Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Umur Berapa Bayi Boleh Minum Jus Buah? Ini Faktanya
Pexels/Prince Soumya
  • Bayi dianjurkan tidak minum jus buah sebelum 12 bulan; hingga 6 bulan hanya ASI atau susu formula, dan setelah MPASI pun jus tetap ditunda.
  • Jus terlalu dini berisiko memicu gigi berlubang, diare, kelebihan berat badan, serta menggeser asupan gizi utama bayi.
  • Setelah usia satu tahun, pilih jus 100% murni tanpa gula tambahan, sajikan dengan gelas terbuka saat makan, dan hindari jus rumahan tanpa pasteurisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi jangan minum jus buah sebelum umur 1 tahun. Sampai 6 bulan, bayi hanya minum ASI atau susu formula. Jus terlalu cepat bisa bikin gigi rusak, diare, dan berat badan naik. Setelah 1 tahun, pilih jus buah murni tanpa gula. Jus diminum pakai gelas saat makan, bukan seharian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Momen si Kecil mulai mengenal makanan padat sering bikin Mama makin semangat mengeksplorasi menu baru, termasuk jus buah. 

Warnanya yang cerah dan rasanya yang manis membuat banyak orang tua tergoda untuk memberikannya lebih awal, apalagi kalau melihat anak tetangga sudah lebih dulu minum jus sejak bayi.

Padahal, urusan jus buah untuk bayi ternyata tidak sesederhana kelihatannya. Ada usia yang direkomendasikan dan ada juga risiko kalau diberikan terlalu dini. 

Buat Mama yang penasaran kapan seharusnya si Kecil diberikan jus? Berikut Popmama.com mengulas umur berapa bayi boleh minum jus buah? Yuk, simak sampai habis!

Umur Berapa Bayi Boleh Minum Jus Buah?

Pexels/Alamin Hossain

Jawaban singkatnya, ialah tunggu sampai si Kecil berusia setidaknya 12 bulan. Melansir Harvard Health, American Academy of Pediatrics (AAP) memperbarui rekomendasinya pada 2017 dan menegaskan bahwa bayi di bawah usia 1 tahun sebaiknya sama sekali tidak diberi jus buah. 

Mengutip Cleveland Clinic, dr. Kimberly Churbock, dokter anak, menjelaskan bahwa hingga usia 6 bulan, bayi hanya boleh minum ASI atau susu formula. 

Di luar itu, termasuk jus buah dan air putih, berpotensi berbahaya karena lambung bayi masih sangat kecil dan kebutuhan gizinya sangat spesifik. Bahkan setelah si Kecil mulai makan MPASI di usia 6 bulan, jus buah tetap belum boleh diberikan sampai usianya genap 1 tahun.

Apa Risiko Memberikan Jus Buah Terlalu Dini pada Bayi?

Pexels/Huynh Van

Memberikan jus buah sebelum waktunya bukan cuma soal belum perlu, tapi juga bisa berdampak nyata pada kesehatan bayi mama. Berikut beberapa risikonya.

  • Gigi berlubang
    Menurut Harvard Health, gula dalam jus yang menempel lama di mulut bisa memicu kerusakan gigi, apalagi jika diminum lewat botol atau sippy cup sepanjang hari. 

  • Diare
    Mengutip Cleveland Clinic, jus buah dapat memicu diare, terutama pada bayi dan balita yang sistem pencernaannya belum matang sempurna.

  • Lebih rentan terhadap kelebihan berat badan
    Menurut WebMD, jus buah tinggi gula namun rendah serat, sehingga tubuh bayi tidak cepat merasa kenyang meski kalori yang masuk sudah banyak. 

  • Menggeser kebutuhan gizi utama
    Dikutip dari Cleveland Clinic, bayi di bawah 6 bulan hanya membutuhkan ASI atau susu formula. 

Buah Apa yang Aman Diberikan kepada Bayi sebagai Jus?

Pexels/Dziana Hasanbekava

Begitu si Kecil sudah cukup umur, Mama tetap perlu selektif memilih jenis buahnya. Tidak semua buah cocok dijadikan jus pertama untuk bayi.

  • Apel
    Mengutip Healthline, apel punya rasa yang ringan dan lembut di lidah, sehingga cocok jadi perkenalan pertama jus buah untuk anak.

  • Pir
    Pir juga direkomendasikan karena rasanya tidak terlalu tajam dan jarang memicu alergi.

  • Plum atau prune
    Mengutip Cleveland Clinic, jus apel, pir, atau prune dalam jumlah kecil kadang direkomendasikan oleh dokter anak khusus untuk membantu meredakan sembelit pada si Kecil, bukan untuk konsumsi harian biasa.

Apa pun buahnya, pastikan Mama memilih jus 100% murni tanpa campuran gula tambahan, ya.

Bolehkah Bayi Minum Jus Kemasan?

Pexels/Raymart Arniño

Jawabannya, boleh, dengan catatan Mama harus jeli membaca label kemasannya supaya jus yang diberikan dapat diserap dengan baik oleh si Kecil.

Mengutip Cleveland Clinic, jus yang aman untuk anak adalah 100% fruit juice tanpa bahan tambahan apa pun, baik yang fresh pasteurized (langsung diperas lalu dipanaskan sebentar untuk membunuh bakteri) maupun reconstituted dari konsentrat yang sudah melalui proses serupa. 

Sebaliknya, jus buatan sendiri di rumah justru tidak disarankan karena belum melalui proses pasteurisasi sehingga berisiko mengandung bakteri.

Melansir Healthline, Mama juga perlu waspada terhadap kemasan berlabel "cocktail", "drink", "beverage", atau "-ade" karena biasanya bukan jus murni, melainkan minuman rasa buah dengan tambahan gula. 

Semakin pendek daftar bahan di label kemasan dan semakin familiar nama bahannya, biasanya semakin aman jus tersebut untuk si Kecil.

Tips Memberikan Jus kepada Bayi

Pexels/Agung Pandit Wiguna

Supaya momen minum jus tetap menyenangkan sekaligus aman, coba terapkan beberapa tips berikut.

  • Gunakan gelas terbuka, bukan botol atau sippy cup
    Mengutip WebMD, disarankan agar hal ini dilakukan agar bayi tidak terbiasa "ngemil" jus sepanjang hari yang berisiko merusak gigi.

  • Berikan saat jam makan, bukan sepanjang hari
    Mengutip Harvard Health, jus disarankan dihabiskan dalam satu waktu duduk, bukan dibawa-bawa dalam tas atau berpindah tangan sepanjang aktivitas.

  • Jangan jadikan jus sebagai obat diare atau dehidrasi
    Dilansir dari Rady Children's Health, jus buah bukan solusi untuk menangani diare maupun dehidrasi pada anak, air putih dan cairan elektrolit yang direkomendasikan dokterlah jawabannya.

Nah, itulah pembahasan mengenai umur berapa bayi boleh minum jus buah? Semoga informatif dan bermanfaat,Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article