10 Anak Menjadi Korban Jiwa Ketegangan Israel dan Palestina

Menyedihkan, semakin banyak korban jiwa

14 Mei 2021

10 Anak Menjadi Korban Jiwa Ketegangan Israel Palestina
timesofisrael.com

Konflik antara Israel dan Palestina hingga kini belum mereda. Baru-baru ini konflik di antara keduany kembali memanas hingga melakukan berbagai penyerangan dan memakan korban jiwa. 

Korban jiwa atas kejadi ini mencakup orang dewasa hingga anak-anak. 

Kali ini Popmama.com telah merangkum rentetan peristiwa antara Palestina dan Israel tersebut. 

Editors' Picks

1. Awal mula gejolak panas pertempuran Palestina dan Israel jelang Lebaran 2021

1. Awal mula gejolak panas pertempuran Palestina Israel jelang Lebaran 2021
timesofisrael.com

Seperti tahun-tahun lainnya, permusuhan baru-baru ini berpusat di sekitar Kota Tua Yerusalem , yang memiliki beberapa situs tersuci bagi Islam, Yudaisme, dan Kristen. Baik Israel dan Palestina mengklaim kota itu sebagai ibu kota mereka.

Pada Senin malam, kerusuhan menyebar ke Lod, sebuah kota di tenggara Tel Aviv, di mana Walikota Yair Revivo mengatakan "pemuda Arab" merusak properti publik, melemparkan bom molotov dan menurunkan bendera Israel untuk diganti dengan bendera Palestina. 

Dia mengatakan satu orang ditembak mati. Surat kabar Israel Haaretz melaporkan itu adalah seorang pria Arab yang dibunuh oleh seorang penduduk Yahudi.

Bentrokan setiap malam telah menandai Ramadan, bulan suci umat Islam. Kerusuhan tersebut dipicu oleh rencana untuk mengusir keluarga Palestina dari lingkungan di Yerusalem timur yang tanahnya diklaim oleh pemukim Yahudi.

Ketegangan meningkat pada Jumat dan Senin ketika polisi Israel menggunakan granat kejut dan peluru berlapis karet pada warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang merupakan situs tersuci ketiga Islam dan situs tersuci Yudaisme.

Para pejabat Israel mengatakan ini sebagai tanggapan atas orang-orang Palestina yang melempar batu ke Tembok Barat, tempat ribuan orang Yahudi berkumpul untuk berdoa. 

Juru bicara Netanyahu Ofir Gendelman men-tweet bahwa "ekstremis Palestina telah merencanakan jauh sebelumnya untuk melakukan kerusuhan."

Namun juru bicara masjid mengatakan bentrokan dimulai ketika polisi berusaha mengevakuasi kompleks, tempat banyak jamaah Palestina tidur selama Ramadan, untuk mengizinkan orang Israel masuk.

Kekerasan itu terjadi ketika beberapa orang Israel akan merayakan peringatan Kota Tua dan daerah bagian timunya direbut dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967.

2. Semakin memanas, Militan Hamas meluncurkan roket ke Israel

2. Semakin memanas, Militan Hamas meluncurkan roket ke Israel
timesofisrael.com

Pada mulanya Militan Hamas melakukan menembakkan puluhan roket kepada Israel. Hal ini dilakukan setelah warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di Al-Aqsa, titik yang diperbutkan, beberapa minggu belakangan ini. 

Kejadian peluncuran roket tersebut memicu Israel kembali melakukan pembalasan secara besar-besaran. 

Letnan Kolonel Jonathan Conricus, juru bicara militer Israel, mengatakan, enam roket di antaranya ditujukan ke Yerusalem. Itu adalah serangan roket pertama di kota Yerusalem sejak perang 2014.

Tak lama setelah sirene dibunyikan, ledakan terdengar di Yerusalem. Satu roket jatuh di pinggiran barat kota, merusak ringan sebuah rumah dan menyebabkan kebakaran sebuah semak.

Tentara Israel mengatakan satu roket dicegat dan yang lainnya jatuh di area terbuka.

Israel menanggapi dengan serangan udara terhadap Militan Hamas di seluruh Gaza.

Militer Israel mengatakan peluncur roket dan delapan militan telah menjadi sasaran.
 

3. Kejadian tersebut memakan korban jiwa 

3. Kejadian tersebut memakan korban jiwa 
timesofisrael.com

Akibat kejadian tersebut Setidaknya 30 warga Palestina tewas, 10 di antaranya adalah anak-anak.

“Salah satu anak yang tewas adalah seorang gadis berusia 10 tahun dan korban lainnya adalah anak laki-laki dari berbagai usia,” papar  Kementerian Kesehatan Palestina.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia sangat prihatin tentang eskalasi kekerasan di Gaza, yang katanya menambah ketegangan dan kekerasan yang meningkat di Yerusalem Timur yang diduduki.

Dia juga sangat sedih mengetahui semakin banyak korban jiwa, termasuk anak-anak, dari serangan udara Israel di Gaza.

Semoga kejadian ini tidak akan kembali memakan korban jiwa dan segera selesai. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.