Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Lumba-lumba Putih di Asahan Buat Heboh Warga

Lumba-lumba berenang di laut
Freepik/wirestock
Intinya sih...
  • Kemunculan lumba-lumba putih di perairan Asahan pada 10 Januari 2026 menarik perhatian warga dan media sosial
  • Tim KSDA dan Dinas Perikanan segera melakukan penelusuran dan pemantauan di lokasi
  • Perairan Asahan berada sekitar 11 kilometer dari muara yang terhubung ke laut lepas Selat Malaka, habitat lumba-lumba
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lumba-lumba umumnya hidup di laut lepas, jauh dari pemukiman manusia.

Namun baru-baru ini, sebuah video memperlihatkan kemunculan hewan diduga lumba-lumba putih muncul di perairan Asahan, Sumatera Utara.

Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama.

Table of Content

1. Kejadian langka di Desa Sai Paham

1. Kejadian langka di Desa Sai Paham

Lumba-lumba berenang di laut
Freepik/diana.grytsku

Pada Sabtu, 10 Januari 2026, warga yang sedang melintas di perairan Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan dikejutkan dengan penampakan hewan yang diduga lumba-lumba putih.

Mamalia laut berwarna putih tersebut terlihat beberapa kali muncul ke permukaan air, diduga untuk mengambil napas.

Menurut pengakuan warga setempat, kejadian seperti ini sangat jarang terjadi di wilayah mereka.

Video yang direkam tersebut kemudian dibagikan ke media sosial dan langsung menjadi viral.

2. Tim KSDA dan Dinas Perikanan turun langsung

Petugas menyisir sungai
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana/AI

Menanggapi video viral tersebut, Kepala Seksi KSDA Wilayah III Kisaran dan Petugas Resor Tanjung Balai langsung berkoordinasi dengan Kepala Bidang Dinas Pertanian Asahan.

Dari hasil koordinasi tersebut, dibentuk tim untuk melakukan penelusuran di lokasi kejadian.

Tim tersebut langsung bergerak pada Minggu, 11 Januari 2026 ke perairan Desa Sei Paham.

Namun, hewan yang diduga lumba-lumba putih tersebut tidak ditemukan lagi saat pencarian dilakukan.

Tim terus memantau melalui sistem peta digital, tapi sampai sekarang belum ada laporan penampakan terbaru.

Sebagai langkah lanjutan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara juga menyatakan kesiapan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait upaya pelestarian dan penyelamatan satwa lumba-lumba.

3. Lokasi dekat Selat Malaka, habitat alami lumba-lumba

Peta Indonesia
Freepik

Dari sisi geografis, lokasi kemunculan lumba-lumba ini ternyata tidak terlalu jauh dari Selat Malaka yang merupakan habitat alami mereka.

Jarak dari Sungai Sei Paham ke muara Bagan Asahan yang terhubung ke laut lepas Selat Malaka hanya sekitar 11 kilometer.

Sebelumnya, pada Agustus 2025, 8 ekor lumba-lumba juga pernah terdampar di Desa Silou Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan.

Saat itu, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Perikanan Kabupaten Asahan, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL), dan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan berhasil menggiring lumba-lumba tersebut kembali ke laut dalam menggunakan 3 boat.

Meski jaraknya masih cukup dekat dengan habitat alaminya, kemunculan lumba-lumba di perairan yang berdekatan dengan pemukiman tetap menjadi fenomena menarik untuk dicermati bersama.

Menurut Mama, apa yang menyebabkan lumba-lumba bisa sampai masuk ke perairan dekat pemukiman warga?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

7 Ucapan Rahasia Tak Terucap Anak, Orangtua Wajib Tahu

16 Jan 2026, 12:07 WIBBig Kid