Apa Bedanya Tiongkok dan Tionghoa? Jangan Tertukar!

- Tiongkok dan Tionghoa terdengar mirip tetapi memiliki makna yang berbeda
- Tiongkok adalah negara berdaulat, sedangkan Tionghoa merujuk pada etnis atau keturunan Tiongkok
- Penting untuk membedakan Tionghoa dan Tiongkok agar istilah yang digunakan tepat dan sesuai konteks
Mama mungkin sering mendengar kedua istilah Tiongkok dan Tionghoa dalam percakapan sehari-hari.
Ketika anak pulang sekolah dan bercerita tentang teman sekelasnya yang keturunan Tionghoa atau saat Mama membaca berita tentang hubungan Indonesia dengan Tiongkok.
Kedua kata ini memang sering muncul dan terkadang membuat Mama bertanya-tanya apakah keduanya sama atau berbeda.
Ternyata Tiongkok dan Tionghoa memiliki makna yang berbeda meskipun sering digunakan secara bergantian.
Berikut Popmama.com rangkum perbedaan Tiongkok dan Tionghoa yang sering bikin tertukar.
Table of Content
1. Asal usul kata Tiongkok dan Tionghoa

Kata "Tionghoa" berasal dari dialek Hokkien, yaitu Tiong-hôa, yang merupakan pelafalan dari Zhōnghuá dalam bahasa Mandarin. Secara harfiah, istilah ini berarti “Tiongkok” atau “Negeri Tengah” dan dipakai untuk menyebut etnis keturunan Tiongkok di Indonesia.
Istilah ini mulai populer di awal abad ke-20 melalui organisasi Tionghoa modern, Tiong Hoa Hwee Koan, sebagai identitas budaya yang lebih terhormat dibanding sebutan “Cina” yang dulu memiliki konotasi merendahkan.
Dalam sejarahnya, Zhōnghuá terkait dengan istilah Zhōngguó yang merepresentasikan daratan Tiongkok sebagai pusat peradaban, sedangkan penggunaan kata Tionghoa di Indonesia membedakan komunitas perantau dari sebutan lain seperti Tenglang atau Thangren yang dipakai imigran dari selatan Tiongkok.
2. Tiongkok merujuk pada negara dan wilayah geografis

Tiongkok (secara resmi Republik Rakyat Tiongkok/RRT) adalah negara di Asia Timur dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dan luas wilayah sekitar 9,6 juta km², menjadikannya negara terluas ke-3 atau ke-4 di dunia.
Beribu kota di Beijing, Tiongkok merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia dan memiliki peradaban kuno tertua yang masih ada hingga kini.
Negara ini berdaulat dengan pemerintahan, hukum, dan batas wilayah sendiri, memiliki bentang alam yang sangat beragam, serta berbatasan langsung dengan 14 negara.
3. Tionghoa merujuk pada etnis dan keturunan

Tionghoa adalah sebutan bagi etnis atau keturunan orang yang berasal dari Tiongkok, yang sejak abad ke-13 telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Etnis ini telah lama berimigrasi ke Nusantara sejak ratusan tahun lalu, berbaur, dan berasimilasi dengan masyarakat lokal. Etnis Tionghoa memiliki keragaman bahasa dan dialek seperti Hokkien, Hakka, Teochew, dan Kanton, serta memelihara tradisi dan adat istiadat turun-temurun.
Mereka juga melestarikan berbagai budaya, mulai dari kesenian, kuliner khas, hingga perayaan tradisional seperti Imlek dan Cap Go Meh. Di Indonesia, istilah Tionghoa digunakan karena lebih netral dan diterima dibandingkan kata "Cina".
4. Istilah Tiongkok dan Tionghoa dalam sehari-hari

Tiongkok digunakan untuk menyebut negara berdaulat dengan pemerintahan, hukum, dan wilayahnya sendiri, misalnya ketika Mama membaca berita tentang kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.
Sedangkan Tionghoa merujuk pada etnis atau kelompok orang keturunan Tiongkok yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang menjaga budaya, bahasa, dan tradisinya, contohnya ketika menyebut teman sekelas, tetangga, atau komunitas Tionghoa-Indonesia yang merayakan Imlek.
Perbedaan ini penting dipahami untuk menghargai identitas etnis dan menggunakan istilah dengan tepat.
5. Alasan istilah Cina diganti dengan Tiongkok dan Tionghoa

Sebelumnya Mama mungkin sering mendengar istilah Cina untuk menyebut negara maupun etnisnya.
Penggunaan istilah Cina sempat menuai kontroversi karena dianggap memiliki nada negatif dan bernuansa diskriminatif terutama selama era Orde Baru.
Setelah masa reformasi pemerintah Indonesia menganjurkan penggunaan kata Tiongkok dan Tionghoa untuk menggantikan istilah yang berpotensi menyinggung tersebut.
Hal ini diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2014 yang secara resmi menetapkan penggunaan istilah Tiongkok dan Tionghoa dalam dokumen resmi pemerintah.
Perubahan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap komunitas Tionghoa di Indonesia dan untuk menciptakan suasana yang lebih inklusif.
Itulah, Ma, perbedaan Tiongkok dan Tionghoa yang perlu Mama pahami agar tidak tertukar lagi. Apakah Mama sudah bisa membedakan istilah Tiongkok dan Tionghoa?
FAQ Seputar Apa Bedanya Tiongkok dan Tionghoa
| Kenapa China disebut Tiongkok? | China disebut Tiongkok karena istilah itu berasal dari dialek Hokkien "Tiong-kok" yang berarti "Negara Tengah" ( Zhongguo dalam bahasa Mandarin), yang diserap oleh masyarakat Indonesia dari pedagang Tionghoa perantauan sejak lama dan kemudian menjadi istilah resmi untuk menghilangkan konotasi negatif dari kata "Cina". Nama "Zhongguo" sendiri sudah digunakan ribuan tahun lalu dan merujuk pada keyakinan Tiongkok sebagai "pusat dunia". |
| Hongkong dan Tiongkok apakah sama? | Hong Kong (Hanzi: 香港, Kanton: [hœ́ːŋ.kɔ̌ːŋ] ), resminya Wilayah Administratif Khusus Hong Kong di Republik Rakyat Tiongkok, adalah sebuah daerah administratif khusus yang terletak di bagian tenggara Tiongkok di estuari Sungai Mutiara. |
| Tiongkok dijuluki negara apa? | Tiongkok – Negeri Tirai BambuJulukan Bambu sendiri disematkan karena tanaman Bambu Tiongkok yang sangat terkenal, yaitu Bambusa Multiplex. |


















