Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Jangan Salah! Masa Pakai Obat dan Makeup Setelah Dibuka Lebih Singkat

Top view tablets with thermometer on the table
Freepik

Banyak orang tua menyimpan obat sirup sisa untuk persediaan, padahal masa berlakunya bisa lebih cepat usai dibuka. Hal serupa juga terjadi pada produk skincare dan makeup yang sering digunakan anak remaja.

Kesalahan ini terjadi karena kurangnya pemahaman soal perbedaan Expired Date (ED) dan Beyond Use Date (BUD). Apa yang membedakan keduanya?

Melalui akun media sosial pribadi Andi Permana, seorang apoteker dan storyteller yang kerap berbagi edukasi secara online itu membeberkan terkait masa pakai obat dan makeup yang perlu orang tua ajarkan pada anak.

Agar tidak membahayakan kesehatan keluarga, yuk pahami batas aman pemakaiannya dalam rangkuman yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.

1. Kenali ED, BUD, dan PAO

Selective focus shot of a calendar showing wedding day
Freepik/wirestock

Sebelum masuk ke detail kapan saja masa pakai obat, skincare, dan makeup yang perlu kita ketahui, kenali dulu istilah-istilah kuncinya.

Expired Date (ED) yang umum kita ketahui ini merupakan tanggal kedaluwarsa yang diberikan pabrik saat produk masih tersegel sempurna. Sementara, Beyond Use Date (BUD) adalah batas aman penggunaan setelah kemasan obat dibuka atau diberi air.

BUD biasanya jauh lebih singkat dari ED karena produk telah terpapar udara dan berpotensi terkontaminasi. Itulah mengapa masa pakai obat setelah digunakan sebaiknya disesuaikan dengan BUD ya, Ma, bukan ED.

Sementara untuk produk kecantikan seperti skincare dan makeuo, istilah yang digunakan adalah Period After Opening (PAO), yang ditandai dengan simbol pot terbuka dan angka seperti 6M, 12M, atau 24M.

Nah, angka-angka dengan huruf M ini menunjukkan berapa bulan produk aman digunakan sejak pertama kali dibuka, terlepas dari tanggal kedaluwarsanya.

2. Panduan BUD untuk masa pakai obat-obatan di rumah

High angle of pill foils and plastic containers
Freepik

Jika sudah memahami singkatan dari masa pakai obat dan produk kecantikan, kita mulai dari obat-obatan terlebih dahulu ya, Ma.

Pada obat yang biasa diberikan pada anak, BUD sangat penting diperhatikan. Obat sirup yang umumnya ada di rumah, baik batuk atau antibiotik kering yang sudah dilarutkan, adalah media subur bagi bakteri karena kandungan gula di dalamnya.

Obat sirup pabrikan umumnya aman hanya 1-3 bulan setelah tutup botol pertama kali dibuka. Sementara antibiotik sirup kering yang sudah dicampur air hanya bertahan 7 hari seterlah dibuka.

Begitu juga dengan obat tetes atau salep mata yang sangat krusial, karena mata adalah area steril. Botol kecil sekali pakai hanya aman 3x24 jam, sedangkan botol standar maksimal 30 hari setelah dibuka.

Sementara pada jenis obat puyer dan kapsul racikan oleh Apoteker, obat ini hanya memiliki BUD 6 bulan sebelum obat berubah menjadi rusak karena lembap.

Untuk insulin, obat ini perlu dimasukkan ke dalam kulkas untuk menjaga ED agar tetap awet sesuai kemasan yang dituliskan pabrik. Namun jika sudah dipakai, insulin wajib suhu ruang dengan usia maksimal bertahannya adalah 28 hari setelah dibuka.

Tanda bahaya kalau insulin bening berubah jadi keruh atau insulin susu ada gumpalan pasir yang nggak nyampur. Langsung buang jangan dipakai lagi, ya!

3. Panduan masa pakai skincare dan makeup

Minimal beauty products composition
Freepik

Sama seperti obat, skincare dan makeup yang juga sudah mulai digunakan anak remaja sebaiknya perlu mendapatkan perhatian khusus terkait masa pakainya ya, Ma.

Karena anak mulai merawat diri dengan produk di meja riasnya, pastikan Mama memberikan pemahaman bahwa skincare seperti krim, serum, atau toner memiliki logo PAO di kemasan.

Jika tertulis 6M, berarti produk harus dibuang 6 bulan setelah dibuka, meski ED-nya masih lama. Jadi, M yang tertulis di belakang produk skincare ini menandakan month atau bulan penggunaan.

Untuk makeup, aturannya lebih ketat, Ma. Mascara dan eyeliner cair adalah sarang bakteri karena kuasnya yang lembap, sehingga batas maksimal pemakaiannya adalah hanya 3-6 bulan.

Produk bibir seperti lipstik, lip gloss, atau lip cream umumnya bertahan 1 tahun setelah dibuka. Jika tekstur, warna, atau aroma berubah, segera buang untuk hindari iritasi atau infeksi pada bibir.

4. Waspadai bahaya jika tetap dipakai melebihi batas aman

Man pharmacist holding store scanner that reads the barcodes on all the drugs and packages to ensure accuracy in dispensing medication. Pharmacy employee working in drugstore, checking supplements.jpg
Freepik/DC Studio

Bukan hanya sebagai panduan, tapi memahami penggunakan produk yang telah melewati BUD atau PAO bisa mengurangi dari risiko berbahaya.

Untuk obat, khasiatnya bisa menurun drastis sehingga tidak tertangani dengan baik, bahkan memicu resistensi antibiotik jika yang digunakan adalah antibiotik yang sudah rusak.

Kontaminasi bakteri dan jamur pada obat juga bisa menjadi ancaman nyata, yang dapat menyebabkan keracunan, diare, mual-muntah, atau infeksi sekunder yang lebih parah.

Untuk skincare dan makeup, bakteri yang berkembang biak dapat menyebabkan iritasi kulit, jerawat parah, alergi, gatal-gatal, hingga infeksi pada mata seperti konjungtivitis dari produk rias mata yang kedaluwarsa.

Dengan memahami masa penyimpanan yang sesuai antara ED, BUD, dan PAO, orang tua bisa lebih bijak menyimpan dan menggunakan produk.

Memahami perbedaan masa pakai obat dan produk kecantikan bukan berarti pelit, tapi bentuk sayang pada kesehatan diri dan keluarga.

Ajak anak untuk selalu periksa kemasan, catat tanggal pertama dibuka, dan jangan ragu membuang yang sudah lewat batas amannya, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

Kisah Inspiratif Afnan, Siswa 5 SD di Kalimantan Tembus Lari 5KM dengan Pace 3

07 Jan 2026, 15:53 WIBBig Kid