Kecil yang lebih suka menyusu dan belum lapar ketika sudah waktunya makan juga bisa menyebabkan asupan nutrisinya tidak cukup. Sehingga berat badannya tidak naik sesuai harapan.

Selera makan tiap orang berbeda-beda, demikian juga dengan bayi. Ada bayi yang dengan senang hati melahap semua makanan yang disediakan. Ada juga yang pemilih. Nah, ini juga bisa jadi penyebab berat badan tidak naik sesuai target. Jika ini yang terjadi pada bayi, Mama harus memutar otak untuk memilih makanan yang disukai si Kecil.

2. Gangguan penyerapan

2. Gangguan penyerapan
Freepik.com

“Bayi dengan alergi susu sapi atau memiliki pencernaan yang sensitif biasanya berat badannya sulit naik. Meski nafsu makannya baik,” kata dr. Citra, SpA.

Selain itu, ada juga bayi yang asupan makannya kurang sehingga mikronutrisinya tidak terpenuhi. Kondisi ini dapat menyebabkan anemia kurang zat besi. Bila ini terjadi pada si Kecil, kondisi ini dapat membuatnya tidak berselera makan dan nutrisi tidak terserap dengan maksimal.

Bila ini yang terjadi pada bayi mama, diskusikan dengan dokter agar dapat diatasi, ya, Ma!

3. Kebutuhan nutrisi meningkat

3. Kebutuhan nutrisi meningkat
Freepik.com/cookie_studio

Asupan kurang dan nutrisi tidak terpenuhi dengan maksimal menyebabkan kekebalan tubuh bayi terganggu dan mudah sakit. Ketika bayi sakit, berat badannya pun terpengaruh. Selain selera makannya kurang, nutrisi yang diperoleh dari makanan digunakan oleh tubuh untuk mengatasi penyakit, alih-alih untuk tumbuh. Maka tidak heran jika berat badannya pun jadi seret, Ma.

Ketika bayi mulai mengonsumsi makanan padat, Mama mungkin akan menemukan masalah berat badan ini. Maka, penting untuk menjaga pola makan yang baik, sehingga tidak mengalami masalah berat badan seret.

Jika bayi mulai menunjukkan tanda-tanda berat badan sulit naik, jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter ya, Ma.

Itu penjelasan tentang penyebab berat badan bayi susah naik. Bagaimana dengan kenaikan berat badan si Kecil, Ma?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk