Mad Thobi'i: Penjelasan Hukum Tajwid dan Penjelasannya dalam Alquran

Mad thobi’i merupakan hukum tajwid yang dibaca dengan panjang dua harakat

21 Oktober 2021

Mad Thobi'i Penjelasan Hukum Tajwid Penjelasan dalam Alquran
Freepik

Unsur yang terdapat dan dibahas dalam mad thobi’i yaitu ahkamul maddi wal qasr, yaitu panjang dan pendeknya suatu ucapan. 

Berdasarkan dari buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid karya Dr. Marzuki, M.Ag. dkk., menyebutkan bahwa mad yaitu memanjangkan suara menggunakan satu huruf yang terdapat diantara huruf-huruf mad atau lain ketika bertemu hamzah atau sukun.

Secara bahasa, mad thobi’i memiliki arti alami atau biasa, yakni tidak lebih maupun tidak kurang. Mad Thobi’i juga dikenal dengan istilah Mad Ashli atau asal mula suatu kejadian. Inilah yang menjadi kunci utama dalam belajar hukum mad.

Cara membaca mad thobi’i ini dipanjangkan dengan 2 harakat atau 1 alif. Huruf mad thobi’i terdiri dari tiga, yaitu ( ي ) 'ya) , و ) wau dan alif ( ا). Syarat dari mad thobi’i ini apabila wau jatuh setelah dhammah, ya jatuh setelah kasrah, dan juga alif jatuh setelah fathah.

Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasan dan hukum bacaan dari mad thobi’i beserta contohnya dalam Alquran.

Editors' Picks

1. Contoh bacaan mad thobi’i dalam surat An-Nas dan Al-Falaq

1. Contoh bacaan mad thobi’i dalam surat An-Nas Al-Falaq
Freepik

1. Q.S An-Nas Ayat 1

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Qul a'uzu birabbin naas

Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia.

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalah qul a'uzu birabbin naas, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf alif setelah fathah) maka dibaca qul a'uzu birabbin naas.

2. Q.S An-Nas Ayat 4

مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ  ۙ الۡخَـنَّاسِ

Min sharril was waasil khannaas

Artinya: Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi.

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalah min sharril was waasil khannaas, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf alif setelah fathah) maka dibaca min sharril was waasil khannaas.

3. Q.S Al-Falaq Ayat 1

قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِۙ

Qul a'uzuu bi rabbil-falaq

Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalah qul a'uzuu bi rabbil-falaq, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf wau setelah dhammah) maka dibaca qul a'uzuu bi rabbil-falaq.

2. Contoh bacaan mad thobi’i dalam surat Asy-Syura

2. Contoh bacaan mad thobi’i dalam surat Asy-Syura
Pixabay/EmAji

1. Q.S Asy-Syura Ayat 2

تِلۡكَ اٰيٰتُ الۡكِتٰبِ الۡمُبِيۡنِ‏

Tilka Aayaatul Kitaabil Mubiin

Artinya: Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalah tilka aayaatul kitaabil Mubiin, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf alif setelah fathah) maka dibaca tilka aayaatul kitaabil Mubiin.

2. Q.S Asy-Syura Ayat 3

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّـفۡسَكَ اَلَّا يَكُوۡنُوۡا مُؤۡمِنِيۡنَ‏

La'allaka baakhi'un nafsaka allaa yakuunuu mu'miniin

Artinya: Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman.

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalah la'allaka baakhi'un, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf alif setelah fathah) maka dibaca la'allaka baakhi'un.

3. Q.S Asy-Syura Ayat 11

قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَ​ؕ اَلَا يَتَّقُوۡنَ​‏

Qawma Fir'awn; alaa yattaquun

Artinya: (yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalahalaa yattaquun, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf alif setelah fathah) maka dibaca alaa yattaquun.

3. Contoh bacaan mad thobi’i dalam surat An-Nasr, Al-Qari’ah, dan At-Takasur

3. Contoh bacaan mad thobi’i dalam surat An-Nasr, Al-Qari’ah, At-Takasur
Pexels/Abdulmeilk Aldawsar

1. Q.S  An-Nasr Ayat 2

وَرَاَيۡتَ النَّاسَ يَدۡخُلُوۡنَ فِىۡ دِيۡنِ اللّٰهِ اَفۡوَاجًا

Wa ra-aitan naasa yadkhuluuna fii diinil laahi afwajah

Artinya: Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah.

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalah fii diinil laahi afwajah, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf ya setelah kasrah) maka dibacafii diinil laahi afwajah.

2. Q.S Al-Qari’ah Ayat 7

فَهُوَ فِىۡ عِيۡشَةٍ رَّاضِيَةٍ

Fahuwa fii 'ishatir raadiyah

Artinya: Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang).

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalah fahuwa fii 'ishatir raadiyah, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf alif setelah kasrah) maka dibaca fahuwa fii 'ishatir raadiyah.

3. Q.S At-Takasur Ayat 5

كَلَّا لَوۡ تَعۡلَمُوۡنَ عِلۡمَ الۡيَقِيۡنِؕ

Kalla law ta'lamuuna 'ilmal yaqiin

Artinya: Sekali-kali tidak! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti.

Pada ayat ini penulisan seharusnya adalah kalla law ta'lamuuna 'ilmal yaqiin, namun karena terdapat mad thobi’i (mad thobi’i bertemu dengan huruf ya setelah kasrah) maka dibaca kalla law ta'lamuuna 'ilmal yaqiin.

Nah, itulah penjelasan tentang hukum bacaan dari mad thobi’i yang perlu anak mama ketahui.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.