Heboh Bayi Diberi Telur Mentah, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Kericuhan ini bermula dari sebuah postingan seorang mama di Tiktok

2 Januari 2021

Heboh Bayi Diberi Telur Mentah, Apa Dampak bagi Kesehatan
Unsplash/Jen Johnsson

Beberapa hari belakangan ini, ramai dibicarakan di media sosial tentang konsumsi telur mentah yang diberikan pada bayi. Kericuhan ini bermula dari sebuah postingan seorang mama di TikTok yang memberikan campuran telur mentah dan susu formula untuk sang Bayi yang usia belum satu tahun.

Netizen pun bereaksi dengan mengomentari postingan tersebut karena dianggap membahayakan kesehatan sang Bayi. 

Beberapa orang memercayai pemberian telur mentah dapat meningkatkan kesehatan bayi. Namun, di sisi lain, tak sedikit yang menentang kepercayaan tersebut karena dianggap dapat membahayakan kesehatan bayi. Lalu, sebetulnya boleh atau tidak ya bayi mengonsumsi telur mentah?

Berikut ini Popmama.com merangkum informasinya, dilansir dari berbagai sumber:

Kandungan Gizi Dalam Telur untuk Kesehatan Bayi

Kandungan Gizi Dalam Telur Kesehatan Bayi
Freepik

Telur adalah sumber nutrisi yang mudah ditemukan dan cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Dilansir dari MomJunction, dalam satu butir telur ayam ukuran sedang, mengandung sedikitnya:

  • 80 kkal kalori
  • 6,3 gram protein
  • 0,6 gram karbohidrat
  • 5 gram total lemak
  • 63 mg sodium
  • 213 mg kolesterol
  • 100 mcg kolin

Dengan kandungan nutrisi yang cukup kaya, telur dapat memenuhi kebutuhan protein yang berguna untuk regenerasi sel bayi dan membangun jaringan tubuh bayi. Selain itu, kandungan kolin dalam telur penting untuk perkembangan sel-sel otak, didukung pula dengan omega-3 yang tinggi. 
 

Editors' Picks

Bahaya Memberikan Telur Mentah untuk Bayi

Bahaya Memberikan Telur Mentah Bayi
Freepik

Sebagian orang percaya bahwa telur yang dimasak telah kehilangan sebagian nutrisinya sehingga memilih untuk memberikan telur mentah pada sang Anak. Tetapi, dilansir dari Bundoo, nyatanya telur yang dimasak benar-benar matang tidak kehilangan nutrisinya kok, Ma. Telur matang masih mengandung serangkaian protein, lemak baik, dan vitamin yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak. 

Sebaliknya, telur yang mentah justru membahayakan kesehatan manusia. Ini dikarenakan telur mentah berpotensi membawa bakteri Salmonella. Jika bakteri ini masuk dalam tubuh manusia, maka bisa mengakibatkan keracunan makanan yang ditandai dengan diare, muntah, kram, demam, dan sakit kepala.

Memberi telur mentah pada bayi dapat membuatnya jatuh sakit karena alasan kesehatan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hal ini semakin berisiko pada anak yang berusia di bawah lima tahun karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna.

Olahan Makanan yang Harus Diwaspadai karena Mengandung Telur Mentah

Olahan Makanan Harus Diwaspadai karena Mengandung Telur Mentah
Freepik/Jcomp

Selain telur mentah atau telur setengah matang, beberapa olahan makanan menyertakan telur yang tidak benar-benar dimasak sampai matang. Sebaiknya Mama menghindari olahan-olahan makanan ini untuk bayi, antara lain:

  • STMJ (susu telur madu jahe)
  • Mousse
  • Biskuit dan adonan kue
  • Es krim buatan sendiri
  • Mayones buatan sendiri
  • Saus salad caesar
  • Tiramisu
     

Mengapa Orang Jepang Boleh Mengonsumsi Telur Mentah?

Mengapa Orang Jepang Boleh Mengonsumsi Telur Mentah
Freepik/Foodiesfeed

Berseberangan dengan 'aturan' umum yang berlaku dalam mengonsumsi telur, orang Jepang justru menyukai olahan telur mentah yang dimakan dengan nasi dan kecap asin, yang disebut tamago kake gohan. Mama mungkin merasa bingung, apakah aman makan telur mentah seperti itu?

Dilansir dari Japan Junky, telur di Jepang memang aman dimakan bahkan dalam kondisi mentah. Ayam-ayam di Jepang semuanya telah melewati proses tes dan vaksin secara rutin yang mencegahnya dari penyebaran infeksi bakteri. Karena telur mentah sudah sejak lama menjadi bagian dari budaya makan masyarakat Jepang, sehingga masyarakat Jepang benar-benar memerhatikan kebersihan proses produksi hingga penyajian telur dengan sebaik-baiknya. 

Kualitas telur yang diproduksi oleh peternakan di Jepang telah melewati metode modern yang sangat ketat. Peternakan ayam di Jepang membatasi siapa saja yang boleh masuk ke dalamnya. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah serangga, burung liar, dan hewan-hewan lain masuk ke dalamnya.

Semua pekerja mengenakan seragam khusus. Makanan yang diberikan pada ayam pun diolah khusus untuk membantu mereka menghasilkan telur yang lebih baik.

Namun, hingga saat ini pengecualian makan telur mentah ini hanya aman dilakukan menggunakan telur ayam Jepang. Di Indonesia, sebaiknya kita mengonsumsi telur yang sudah matang saja karena kualitasnya masih belum seperti kualitas telur di Jepang.

Seberapa Banyak Telur yang Boleh Dikonsumsi Anak Setiap Harinya?

Seberapa Banyak Telur Boleh Dikonsumsi Anak Setiap Harinya
Pexels/Pixabay

Sebetulnya, tidak ada batasan pasti mengenai jumlah telur yang boleh dikonsumsi anak setiap harinya. Namun, secara umum pada anak-anak disarankan mengonsumsi empat butir telur dalam seminggu. Jumlah ini ideal untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan juga mencegah risiko kolesterol tinggi karena konsumsi berlebih. 

Tidak ada salahnya si Kecil makan satu telur sehari atau tujuh butir telur seminggu. Tapi jika lebih dari itu, bisa saja ada risiko penyakit jantung koroner atau stroke mengintainya di kemudian hari. Cara terbaik adalah memberi makan anak dengan makanan yang bervariasi untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan semua nutrisi dari berbagai sumber, alih-alih memberinya makan berlebihan hanya dengan satu jenis makanan.

Itulah aturan pemberian telur untuk bayi. Semoga informasi ini membantu Mama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang menyehatkan bagi tumbuh-kembang si Kecil. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.