AWMUN XIV di Maldives Latih Anak Jadi Diplomat Muda, Bekal Masa Depan

Dengan banyaknya perubahan yang ada di dunia saat ini, tak sedikit orangtua bertanya-tanya, bagaimana ya cara melatih anak agar percaya diri, berani berpendapat, dan mampu bekerja sama?
Jawaban dari keresahan para orangtua ini ternyata nggak selalu dari bangku sekolah saja, kok. Anak juga perlu ruang aman untuk belajar diplomasi, negosiasi, dan empati, yang jarang diajarkan di kelas.
Nah, salah satunya baru saja hadir di Maldives melalui konferensi Asia World Model United Nations (AWMUN) XIV. Acara ini bukan sekadar lomba debat biasa, melainkan simulasi sidang PBB yang sesungguhnya.
Dengan dua kelompok usia dan topik yang relevan, AWMUN bahkan telah terdaftar di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek RI. Bisa jadi bekal protofolio anak kelak nanti nih, Ma.
Bisa jadi wawasan baru bagi Mama dan anak, berikut Popmama.com rangkumkan alasan acara ini bisa jadi bekal masa depan anak.
1. Anak belajar keterampilan yang tidak diajarkan di sekolah

Dalam pidato acara tersebut, Menteri Luar Negeri Maldives, Iruthisham Adam, menjelaskan bahwa forum seperti AWMUN mengajarkan kemampuan yang sangat penting namun jarang masuk kurikulum di sekolah.
Di sini, anak akan belajar untuk berbeda pendapat tanpa saling merendahkan dan mendengarkan dengan penuh empati.
Nah, dua kemampuan inilah yang bisa menjadi kunci sukses di dunia kerja masa depan, Ma.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden International Global Network, Muhammad Fahrizal, juga menekankan bahwa forum ini bisa menjadi batu loncatan untuk anak mengembangkan ide-ide brilian dan membangun kepercayaan diri untuk menuju panggung global.
Dengan sistem pelatihan dan pendampingan yang kuat, anak-anak yang awalnya mungkin malu, bisa berubah menjadi pembicara yang percaya diri.
Mereka belajar merumuskan argumen yang dimiliki, mencari solusi bersama, dan menghormati pendapat orang lain. Inilah bekal kepemimpinan yang sesungguhnya, Ma.
2. Topik yang diajukan sesuai usia anak

Tenang saja, Ma, dalam forum ini menghadirkan dua dewan yang dipisahkan berdasarkan usia.
Untuk anak usia 11-14 tahun, ada World Health Organization (WHO) dengan topik "Preventing the Spread of Communicable Diseases in Public Places".
Topik ini dekat dengan keseharian anak, misalnya bagaimana mencegah penularan penyakit di sekolah atau tempat umum lainnya.
Sementara untuk remaja usia 15 tahun ke atas, ada United Nations Human Rights Council (UNHRC) dengan topik "Fair Play: Protecting Political Rights and Preventing Arbitrary Detention During Electoral Processes".
Topik ini lebih menantang dan mengasah cara berpikir kritis anak tentang keadilan dan hak asasi manusia (HAM).
Melalui forum ini, para peserta belajar keterampilan yang sangat penting namun jarang diajarkan, yaitu kemampuan untuk berbeda pendapat tanpa saling merendahkan, serta kemampuan mendengarkan dengan empati.
Sebagaimana pidato Menteri Luar Negeri Maldives, Iruthisham Adam, keterampilan tersebut bukan sekadar kemampuan konferensi, melainkan bagian dari keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda.
3. Forum yang diakui oleh nasional
Kabar baiknya, Ma, AWMUN XIV telah secara resmi terdaftar di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Artinya, pengalaman anak-anak Indonesia yang mengikuti konferensi ini bisa menjadi nilai tambah yang diakui secara nasional.
Dengan adanya pengalaman internasional seperti ini, anak pun akan memperkuat kemampuan yang tidak diajarkan di sekolah, serta menambah portofolio akademik mereka di masa depan.
Ini akan sangat berguna untuk proses seleksi menuju perguruan tinggi unggulan atau institusi profesional bereputasi global, yang biasanya tak hanya melihat nilai rapor saja.
Nah, dengan mengikutsertakan anak kita dalam forum ini, anak akan memiliki pemahaman mengenai kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kesadaran global.
Selain itu, International Global Network (IGN) sebagai penyelenggara dari forum ini juga telah melaksanakan lebih dari 60 program internasional sejak 2016.
AWMUN termasuk dalam 5 besar MUN terbaik di Asia bersama program saudaranya, AYIMUN. Bahkan, konferensi selanjutnya sudah dijadwalkan akan berlangsung di Bangkok, Thailand pada 26-29 Juni 2026.
Forum seperti ini sangat layak menjadi pertimbangan Mama untuk bekal masa depan anak, karena masa depan mereka tidak menunggu saat tumbuh dewasa, melainkan bisa mulai belajar memimpin sejak dini.


















