Tahapan Bayi Belajar Berjalan: Dari Duduk Hingga Langkah Pertamanya

Selalu semangati dan beri pujian agar bayi mama semakin percaya diri

10 Desember 2019

Tahapan Bayi Belajar Berjalan Dari Duduk Hingga Langkah Pertamanya
Pexels/Juan Pablo Arenas

Salah satu tonggak perkembangan penting dalam kehidupan bayi adalah belajar berjalan. Meskipun berjalan merupakan bagian dari perkembangan yang mendorong bayi melakukannya secara alamiah, sebetulnya ini tak terjadi tiba-tiba. 

Bayi punya tahapan hingga akhirnya kakinya kuat untuk berdiri dan melangkah. Orangtua pun perlu menyemangati, mendorong dan melatih agar proses belajar berjalan ini semakin lancar. Seperti apa tahapannya dan apa yang bisa dilakukan orangtua dalam tiap fasenya? Berikut Popmama.com merangkumnya, dilansir dari parents.com:

1. Fase duduk

1. Fase duduk
Freepik/ V.ivash

Saat si Kecil mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan orang lain atau pun bersandar pada boneka kesayangannya, itu artinya ia berada di fase pertama mendapatkan kemampuan mobilitasnya. Duduk akan membantu bayi memperkuat otot yang diperlukannya untuk belajar berdiri kelak.

Bayi mengalami tahapan ini di usia 4-7 bulan. Pada fase ini, Mama bisa mengajak bayi bermain putar bola bolak-balik atau permainan susun-menyusun untuk membantu meningkatkan kekuatan ototnya.

2. Fase merangkak

2. Fase merangkak
Freepik/Bearfotos

Hal penting yang harus dilakukan bayi pada tahap ini adalah belajar menggerakkan lengan dan kakinya bersamaan. Ia akan menggunakan kemampuan ini saat tiba waktunya berjalan nanti. 

Fase merangkak akan berlangsung di usia 7-10 bulan. Untuk meningkatkan kemampuannya, Mama bisa membiarkannya merangkak melintasi ruangan atau memancingnya mengambil mainan favoritnya yang diletakkan pada jarak tertentu. Jangan lupa memuji usahanya ya, Ma!

Editors' Picks

3. Fase mengangkat tubuh

3. Fase mengangkat tubuh
Pexels/Craig Adderley

Seiring dengan semakin kuatnya tubuh bayi dan rasa ingin tahunya makin tinggi, ia akan mulai mengangkat tubuhnya dan berusaha berdiri melihat dunia sekitar. Ia berpegangan pada furnitur, tembok ,atau tubuh Mama dan Papa untuk menjaga keseimbangan. 

Tahapan ini biasanya mulai terlihat saat bayi berusia 8 bulan. Bantu ia mengangkat tubuhnya dan tunjukkan bagaimana caranya menekuk lutut untuk kembali ke posisi duduk. 

4. Fase berjalan dengan bantuan

4. Fase berjalan bantuan
Freepik/Senivpetro

Saat bayi mulai mengangkat tubuh dan belajar menyeimbangkan diri dengan memegang tangan Mama, cobalah perlahan-lahan ajak ia melangkahkan kaki. Cara ini akan membantunya menuju fase berjalan dan meningkatkan rasa percaya dirinya untuk melangkahkan kaki sendiri pertama kali. 

Bayi mengalami fase ini pada usia sekitar 8-9 bulan. Selama itu, jangan lelah mengajaknya terus berlatih karena semakin ia terbiasa berdiri dan menapakkan kaki, ia akan merasa nyaman melangkahkan kaki sendiri.

5. Fase berdiri tanpa pegangan

5. Fase berdiri tanpa pegangan
Freepik/rawpixel.com

Keseimbangan adalah kunci penting pada fase belajar berjalan. Jika bayi dapat berdiri dan menyeimbangkan dirinya sendiri tanpa bantuan selama beberapa detik, itu tandanya ia siap untuk belajar berjalan sendiri.

Fase yang dialami pada bayi umumnya di usia 9-12 bulan ini bisa terus dirangsang dengan permainan-permainan sederhana. Misalnya, duduklah dengan bayi di lantai dan bantu ia berdiri. Kemudian hitung sampai akhirnya ia tumbang. Berikan pujian untuk setiap usaha yang dilakukannya agar ia termotivasi untuk terus belajar.

6. Fase langkah pertama

6. Fase langkah pertama
Freepik/a3pfamily

Belajar berjalan sesungguhnya adalah soal mendorong anak supaya terus percaya diri terhadap apa yang dilakukannya. Biasanya langkah pertama bayi terjadi pada usia 9-12 bulan. Fase ini merupakan saat yang monumental dalam tahap perkembangan si Kecil. Jadi, rayakanlah! 

7. Fase berjalan sendiri

7. Fase berjalan sendiri
Freepik/shangarey

Mungkin membutuhkan jatuh-bangun, tangisan dan putus asa, tetapi percayalah semua itu wujud usaha anak karena ia ingin bisa berjalan di atas kakinya sendiri. Jangan berhenti memuji usaha anak, biarkan ia mengeksplorasi kemampuannya. Pastikan menjaga furnitur dan benda-benda di sekitar rumah aman untuk menjaga anak dari celaka sejak anak memasuki usia 12 bulan. 

Perlu diingat, tiap anak istimewa. Mereka punya tahap perkembangan masing-masing yang bisa jadi tak sama. Tetapi jika anak Mama masih belum bisa berjalan atau menunjukkan tanda-tanda perkembangan hingga usia 18 bulan, sebaiknya konsultasikan perkembangannya pada dokter anak agar ditemukan diagnosis dan penanganan yang tepat. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.