7 Jenis Bahaya Fatal saat Bayi Mulai Berjalan dan Cara Mencegahnya

Hati-hati saat bayi mulai berjalan ya, Ma

2 Mei 2019

7 Jenis Bahaya Fatal saat Bayi Mulai Berjalan Cara Mencegahnya
Freepik

Kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Biasanya sering terjadi saat orangtua lengah. Walau hanya mengalihkan perhatian beberapa detik saja dari bayi, mungkin bisa berakibat fatal. Mama harus lebih waspada terutama saat bayi mulai belajar berjalan.

Dalam fase ini, bayi mulai menjelajahi lebih banyak tempat karena sekarang ia dapat berjalan, melompat, berlari, dan memanjat. Selain bayi banyak belajar hal-hal baru, bayi juga belum bisa membedakan mana yang aman dan berbahaya.

Namun kecelakaan bisa dicegah. Memang tidak mungkin membuat lingkungan yang 100 persen aman tetapi Mama dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan. Popmama.com mengulas beberapa tips untuk Mama.

1. Bahaya tenggelam

1. Bahaya tenggelam
Freepik/ lunamarina

Tenggelam adalah salah satu penyebab utama cedera atau kematian yang tidak disengaja pada bayi dan anak. Biasanya bisa terjadi di bak mandi, kolam ikan, kolam renang, pantai, atau sungai.  Ingat ya Ma, bayi yang baru bisa berjalan bakal menjelajah kemana saja dan ini termasuk akan sangat tertarik bermain air yang ia bisa temukan. Apa yang harus dilakukan Mama  untuk mencegah terjadinya kecelakaan?

  • Bayi dapat dengan mudah tenggelam dalam air walau beberapa sentimeter. Jangan meninggalkan bayi sendirian di kamar mandi walau sebentar saja.
  • Tutup akuarium dan kolam ikan dengan jaring.
  • Bila ada kolam renang di rumah, buat pengaman di sekitarnya atau Mama bisa memasang pagar di pintu menuju kolam.
  • Kosongkan ember dan bathtub segera setelah digunakan.
  • Awasi dan dampingi bayi saat berada di kolam renang umum.

2. Kemungkinan terkena setrum listrik dan terbakar

2. Kemungkinan terkena setrum listrik terbakar
Youtube/JPS Electrical Services

Stop kontak selalu menjadi hal yang menarik untuk anak. Benda ini agak ajaib di otak mereka karena bisa membuat televisi atau peralatan elektronik lainnya menyala. Ia tentu penasaran melihat logang kecil imut yang ajaib itu. Tapi bayangkan betapa berbahayanya bila tangan mungil bayi Mama masuk ke dalam stop kontak.

Untuk mencegahnya, Mama dapat melakukan hal ini:

  • Pasang sakelar pengaman untuk mencegah sengatan listrik.
  • Tutup stop kontak dengan pengaman khusus atau Mama juga bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan dus bekas.
  • Sebisa mungkin jauhkan peralatan listrik yang berbahaya dari bayi.
  • Rapihkan kabel-kabel agar bayi tidak tertarik memainkannya lalu tak sengaja membelit tubuhnya.

3. Tidak sengaja makan racun

3. Tidak sengaja makan racun
Pexels/Rawpixel

Bayi cenderung memasukkan segala sesuatu ke mulut sehingga berisiko tinggi mengalami keracunan. Obat-obatan, cairan pembersih, sabun atau adalah penyebab utama keracunan pada bayi dan anak. Kasus keracunan yang paling serius termasuk menelan obat. Ini yang bisa dilakukan oleh Mama untuk mencegahnya:

  • Jauhkan semua obat-obatan dari pandangan bayi.
  • Ajari bayi untuk tidak menyentuh serangga atau memetik tanaman di taman.
  • Jangan menyebut obat-obatan sebagai permen. Bisa jadi karena warnanya yang menarik malah akan membuat bayi memasukkannya ke mulut.
  • Singkirkan semua obat-obatan, bahan kimia, dan produk pembersih setelah digunakan.
  • Jangan meninggalkan obat di atas meja atau bangku. Keluarkan obat hanya saat diperlukan.

Editors' Picks

4. Terluka parah karena jatuh

4. Terluka parah karena jatuh
Pixabay/Amarpreet25
Ilustrasi bayi menangis

Siapa yang tidak pernah jatuh? Ini sangat umum terjadi pada bayi dan anak-anak, bahkan orang dewasa. Bayi yang sedang belajar jalan pun sering jatuh. Mama dapat melakukan beberapa hal agar dapat mengurangi risiko terluka:

  • Bersihkan lantai dari benda-benda yang dapat membuat bayi tersandung.
  • Letakkan keset anti licin di kamar mandi.
  • Jangan biarkan bayi berlari atau berjalan dengan benda tajam seperti gunting, pisau atau bahkan garpu.
  • Penggunaan baby walker juga kemungkinan dapat menyebabkan bayi terguling atau jatuh.
  • Pasang pengaman di jendela, agar saat bayi  memanjatnya, ia tidak melompat keluar jendela.
  • Jauhkan furniture dari jendela. Pasang pagar pengaman di ujung tangga.

5. Luka bakar karena air panas atau api

5. Luka bakar karena air panas atau api
Youtube/ReviewedByPhil

Mayoritas luka bakar pada bayi dan anak disebabkan oleh air panas. Tersiram air panas dapat menyebabkan luka bakar, terkadang menimbulkan bekas. Luka bakar yang parah juga bisa mengancam jiwa. Apa yang bisa dilakukan Mama?

  • Jauhkan bayi dari minuman dan makanan panas.
  • Awasi bayi bila bermain di area dapur.
  • Pastikan air untuk mandi memiliki suhu yang pas hangatnya.
  • Hati-hati dengan dispenser air yang memiliki tombol air panas.
  • Jauhkan bayi dari termos air panas.
  • Jauhkan korek api atau gas dan cairan yang mudah terbakar dari jangkauan bayi.
  • Bila perlu, pasang pengaman di pintu dapur atau di sekitar kompor agar bayi tidak berusaha menjangkau kompor

6. Menelan mainan kecil dan tersedak

6. Menelan mainan kecil tersedak
Youtube/Sikana English

Waspadai makanan yang bisa menyebabkan tersedak. Seperti yang dikatakan sebelumnya, bayi mencoba menelan segala sesuatu di sekitar mereka. Pastikan untuk menjauhkan barang-barang rumah tangga yang kira-kira dapat tertelan oleh bayi.

  • Daging, kacang-kacangan dan permen adalah bahan makanan umum yang dapat menyebabkan tersedak. Hati-hati saat memberikannya kepada bayi Mama.
  • Koin, baterai, mainan miniatur, kunci, cincin, dan semua benda kecil letakkan di tempat yang sulit dijangkau oleh bayi.
  • Periksa apakah ada bagian kecil dalam mainan yang dapat menyebabkan tersedak.

7. Terbelit oleh tali tirai dan gorden

7. Terbelit oleh tali tirai gorden
reddit.com

Gorden adalah salah satu benda menarik bagi bayi. Biasanya bayi suka bermain petak umpet di balik gorden. Yang mungkin terjadi, gorden terlepas saat ditarik oleh bayi Mama dan dapat menimpanya. Selain itu juga, tali gorden juga berbahaya bagi bayi. Jangan letakkan tempat tidur atau kursi bayi di dekat jendela tempat ia dapat meraih tirai.

  • Awasi bayi bila berada di ruangan yang memiliki gorden bertali.
  • Periksa terus gorden dan talinya, apakah terpasang dengan baik.

Bayi akan terus belajar tetapi ia juga membutuhkan lingkungan yang aman untuk belajar. Semoga bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!