28 Persen Remaja Pernah Sexting! Ini 7 Fakta Mencengangkan Lainnya

Padahal ini bisa dicegah lho, Ma

20 Januari 2019

28 Persen Remaja Pernah Sexting Ini 7 Fakta Mencengangkan Lainnya
Freepik

Ketika anak mulai remaja, kebanyakan orangtua mungkin mulai tidak mengawasi lagi penggunaan handphone mereka. Padahal, penggunaan handphone dan internet pada remaja juga perlu dipantau lho, Ma.

Salah satu hal yang paling mengkhawatirkan ketika remaja menggunakan handphone adalah sexting. Apakah Mama sudah familiar dengan istilah yang satu ini?

Menurut Kids Health, sexting merupakan singkatan dari sex texting, ini adalah mengirim atau menerima pesan, gambar, atau video seksual dari smartphone atau melalui internet.

“Ah, anakku masih remaja, terlalu polos untuk melakukan sexting.”

Jika Mama berpikiran seperti itu, maka sebaiknya Mama meningkatkan kewaspadaan Mama akan hal ini, karena ternyata remaja lebih sering sexting dibanding orang dewasa lho, Ma.

Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan Mama, simak fakta-fakta mencengangkan tentang sexting pada remaja yuk, Ma.

1. Sekitar 28 persen remaja pernah sexting

1. Sekitar 28 persen remaja pernah sexting
Freepik

Berdasarkan penelitian dari University of Texas Medical Branch, ditemukan fakta-fakta mengagetkan tentang sexting dan sikap seksual remaja.

Penelitian tersebut mengungkap fakta bahwa 28 persen remaja mengaku pernah mengirimkan pesan seksual alias sexting. Wow, angka yang cukup besar ya, Ma.

Mirisnya lagi, sekitar 76.2 persen remaja yang pernah sexting mengaku pernah berhubungan seksual. Inilah pentingnya untuk memantau penggunaan ponsel remaja Mama, karena dari sexting bisa saja tergoda untuk melakukan hal yang lebih besar lagi.

2. Sekitar 68 persen remaja putri pernah diminta sexting

2. Sekitar 68 persen remaja putri pernah diminta sexting
Freepik

Masih dari penelitian University of texas Medical Branch, telah diungkap juga fakta mencengangkan mengenai jumlah remaja yang pernah diminta sexting.

Menurut penelitian tersebut, ada 68 persen remaja putri yang pernah diminta untuk mengirimkan sexting. Jauh lebih banyak dari remaja putra yang diminta mengirimkan sexting, yaitu 42 persen.

3. Ada yang sekadar bercanda

3. Ada sekadar bercanda
Freepik/freephoto

Kenapa sih anak remaja mau melakukan sexting? Alasannya tentu sangat beragam ya, Ma.

Menurut Teenage Sexting Statistics - The National Campaign to Prevent Teen Pregnancy, alasan para remaja putri melakukan sexting adalah: 40 persen sekadar untuk bercanda, 34 persen agar merasa seksi, dan 12 persen merasa tertekan untuk melakukannya.

Editors' Picks

4. Banyak yang merasa terpaksa

4. Banyak merasa terpaksa
Pixabay/Nastya_gepp

The National Campaign to Prevent Teen Pregnancy juga mengatakan kalau 70 persen remaja putra dan putri yang pernah sexting, mengirimkan sext tersebut ke pacarnya.

Sedangkan 61 persen dari mereka yang pernah mengirimkan foto telanjang mengaku pernah dipaksa untuk melakukannya, setidaknya 1 kali.

5. Sexting dengan orang tak dikenal

5. Sexting orang tak dikenal
Freepik

Ternyata mengirimkan foto telanjang atau nyaris telanjang lebih sering terjadi antara remaja putri. Mungkin mereka melakukannya sekadar untuk bercanda, jika foto tersebut dikirim ke sesama remaja putri.

Mirisnya adalah, dari 15 persen remaja yang pernah mengirim foto diri mereka sedang tanpa pakaian tersebut, mengirimkan fotonya ke orang yang tidak pernah mereka temui sebelumnya, dan hanya kenal dari internet saja.

6. Mulai sering dilakukan oleh remaja 14 tahun

6. Mulai sering dilakukan oleh remaja 14 tahun
Freepik/kasipat

Sexting memang paling sering dilakukan oleh remaja. Menurut data Southern Illinois University, 24 persen remaja usia 14-17 tahun dan 33 persen remaja usia kuliah (18-24 tahun) pernah mengalami salah satu bentuk sexting.

Entah itu sekadar text berbau seksual, mengirim atau menerima foto tanpa pakaian, atau bahkan video call yang mengarah ke seksual.

7. Bisa dicegah dengan pendekatan orangtua

7. Bisa dicegah pendekatan orangtua
Freepik/Peoplecreations

Anak remaja mungkin belum mengerti dampak negatif yang bisa mereka terima jika melakukan sexting. Untuk itu, Mama perlu menyempatkan momen ‘ngobrol’ berdua anak untuk membahas bahaya sexting.

Banyak remaja yang melakukan sexting dengan harapan bisa menambah popularitas mereka di sekolah. Maka Mama bisa arahkan cara lain untuk populer di sekolah dengan cara yang membanggakan, misalnya menjadi remaja berprestasi.

Mengutip Psychology Today, sekitar 70-80 persen remaja sudah bisa membuat keputusan yang baik untuk menolak sexting, kok. Dan kebanyakan remaja cerdas tersebut mengaku memiliki hubungan yang baik dengan orangtuanya.

Itulah sebabnya Mama perlu membina hubungan yang akrab dengan anak, salah satunya untuk mencegah kemungkinan sexting seperti ini, Ma.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!