Begini Tips Memilih Kacamata yang Nyaman untuk Anak

Bukan sekadar model dan bahan, pertimbangkan juga keawetan dan sisi keamanannya

12 Januari 2020

Begini Tips Memilih Kacamata Nyaman Anak
Freepik/prostooleh

Kalau zaman dahulu, kacamata identik dengan orang dewasa, sekarang anggapan tersebut sudah berubah. Seiring dengan perubahan kebiasaan penggunaan manusia terhadap gadget, anak-anak pun banyak yang mulai menggunakan kacamata, bahkan sejak usia SD, bahkan TK. 

Masalah penglihatan memang masalah yang cukup krusial, mengingat kesulitan melihat dapat memengaruhi daya tangkap anak terhadap pelajaran yang diberikan di sekolah. Nah, mumpung menjelang tahun baru, tak ada salahnya mengajak anak memeriksakan kondisi kesehatan matanya. Jika perlu, mengganti bingkai kacamata yang lama dengan yang baru agar lebih nyaman dikenakan.

Berikut 5 tips memilih bingkai kacamata yang nyaman untuk anak, Popmama.com lansir dari parenting.com:

1. Pilih bingkai sesuai bentuk dan ukuran wajah anak

1. Pilih bingkai sesuai bentuk ukuran wajah anak
Pexels.com/Krewr Studio

Bingkai kacamata persegi cocok untuk anak berwajah bulat dengan pipi tembem. Sementara, bingkai bentuk bulat akan menyeimbangkan bentuk wajah anak yang lonjong.

Sesuaikan ukuran bingkai lensa dengan ukuran wajah anak. Bingkai oversized mungkin tampak keren pada orang dewasa, tetapi pada anak-anak bentuk bingkai besar ini terlihat kebesaran dan berat.

Editors' Picks

2. Carilah bingkai yang fleksibel

2. Carilah bingkai fleksibel
Pexels/Shane Aldendorff

Kebanyakan bingkai kacamata untuk anak tersedia dalam materi plastik dengan warna-warna cerah dan bentuk yang imut-imut. Tetapi, bahan ini cukup sulit untuk disesuaikan dengan ukuran personal anak.

Jika Mama kesulitan menemukan bingkai kacamata plastik yang tepat, tak ada salahnya memilih dari bahan logam. Carilah bingkai kacamata logam dengan engsel titanium dan pegas yang fleksibel, yang tidak mudah bengkok atau pun patah.

3. Fokus pada bagian hidung

3. Fokus bagian hidung
freepik.com/Jcomp

Sebisa mungkin, hindari bantalan hidung yang biasanya tersemat di antara lensa. Bantalan hidung yang ketat memang akan menjaga agar kacamata tidak mudah melorot saat dikenakan. Tetapi, juga bisa sangat menyakitkan. 

Ketika jarak antar hidung terlalu lebar, kacamata akan mudah melorot. Untuk mengetahuinya, cek apakah sangat sedikit ruang antar pipi anak dengan tepi bawah bingkainya.

4. Perhatikan kenyamanan bagian telinga

4. Perhatikan kenyamanan bagian telinga
Pixabay/Logesdo

Untuk kacamata bayi dan anak balita, pertimbangkan menggunakan tali karet lembut yang dapat dikenakan di bagian belakang kepala. Untuk anak yang lebih besar, pilihlah bingkai dengan bagian sekitar telinga yang dilapisi silikon untuk mencegah iritasi akibat gesekan atau pun keringat.

5. Memilih lensa yang aman dan tahan benturan

5. Memilih lensa aman tahan benturan
Pexels/BN

Lensa berbahan polycarbonate adalah yang paling tahan benturan. Cocok untuk anak usia sekolah yang banyak beraktivitas fisik karena minim risiko jika terkena benturan bola atau tembok, lensa remuk dan membahayakan mata. 

Pasang lapisan anti reflektif untuk menghasilkan penglihatan yang lebih tajam. Jika anak banyak beraktivitas menggunakan gadget dan komputer, sebaiknya lengkapi dengan lapisan anti radiasi untuk mengurangi efek buruk paparan radiasi terhadap mata.

Memakai kacamata pertama kalinya bagi anak bisa jadi membuatnya tidak percaya diri. Jelaskan pada anak bahwa penglihatan yang jelas paling penting, karena mereka bisa menangkap pelajaran lebih baik dan melakukan aktivitas yang disukai lebih nyaman. Untuk itu, biarkan anak memilih sendiri bentuk dan model kacamata yang diinginkannya dalam kondisi hati yang gembira dan santai. Dengan kacamata pilihannya sendiri, tentunya anak jauh akan merasa lebih percaya diri. 

Semoga tips ini membantu ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.