Benar atau Salah? Menggendong Bayi agar Berhenti Menangis

Hati-hati Mama, perhatikan dulu hal-hal berikut ini.

13 Januari 2019

Benar atau Salah Menggendong Bayi agar Berhenti Menangis
c1.staticflickr.com

Mama tentu tak tega mendengarkan tangisan bayi dalam waktu lama. Lagipula, ini adalah cara si Kecil untuk berkomunikasi dengan Mama.

Saat ia menangis, haruskah Mama langsung menggendong dan membawanya ke mana pun Mama pergi agar ia tak menangis lagi?

Bayi bisa jadi tenang dengan cara seperti ini. Namun, Mama perlu ingat hal-hal berikut ini.

1. Bayi juga memiliki "tugas" lain

1. Bayi juga memiliki "tugas" lain
Pixabay/Ajale

Selain Mama tak bisa melakukan hal lain, si Kecil yang menempel pada Mama pun juga tak bisa melakukan hal lain pula.

Padahal, ia mempunyai "tugas" pula seperti belajar merangkak misalnya, yang akan nantinya akan membuatnya bebas pergi ke mana pun tanpa tergantung pada Mama.

2. Ia tak akan belajar bagaimana asyiknya bermain sendiri.

2. Ia tak akan belajar bagaimana asyik bermain sendiri.
Pixabay/Miltonhuallpa95

Bagi bayi, memiliki waktu mengasyikkan bagi dirinya sendiri adalah hal yang amat penting bagi perkembangan kepercayaan dirinya kelak.

Jika ia selalu bersama dengan Mama setiap saat, maka ia tak akan memiliki keterampilan untuk mandiri dengan kegiatannya sendiri.

3. Belajar menghargai orang lain

3. Belajar menghargai orang lain
Pixabay/PublicDomainPictures

Bahkan sedari kecil, bayi harus pula diajarkan bahwa orang lain, memiliki hak masing-masing. Sama seperti Mama memiliki hak untuk mengerjakan hal-hal lain. Dengan demikian, maka ia belajar untuk tidak menempatkan kepentingan dirinya di atas kepentingan orang lain.

Namun, sebelum membiarkan bayi untuk belajar mandiri, Mama juga perlu memperhatikan si Kecil saat ia menangis, dengan melihat hal-hal berikut ini

Editors' Picks

1. Sudahkah Mama meluangkan banyak waktu dengannya?

1. Sudahkah Mama meluangkan banyak waktu dengannya
Pixabay/ClaudioSilva

Selain hanya ingin bersama Mama setiap saat, bayi juga membutuhkan banyak perhatian dan perasaan nyaman.

Ingatlah di sela-sela mengerjakan hal-hal lain, apakah Mama hari ini sudah terlalu lama membiarkannya bermain sendiri dengan mainannya, atau terlalu lama mendudukkannya di kursi bayi di mobil saat bepergian? 

2. Cek kebutuhan dasar bayi saat ia menangis

2. Cek kebutuhan dasar bayi saat ia menangis
Pixabay/PublicDomainPictures

Perhatikan pula apakah ia harus diganti popoknya, atau apakah saat itu adalah jadwal makannya? Atau ia lelah?

Jangan sampai Mama mendiamkannya pada saat seperti ini jika ia meminta untuk digendong, ya.

3. Alihkan perhatiannya

3. Alihkan perhatiannya
Pixabay/StockSnap

Jika ia memang terus selalu menangis untuk minta digendong, Mama bisa memberikannya mainan.

Namun, bayi pada usia ini cepat bosan, jadi jangan terlalu memberi mainan dalam jumlah banyak. Yang harus Mama lakukan adalah sering-seringlah mengganti mainannya jika ia bosan, dan tantanglah ia dengan hal-hal baru seperti bagaimana memukul panci untuk menghasilkan bunyi tertentu.

3. Perpanjang waktunya

3. Perpanjang waktunya
Pixabay/Alexas_Fotos

Saat Mama sibuk mengurus rumah, beri bayi pengertian dengan mengatakan hal itu kepadanya dan perlahan, tingkatkan waktu membiarkannya bermain sendiri.

Jika Mama harus pergi ke ruangan lain, dengan catatan si Kecil aman untuk ditinggal sendiri untuk sesaat, cobalah untuk pergi sambil terus berbicara dengannya, sehingga ia bisa memastikan bahwa Mama tetap ada di dekatnya walaupun tak terlihat.

Mama juga harus ingat, bahwa walaupun harus mengajarinya disiplin dan sesibuk apapun Mama, bayi tetaplah membutuhkan banyak perhatian dari Mama ya.

Ayo, Mama pasti akan fasih membedakan tangisan manja dan butuh pertolongan. 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!