Perasaan hancur dan pilu menyelimuti Mama dari seorang santri yang menjadi korban pembakaran di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Anaknya (SS) meninggal dunia dalam insiden tragis yang terjadi pada 13 Desember 2025 lalu. Dalam rapat dengar pendapat umum dengan Komisi III DPR RI yang disiarkan langsung dalam channel TVR PARLEMEN pada (13/7/2026) kemarin, sang Mama meminta bantuan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Kuasa hukum keluarga, Titi Tantry, membacakan surat permohonannya di hadapan para legislator karena Mama korban tidak kuasa menahan tangis saat diminta berbicara.
Ia mengaku sebagai rakyat kecil yang kini bingung harus mengadu ke mana setelah merasa diabaikan oleh aparat setempat. Surat tersebut menjadi pintu harapan terakhir bagi keluarga untuk mendapatkan keadilan.
Untuk mengetahui informasi selengkapnya terkait kelanjutan kasus santri yang dibakar di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW di Lombok Tengah, berikut Popmama.com rangkumkan ulasannya.
