5 Fakta yang Mama Perlu Ketahui tentang Jerawat Remaja

Karena remaja dan jerawat bagai tak bisa dipisahkan

4 Februari 2019

5 Fakta Mama Perlu Ketahui tentang Jerawat Remaja
Freepik

Remaja dan jerawat? Itu bagai dua hal yang tidak dipisahkan ya, Ma. Memasukai masa puber, anak remaja memang biasanya mulai berjerawat. Bukan semata karena anak remaja malas membersihkan wajah, perubahan hormon juga menjadi penyebab munculnya jerawat lho, Ma.

Beberapa remaja putri mungkin akan sangat panik ketika wajahnya mulai dihiasi jerawat. Sedangkan pada remaja putra, tak jarang mereka cuek saja menghadapi jerawat. Kabar baiknya, entah remaja terlalu khawatir atau terlalu cuek menghadapi jerawat, fase ini akan berlalu dengan sendirinya.

Masih banyak fakta lain tentang jerawat yang perlu diketahui. Penasaran? Ketahui 5 fakta tentang jerawat remaja berikut ini, yuk.

1. Tidak ada obatnya

1. Tidak ada obatnya
Freepik

Walau remaja Mama rajin membersihkan wajah, namun jerawat bisa saja tetap muncul karena dipicu oleh perubahan hormon.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tidak ada obat yang bisa mencegah fase ini. Namun kabar baiknya, fase ini akan berlalu seiring bertambahnya usia anak.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah wajah remaja dipenuhi jerawat? Ikuti 5 tips penting untuk mencegah jerawat remaja ini.

2. Harus diatasi dengan tepat

2. Harus diatasi tepat
Freepik/Freephoto

Jika jerawat sudah terlalu mengganggu, maka Mama bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk meredakan keluhan akibat jerawat. Menurut AAP, benzoyl peroxide adalah obat jerawat paling efektif untuk anak remaja Mama.

Bentuk benzoyl peroxide ini cukup bermacam-macam, mulai dari sabun cuci muka, losion, atau gel yang bisa ditempelkan langsung ke jerawat.

Obat jerawat dengan kandungan ini membantu membasmi bakteri jahat di kulit, membuka sumbatan pada kelenjar minyak, dan tentu saja meredakan jerawat.

Jika anak remaja Mama ingin mencoba obat jerawat yang mengandung benzoyl peroxide, maka ikuti saran AAP untuk mencoba jenis losion atau sabun cuci muka terlebih dahulu. Jenis jel biasanya membuat kulit remaja lebih kering dan merah, maka coba dulu jenis lainnya, ya.

Editors' Picks

3. Jangan sembarangan pakai antibiotik

3. Jangan sembarangan pakai antibiotik
Freepik

Jerawat pada remaja bisa sangat menyiksa! Hormon di tubuh remaja bisa membuat jerawat muncul lebih ‘kuat’ dan banyak. Tak jarang jerawat terlihat seperti bengkak, hingga mungkin saja menjadi infeksi.

Kalau sudah seperti ini, remaja boleh saja menggunakan antibiotik dalam bentuk krim, losion, atau jel.

Namun ingatkan anak Mama untuk tidak sembarangan menggunakan antibiotik, ya. Menurut AAP, antibiotik sebaiknya hanya digunakan jika jerawat sudah bengkak atau bahkan mengeluarkan nanah.

Bagaimana dengan antibiotik dalam bentuk pil? Duh, AAP mengatakan untuk mengonsumsi antbiotik jika semua cara di atas sudah tidak ampuh. Sekali lagi, jangan sembarangan memakai antibiotik!

4. Jangan terlalu dikhawatirkan

4. Jangan terlalu dikhawatirkan
Freepik

Semua yang berlebih tentu tidak baik, dan ini juga berlaku dalam menghadapi jerawat. Terlalu cuek tidak baik, terlalu panik juga tidak baik. Betul kan, Ma?

Untuk itu, ingatkan anak remaja Mama untuk tidak berlebihan dalam meredakan jerawat. Ingatkan kalau scrubbing atau mencuci wajah dengan sabun berbulir juga tidak baik, ini bahkan bisa membuat jerawat semakin parah.

Terlalu banyak mengoleskan benzoyl peroxide juga bisa memperburuk jerawat, bahkan bisa meninggalkan bekas permanen di wajah, lho! Menurut AAP, terlalu banyak menggunakan antibiotik topikal bisa memberikan efek samping.

5. Akan hilang dengan sendirinya

5. Akan hilang sendirinya
Freepik

Jika semua cara di atas tidak berhasil, maka jagalah kebersihan wajah dan bersabarlah. Seperti yang disebutkan sebelumnya, jerawat remaja adalah soal hormon dan waktu. Asalkan kebersihan wajah dirawat dengan baik, maka fase wajah penuh jerawat ini akan hilang dengan sendirinya seiring usia anak bertambah.

Walau begitu, bukan berarti anak harus pasrah saja menanti fase itu berlalu, karena kebersihan wajah dan pengobatan yang tepat juga perlu dilakukan.

Nah, apapun cara meredakan jerawat yang dicoba anak, maka AAP menyarankan untuk mencobanya hingga beberapa lama: Sekitar 3 hingga 6 minggu ke atas sebelum perubahannya terlihat, atau maksimal 12 minggu.

Jika dalam 12 minggu tidak terjadi perubahan yang signifikan pada jerawat anak, maka Mama bisa menyarankan cara lain untuk anak.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!