Kisah Inspiratif Afnan, Siswa 5 SD di Kalimantan Tembus Lari 5KM dengan Pace 3

Sebuah momen perpisahan yang berbuah inspirasi terjadi di Kalimantan. Rolan Sihombing, konten kreator kebugaran, akan segera pindah ke Jakarta setelah lama menetap di Kalimantan Timur.
Sebelum kepergiannya, ia ditantang followers-nya untuk memberikan 'hadiah perpisahan' berupa sepatu lari kepada atlet muda berbakat di daerah tersebut.
Tantangan itulah yang membawanya bertemu dengan Afnan dan sang Mama, yang datang jauh-jauh dari Balikpapan untuk membuktikan sebuah klaim yang luar biasa.
Pertemuan diabadikan dalam video TikTok miliknya pada Selasa (06/01/2026), yang mengisahkan Afnan, siswa kelas 5 SD yang mengaku mampu berlari dengan kecepatan tinggi di usianya.
Klaim sang anak yang awalnya terdengar mustahil, tapi berakhir dengan pembuktian yang memukau banyak orang. Bagaimana cerita lengkapnya? Berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya.
1. Hadiah perpisahan untuk atlet muda berpotensi

Melalui akun media sosialnya, Rolan Sihombing memang dikenal sebagai influencer kebugaran asal Kalimantan yang kerap berbagi hadiah kepada para atlet muda berpotensi.
Menjelang kepindahannya ke Jakarta, Rolan ingin meninggalkan kesan terakhir untuk tanah Kalimantan yang telah lama menjadi rumahnya.
Atas dorongan followers, ia memutuskan untuk memberikan hadiah sepatu lari terakhirnya di Kalimantan kepada seorang atlet muda berpotensi. Pencarian itu membawanya bertemu dengan Afnan.
Dalam video tersebut, Afnan yang ditemani sang Mama mengaku datang jauh dari Balikpapan sebelum Rolan pindah ke Jakarta. Di pertemuan itu, Mama dari Afnan menyebutkan bahwa putranya adalah atlet bulu tangkis, bukan pelari.
Namun, klaim lelaki berusia 11 tahun itu tentang kemampuan larinya yang bisa berlari dengan pace 3 menit per kilometer justru langsung memukau Rolan hingga meberikan tantangan padanya.
Rolan melihat momen ini sebagai kesempatan sempurna untuk menguji sekaligus memberinya motivasi melalui hadiah yang dijanjikan, berupa sepatu lari yang diimpikan Afnan.
2. Pembuktian Afnan yang bikin Rolan terpukau

Mendengar klaim Afnan yang terdengar fantastis, Rolan tidak ragu memberinya tantangan nyata untuk menyelesaikan lari 5 kilometer dalam waktu 20 menit.
Jika berhasil, sepatu idaman yang diimpikan Afnan siap diwujudkan oleh Rolan sebagai hadiah perpisahan untuknya.
Tantangan ini bukan sekadar untuk menguji kebenaran, tapi juga menjadi momen kebanggaan dan pembuktian diri bagi Afnan di hadapan sang Mama dan konten kreator idolanya tersebut.
Dengan fokus dan tekad yang terpancar, Afnan mulai berlari mengitari lapangan. Hasilnya sungguh di luar dugaan. Ia tidak hanya berhasil, tapi mampi menyelesaikan 5KM dalam waktu kurang dari 20 menit dengan race pace akhir 3:54 menit per kilometer!
Rolan yang menyaksikan langsung terpukau, bukan hanya pada angka, tapi pada teknik dan mental Afnan.
"Dia ini anak badminton, tapi kok larinya gacor!” seru influencer kebugaran itu dengan takjub.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa bakat olahraga seringkali lintas cabang dan hanya perlu kesempatan untuk bersinar, seperti Afnan sebagai bukti nyata atlet muda penuh potensi.
3. Pesan untuk pemerintah dalam memfasilitasi atlet muda
Lebih dari sekadar pemberian sepatu, momen ini menjadi warisan motivasi yang ditinggalkan Rolan untuk generasi muda Kalimantan.
Dalam videonya, ia menyampaikan pesan mendalam untuk pemerintah daerah Kalimantan Timur.
“Untuk bapak ibu yang duduk di pemerintahan sana, kita punya banyak atlet muda yang berpotensi, yang unggul, tapi mereka itu kurang wadah untuk mengekspresikan kemampuan mereka. Ayo dong bapak ibu, kita kejar bola jangan nunggu bola,” pesannya.
Pesan tersebut adalah seruan agar potensi luar biasa seperti Afnan mendapatkan perhatian dan fasilitas yang memadai, sehingga bisa melahirkan banyak atlet muda untuk terus mengharumkan nama bangsa.
Di akhir video, Rolan Sihombing menepati janji dengan memberikan sepatu lari kepada Afnan, sebagai simbolis dukungan agar ia terus berkembang, baik di bulu tangkis maupun lari.
Untuk Mama dan Papa, kisah Afnan ini tentu menjadi bukti bahwa mendengarkan minat anak dan memberi ruang untuk mencoba hal baru bisa membuka pintu bakat yang tak terduga.
Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih suportif, baik dari keluarga maupun kebijakan, agar lebih banyak ‘Afnan’ lainnya bisa ditemukan, dihargai, dan dibimbing untuk membanggakan Indonesia.


















