Anak Terlanjur Obesitas? Berikut 6 Cara Mengatasinya!

Jangan panik, berat badan si Anak pasti bisa kembali ideal!

5 Desember 2018

Anak Terlanjur Obesitas Berikut 6 Cara Mengatasinya
Pixabay/civilhetes

Obesitas anak Indonesia kini menjadi persoalan yang melanda berbagai kalangan dari berbagai usia. Di Indonesia, angka kegemukan pada anak dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat.

Data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes 2013 menunjukkan, prevalensi nasional tertinggi masalah kegemukan terjadi pada anak kelompok anak usia 5-12 tahun (18,8 persen), disusul kelompok 13-15 tahun (10,8 persen), dan 16-18 tahun (7,3 persen). Jumlah tersebut naik 4 persen dalam tiga tahun terakhir.

Bahkan Indonesia termasuk negara dengan tingkat pertumbuhan kegemukan (obesitas) anak-anak tertinggi di Asia-Pasifik, termasuk Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Namun, apa yang harus dilakukan orangtua bila anak sudah telanjur obesitas? Bagaimana caranya agar berat badannya kembali ideal?

Ada beberapa cara yang dianjurkan untuk mengatasi obesitas pada anak, salah satunya Mama dapat melakukan beberapa tips yang dianjurkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

1. Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang

1. Menerapkan pola makan sehat seimbang
Freepik/ Schantalao

Sebagai orangtua, Mama berperan penting dalam menentukan makanan apa saja yang akan dikonsumsi oleh anak.

Upayakan selalu memberikan buah-buahan dan sayuran yang segar, serta batasi frekuensi menyantap makanan siap saji yang banyak menawarkan makanan tinggi gula, garam, dan kolesterol.

Lebih baik mengubah pola makan sehat dalam jangka panjang daripada seketika membatasi semua makanan berkalori tinggi pada anak obesitas. 

Perubahan pola makan yang dipaksakan secara drastis ini, cenderung membuat anak trauma dan tidak bertahan lama.

Sebaiknya penerapan nutrisi seimbang lebih diutamakan dan tidak ada teori diet apapun untuk anak. Teori seimbang inipun terdiri dari karbohidrat 50-60 persen, protein 15-20 persen, dan lemak kurang dari 30 persen.

2. Memberikan camilan buah-buahan dan air putih

2. Memberikan camilan buah-buahan air putih
gratisography/Ryan McGuire

Mama dapat menggantikan camilan tinggi kalori dengan buah-buahan segar dan minum air putih diantara jadwal makanan utama dan camilan anak.

Asupan berupa sayur-mayur dan buah-buahan yang mengandung banyak serat, akan cepat mengenyangkan, mengurangi rasa lapar dan meningkatkan pemecahan lemak.

Selain itu, saat jam makan sebaiknya tidak boleh lebih dari 30 menit, dan tidak ada makanan lain di antara waktu makan kecuali buah.

Tak lupa bagi orang tua harus memberikan contoh pada anak untuk hidup sehat, agar anak dapat meniru perilaku dan gaya hidup sehat dari orangtuanya

3. Memperbanyak aktivitas fisik

3. Memperbanyak aktivitas fisik
Pixabay/minibaby

Bila anak obesitas sebaiknya orang tua mengajaknya untuk memperbanyak aktivitas fisik, seperti bersepeda, main bola atau olahraga yang anak senangi. Jadikan, hal tersebut quality time â€‹yang menyenangkan antara orangtua dan anak.

Kurangi bermain permainan di depan komputer, smartphone, atau menonton televisi, usahakan untuk tidak lebih dari satu jam setiap bermain untuk anak usia pra-sekolah.

Serta contoh yang baik dari orangtua juga penting dilakukan, dengan tidak bermain smartphone bila bersama anak, menjadi hal penting sebagai panutan yang baik bagi anak.

Editors' Picks

4. Berikan motivasi kepada si Anak

4. Berikan motivasi kepada si Anak
freepik

Berikan motivasi pada anak untuk menurunkan berat badannya dengan pola hidup sehat. Pastikan pada anak, bahwa proses pola hidup sehat ini demi penurunan berat badannya dan tujuan jangka panjang yang lebih sehat.

Tegaskan juga bahwa proses ini akan dijalani bersama Mama, agar ia merasa tidak sendiri untuk menjalani pola hidup yang lebih baik.

Ajak anak untuk lebih terbuka tentang masalah-masalah yang berpotensi menjadi penyebab obesitas, selain makanan, gaya hidup yang tidak sehat pun menjadi salah satu penyebab obesitas.

5. Berikan target tujuan

5. Berikan target tujuan
Freepik

Beri anak target untuk menurunkan berat badan 0,5 kg dalam seminggu atau turun mencapai 20 persen diatas berat badan ideal atau cukup dipertahankan karena pertumbuhan linier (tinggi badan) masih berlangsung.

Mintalah dengan baik pada si Anak untuk mencapai targetnya tersebut, tak lupa dengan terus memotivasinya untuk melakukan perilaku hidup yang lebih sehat.

6. Berikan pujian

6. Berikan pujian
Pixabay/nastya_gepp

Selain motivasi yang tak kalah penting adalah memberikan pujian pada anak. Beri dorongan dan pujian terhadap setiap keberhasilan anak dalam perilaku sehat yang berhasil dilakukannya.

Dengan memberikannya pujian, anak akan merasa dihargai dengan apa yang sudah dilakukannya untuk menjalani hidup dan perilaku yang lebih sehat.

Jadikan pujian dari anggota keluarga ini, menjadi reward yang berharga bagi anak-anak obesitas.  

7. Libatkan keluarga dan anggota yang lain

7. Libatkan keluarga anggota lain
Pixabay/White77

Libatkan juga anggota keluarga yang lain serta guru dan teman di sekolah untuk menghilangkan obesitas.

Anak-anak obesitas membutuhkan hubungan yang dekat dengan orangtua dan keluarga. Serta anak-anak obesitas juga perlu memiliki ketertarikan dan keterikatan dengan sekolah, hal ini berkaitan dengan perasaan anak-anak obesitas agar diterima secara sosial.

Selain itu, mereka juga perlu kejelasan dari orangtua akan batasan dan kedisiplinan serta keyakinan bahwa meraka akan memiliki masa depan yang positif dan produktif.

Obesitas pada anak ini dapat kita cegah, dimulai dari pola hidup sehat dari sebuah keluarga.

Mari Ma, bersama-sama kita selamatkan anak-anak Indonesia dari obesitas.