Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), Aksi Nyata Tanggapi Isu Fatherless

dad and his kids
Freepik
Intinya sih...
  • Makna di balik GEMARPengambilan rapor bukan sekadar aktivitas administratif, tapi juga kesempatan berharga untuk kedua orang tua berinteraksi dengan guru dan mendukung anak.
  • Tanggapi isu fatherlessGEMAR dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap fenomena fatherless, dengan keterlibatan Papa yang minimal. Data menunjukkan angka fatherless masih tinggi.
  • Walikota Depok terbitkan SE untuk ajakan GEMAR
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Seringkali kita menganggap bahwa urusan sekolah anak seperti menghadiri pertemuan orang tua atau mengambil rapor adalah "tugas Mama". Persepsi ini perlahan ingin diubah untuk membangun kesetaraan peran dalam pengasuhan.

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) sebagai ajakan nasional.

Melalui gerakan ini, para Papa didorong hadir langsung mengambil rapor anak sebagai wujud cinta dan tanggung jawab untuk memperkuat relasi antara Papa dan anak, serta menjawab kekhawatiran akan fenomena fatherless.

Lalu, apa saja tujuan dan urgensi di balik Gerakan GEMAR ini? Berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya.

1. Makna di balik GEMAR

school
Freepik

Pengambilan rapor bukan sekadar aktivitas administratif menerima lembar nilai atas hasil anak selama satu semester ini, Ma, Pa.

Momen ini adalah kesempatan berharga bagi orang tua untuk berinteraksi langsung dengan guru, mendengar evaluasi perkembangan anak, dan membahas tantangan anak selama di sekolah.

Nah, hadirnya Papa dalam ajakan GEMAR ini bisa mengirimkan pesan kuat kepada anak bahwa pendidikannya adalah perhatian dan tanggung jawab bersama kedua orang tua, bukan hanya Mama.

Inilah makna mendalam yang ingin ditanamkan kepada anak, agar bisa membangun rasa dihargai dan didukung yang lebih utuh dari kedua orang tuanya.

2. Tanggapi isu fatherless

bedtime story
Freepik

GEMAR dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap fenomena fatherless, kondisi di mana anak tumbuh dengan keterlibatan Papa yang minimal dalam kesehariannya, meski secara fisik ada.

Data Kemendukbangga menunjukkan angka fatherless masih tinggi, mencapai 25,4% di perkotaan dan 26,3% di pedesaan. Keterlibatan aktif Papa, meski hanya sekadar mengambil rapor, terbukti berdampak positif pada kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan motivasi belajar anak.

Melalui gerakan yang ditetapkan sebagai ajakan nasional ini, GEMAR menawarkan langkah konkret dan mudah untuk memulai keterlibatan tersebut secara nyata.

3. Walikota Depok terbitkan SE untuk ajakan GEMAR

Sebagai ajakan nasional, gerakan ini rupanya juga sudah mulai diimplementasikan oleh pemerintah daerah. Salah satunya, Wali Kota Depok, Supian Suri, yang menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.3/871/Disdik/2025 pada 15 Desember 2025 kemarin.

Melalui Instagram resmi Pemkot Depok, pemerintah setempat membagikan SE imbauan GEMAR dengan caption ajakan berupa, "#SobatDepok, Ayo Sukseskan GEMAR!"

Dalam SE ini secara khusus mengimbau seluruh Papa yang ada di Depok, baik dari kalangan masyarakat umum, aparatur, hingga karyawan swasta yang memiliki anak untuk hadir mengambil rapor anak pada waktu penerimaan rapor akhir semester.

Adapun jenjang pendidikan yang diberlakukan dalam SE tersebut adalah untuk anak usia sekolah mulai dari PAUD hingga menengah. Langkah ini diambil untuk menguatkan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan karakter anak.

4. Budaya pengaushan yang setara

mother scolding his daughter
Freepik/Lifestylememory

Pada intinya, adanya Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini bukan sekadar kampanye sesaat. Kemendukbangga berharap gerakan ini menjadi pintu masuk untuk membangun budaya pengasuhan bersama yang lebih setara antara Mama dan Papa.

Diharapkan, ketika seorang papa terbiasa hadir dalam ruang pendidikan anak, komunikasi keluarga akan lebih terbuka dan ikatan emosional menguat.

Terlebih lagi di era modern saat ini dengan segudang tantangan pengasuhan, langkah sederhana seperti hadir mengambil rapor bisa menjadi awal perubahan besar menuju keluarga yang lebih harmonis dan suportif.

Melalui gerakan ini, orang tua diingatkan kembali bahwa keterlibatan kedua belah pihak adalah hal penting dalam perjalanan hidup anak. Keterlibatan Papa dalam pendidikan anak tak harus selalu rumit atau monumental.

Dengan dukungan dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, langkah kecil ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi yang tak hanya cerdas secara akademis, tapi juga secara emosional, berkat dukungan dan perhatian penuh dari kedua orang tua.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

68 Anak Indonesia Terpapar Ideologi Neo-Nazi dan White Supremacy, Apa Itu?

19 Jan 2026, 14:51 WIBBig Kid