Bayi Tidak Bisa Lepas Dari Selimut Kumalnya. Normalkah, Ma?

Kok bayi suka dengan selimut kumalnya ya?

12 Oktober 2019

Bayi Tidak Bisa Lepas Dari Selimut Kumalnya. Normalkah, Ma
Freepik/lunamarina

Banyak bayi menjadi terikat pada selimut, boneka beruang, atau benda-benda kesayangan lain untuk kenyamanan pada waktu tidur dan dalam situasi lain ketika bayi merasa tidak nyaman.

Istilah psikologis untuk ini adalah "objek transisi." Mengapa? Karena ketika bayi mulai melakukan perjalanan dari bayi baru lahir yang tidak bisa melakukan apa-apa ke manusia yang mandiri, seorang atau benda yang dirasa penuh kasih sayang dapat membantu mengatasi transisi ini.

Keterikatan pada benda kesayangan ini dimulai pada sejak umur 8 bulan. Apakah keterikatan ini berbahaya bagi bayi? Popmama.com mengulasnya untuk Mama.

Mengapa Bayi Terikat pada Benda Kesayangan

Mengapa Bayi Terikat Benda Kesayangan
Pixabay.com/publicdomainpictures

Rasa sayang, bau, dan familiar. Benda kesayangan adalah pengingat portabel tentang kenyamanan dan keamanan rumah dan orangtua. Ini dapat meningkatkan rasa percaya diri bayi ketika mulai lepas dari orangtua.

Benda kesayangan bayi juga dapat bermanfaat bagi orangtua. Boneka beruang atau selimut tercinta dapat membantu bayi menenangkan dirinya. Dan pada saat-saat stres atau transisi, seperti pindah dari tempat tidur bayi ke tempat tidur bayi besar, mulai menyapih, atau bepergian ke tempat baru, benda kesayangan dapat menjadi senjata bagi orangtua untuk menenangkan bayi.

Editors' Picks

Macam-macam Benda Kesayangan

Macam-macam Benda Kesayangan
Pixabay.com/Bru-nO

Bayi dapat mengembangkan keterikatan mendalam pada benda yang aneh. Berikut adalah contoh benda yang tidak bisa lepas dari bayi:

  • Remote control,
  • mainan balok,
  • baju tidur mama,
  • bebek karet,
  • label satin lembut pada pakaian,
  • kunci kombinasi,
  • selimut, guling, boneka, atau bantal kumal,
  • sebuah truk pengangkut mainan,
  • telinga dari boneka anjing,
  • sisir.

Kapan Bayi Meninggalkan Benda Kesayangannya?

Kapan Bayi Meninggalkan Benda Kesayangannya
Freepik/Prostooleh

Jika bayi memiliki benda kesayangan, keterikatannya cenderung memuncak pada usia sekitar 18 hingga 24 bulan dan kemudian secara bertahap berkurang. Biasanya ini terjadi karena tekanan sosial.

Begitu bayi-bayi menjadi lebih sadar secara social, mulai bertemu teman atau sekolah, mereka belajar bahwa sebagian besar bayi tidak membawa selimut atau boneka bersama mereka setiap saat. Pada titik tertentu mereka akan memutuskan untuk meninggalkan benda kesayangan. Jika bayi belum siap untuk melepaskan benda kesayangan, beri dia waktu ya, Ma. Jangan dipaksa.

Namun dalam situasi tertentu, Mama dapat mengajarkan pada bayi untuk meninggalkan benda kesayangannya di rumah.

Tips untuk Mama

Tips Mama
Freepik/Senivpetro

Bagaimana jika Mama harus mencuci atau membersihkan benda kesayangan bayi? Pasti sulit untuk mengambilnya walau untuk beberapa jam saja. Jika ada seorang yang disukai bayi, Mama bisa membawa bayi kepadanya ketika Mama mencuci benda kesayangan bayi. Pikiran bayi akan teralihkan dan sejenak akan lupa pada benda kesayangannya.

Sebagian besar bayi tampaknya memiliki indra keenam terkait dengan benda kesayangan. Bahkan jika Mama membeli 2 barang yang persis sama, bayi dapat mengetahui mana benda kesayangannya. Beberapa hal dapat Mama lakukan, seperti membagi selimut menjadi 2 bagian.

Ketika bayi sudah mulai mengerti, Mama dapat memberi tahu bahwa Mama harus membersihkan benda kesayangannya. Mereka pasti senang jika diajak untuk membersihkan benda kesayangannya ini.

Benda apa yang menjadi kesayangan bayi Mama? Yuk komen di bawah.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk