Sedang Musim Penyakit, Ini Penyebab dan Gejala Pneumonia pada Bayi

Ma, perhatikan gejalanya berikut ini agar Mama bisa memberi penanganan yang tepat pada si Kecil

25 Maret 2020

Sedang Musim Penyakit, Ini Penyebab Gejala Pneumonia Bayi
Frepik/A3pfamily

Pneumonia mungkin menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh para orangtua, terutama mereka yang memiliki anak usia bayi dan balita. Bagaimana tidak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa pneumonia masih menjadi penyakit infeksi yang paling mematikan untuk anak berusia kurang dari 5 tahun.

Ditambah lagi karena pada beberapa orang yang positif terkena virus Corona (Covid-19) dugaan pertamanya adalah penumonia. Namun, kedua penyakit ini memiliki cara penanganan yang berbeda. Sekarang, mari fokus ke bagaimana penanganan pneumonia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan sekitar 800.000 anak Indonesia terkena pneumonia. Menurut IDAI, setiap 20 detik, 1 dari 6 orang anak meninggal karena pneumonia.

Tak hanya di Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 melaporkan hampir 6 juta anak balita meninggal dunia, dan 16 persennya meninggal karena pneumonia.

Ini sangat menyayat hati, karena pneumonia sebenarnya adalah penyakit yang dapat dicegah.

Memangnya, apa sih pneumonia itu? “Pneumonia merupakan radang akut yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, misalnya bakteri atau virus,” tulis dr. Madeleine Ramdhani Jasin, SpA, dalam artikelnya untuk IDAI.

Mama mau tahu lebih lanjut informasi lengkap tentang pneumonia?

Yuk, simak info di bawah ini dan tingkatkan kewaspadaan Mama akan bahaya pneumonia.

Fakta Pneumonia pada Bayi

Fakta Pneumonia Bayi
Unsplash/Brytny.com

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan sekitar 800.000 anak Indonesia terkena pneumonia. Menurut IDAI, setiap 20 detik, 1 dari 6 orang anak meninggal karena pneumonia.

Tak hanya di Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015 melaporkan hampir 6 juta anak balita meninggal dunia, dan 16 persennya meninggal karena pneumonia.

Ini sangat menyayat hati, karena pneumonia sebenarnya adalah penyakit yang dapat dicegah.

Memangnya, apa sih pneumonia itu? “Pneumonia merupakan radang akut yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, misalnya bakteri atau virus,” tulis dr. Madeleine Ramdhani Jasin, SpA, dalam artikelnya untuk IDAI.

Mama mau tahu lebih lanjut informasi lengkap tentang pneumonia?

Yuk, simak info di bawah ini dan tingkatkan kewaspadaan Mama akan bahaya pneumonia.

Editors' Picks

Penyebab pneumonia pada bayi

Penyebab pneumonia bayi
Freepik/Shutter2u

Menurut Baby Center, dokter membagi pneumonia dalam 2 grup: yang disebabkan oleh bakteri, dan yang disebabkan oleh virus. Bayi biasanya terkena pneumonia dari respiratory syncytial virus (RSV).

American Lung Association mengatakan ada 5 penyebab utama pneumonia, yaitu:

  • Bakteri,
  • virus,
  • mycoplasma,
  • penyebab infeksi lainnya (seperti jamur, termasuk pneumocystis),
  • berbagai bahan kimia.

Ada banyak sekali jenis bakteri dan virus yang bisa menyebabkan pneumonia, namun yang paling sering menjadi penyebab adalah:

  • Bakteri
    • Pneumokokus (Streptococcus pneumonia),
    • HiB (Haemophilus influenza type b),
    • stafilokokus (Staphylococcus aureus).
  • Virus
    • Rhinovirus, 
    • respiratory syncytial virus (RSV),
    • virus influenza,
    • virus campak (morbili).

Tanda-tanda bayi terkena pneumonia

Tanda-tanda bayi terkena pneumonia
Freepik/Zurijeta

Tanda-tanda bayi mengalami pneumonia karena bakteri, adalah:

  • Demam tinggi,
  • napas cepat. Maka penting bagi Mama untuk menghitung frekuensi napas selama 1 menit. Batas frekuensi napas cepat pada bayi 2-12 bulan adalah 50 kali per menit,
  • batuk,
  • tidak tampak sakit parah,
  • kurang napsu makan,
  • sulit bernapas,
  • detak nadi lebih cepat,
  • muntah,
  • diare,
  • leher kaku (jarang terjadi),
  • sakit pada bagian abdominal.

Sedangkan bayi yang mengalami pneumonia karena virus, tanda-tandanya adalah:

  • Diawali dengan tanda seperti sakit flu yang semakin lama semakin parah,
  • demam,
  • batuk,
  • napas berbunyi,
  • napas cepat,
  • lemah,
  • muntah,
  • diare.

Cara Mencegah dan Mengatasi Pneumonia

Cara Mencegah Mengatasi Pneumonia
Freepik/Mrsiraphol

WHO mengatakan ada 3 langkah utama untuk menanggulangi pneumonia, yaitu proteksi, pencegahan, dan tata laksana yang tepat. Langkah tersebut adalah:

  • Proteksi

Langkah ini termasuk memberikan ASI eksklusif, nutrisi yang cukup, menjauhkan dari asap rokok dan polutan lainnya, dan hidup bersih juga higienis.

  • Pencegahan

Pneumonia bisa dicegah dengan memberikan imunisasi lengkap, yang dapat menurunkan angka kejadian hingga 50 persen. IDAI telah merekomendasikan pemberian imunisasi PCV untuk anak usia 2 bulan hingga 5 tahun.

  • Tata laksana yang tepat

Dimulai dari deteksi dini gejala pneumonia, hingga memberikan pengobatan yang cepat dan tepat jika bayi mengalami pneumonia.

Jangan lupa memberikan imunisasi lengkap untuk si Kecil ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.