Ini Alasan Mengapa si Kecil Sebaiknya Belajar Jalan Tanpa Sepatu

Sesungguhnya, alas kaki terbaik bagi bayi yang belajar berjalan adalah tanpa alas kaki

9 Februari 2019

Ini Alasan Mengapa si Kecil Sebaik Belajar Jalan Tanpa Sepatu
PIxabay/Feeloona

Saat si Kecil mulai belajar berjalan, Mama tentu sibuk mencari sepatu yang terbaik untuknya. Padahal, para peneliti sepakat bahwa kaki, seperti tangan, berkembang paling baik jika dibiarkan apa adanya.

Sama seperti tangan yang tak perlu menggunakan sarung tangan untuk melindunginya, sebenarnya kaki juga tak perlu perlindungan dalam perkembangannya.

Tracy Byrne, seorang spesialis kaki di Inggris, berpendapat bahwa menggunakan sepatu setiap saat dapat mengakibatkan hal-hal berikut ini pada anak.

1. Menghambat cara berjalan anak, bahkan perkembangan otaknya

1. Menghambat cara berjalan anak, bahkan perkembangan otaknya
Flickr/Berenice Garcia

Menurutnya, berjalan tanpa alas kaki akan mengembangkan otot-otot serta ligamen kaki. Selain itu, bertelanjang kaki juga akan meningkatkan kekuatan dan mengembangkan bentuk kaki. Efeknya bagi otak adalah, rasa kehati-hatian anak akan meningkat terhadap ruang di sekitar. 

Sepatu tidak diciptakan mengikuti bentuk kaki si Kecil. Bahkan sepatu memaksa bentuk kaki anak berubah. Sol dalam sepatu yang empuk jutsru membuat beban kaki berpindah ke lutut. Sol sepatu yang kaku, mencegah kaki bergerak bebas saat melangkah. Akibat pemakaian sepatu pada bayi ternyata buruk sebab membuat otot kaki si Kecil tidak berkembang dengan semestinya.  

2. Belajar berjalan tanpa bersepatu juga baik bagi melatih kewaspadaan

2. Belajar berjalan tanpa bersepatu juga baik bagi melatih kewaspadaan
Pixabay/Amartin0809

Tanpa sepatu, kaki menjadi lebih sehat karena tak terhalang apa pun, dan terbebas dari keringat yang dapat memicu masalah lainnya bagi kaki, misalnya jamuran.

Popmama.com tahu alasan Mama memakaikan si Kecil sepatu. Sepatu melindungi kakinya dari benda-benda berbahaya yang mungkin terinjaknya. Tetapi, melatih anak bertelanjang kaki ternyata banyak manfaatnya. Anak menjadi lebih waspada akan langkahnya. Ia juga akan belajar merasakan panas, dingin, permukaan kasar, halus, dan licin. 

Untuk melatih kepekaan indra perabanya, Mama bahkan harus melatihnya bertelanjang kaki di berbagai permukaan. Mulai dari lantai licin sampai jalan berbatu kerikil. Soal keamanan, Mama harus menjadi tim advance yang meneliti apakah jalur jalan si Kecil aman dari benda berbahaya. 

Editors' Picks

3. Postur tubuh anak menjadi lebih baik

3. Postur tubuh anak menjadi lebih baik
Pixabay/Mintchipdesigns

Dengan menggunakan sepatu, bayi bisa menjadi kikuk saat berjalan. Selain itu, anak-anak akan lebih mudah belajar berjalan dengan cara merasakan apa yang mereka injak, alih-alih terhalang oleh alas kaki.

Secara natural, tubuh manusia dalam posisi tegak saat berjalan. Posisi kepala harus mendongak, bukan menunduk. Menurut beberapa penelitian, dengan memakai sepatu, si Kecil justru melakukan gaya jalan yang tidak natural. Mereka terhalang oleh sepatu dan malah berkonsentrasi melihat ke bawah. Akibatnya, postur tubuhnya pun bisa berubah. 

Fakta tentang Pertumbuhan Kaki Bayi

Fakta tentang Pertumbuhan Kaki Bayi
Pixabay/RetyiRetyi

Saat lahir, kaki bayi belum memiliki tulang yang kuat dan terus berkembang hingga masa akhir remaja, menjadi 28 tulang yang ada di kaki manusia. Jadi, dalam proses ini amatlah penting untuk bertelanjang kaki sesering mungkin.

Tapi tentu saja, dengan pertimbangan sanitasi serta benda-benda tajam, Si Kecil memerlukan sepatu untuk melindungi kakinya. Jadi sepatu apa yang terbaik? Menurut Byrne, sepatu yang baik mempunyai sol yang amat fleksibel, ruang jemari yang luas, bentuknya sesuai dengan anatomi kaki, dan bisa disesuaikan dengan besar kaki (bertali, atau menggunakan velcro). Lihat cara memilih sepatu bayi di syarat sepatu bayi yang baik.

Ia mengingatkan, saat merangkak, jangan mengenakan sepatu pada anak karena itu akan mempersulitnya. Jadi, alas kaki terbaik bagi anak yang sedang belajar berjalan adalah tidak menggunakan alas kaki sama sekali.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!