Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Fakta Menarik Susu Paus, Benarkah Teksturnya Padat dan Tinggi Lemak?

paus berenang di laut
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI
Intinya sih...
  • Susu paus memiliki tekstur kental dan padat, mirip pasta atau mentega, untuk memastikan nutrisi tidak terurai di air laut.
  • Paus menyusui dengan cara unik di dalam air laut, anak paus menunggu induknya menyemprotkan susu langsung ke mulutnya.
  • Susu paus memiliki kandungan lemak tinggi, membantu pertumbuhan cepat anak paus, namun tidak boleh diminum manusia karena dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan risiko akumulasi polutan berbahaya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Berbicara mengenai hewan terbesar di Bumi, hampir setiap orang mungkin setuju jika paus adalah salah satunya. Paus merupakan mamalia terbesar di dunia yang hingga kini masih menyimpan berbagai misteri biologis yang menakjubkan bagi ilmu pengetahuan.

Salah satu yang menakjubkan dari hewan mamalia terbesar ini adalah cara mereka dalam menyusui. Menyusui adalah salah satu ciri bagi hewan mamalia untuk menjamin kelangsungan hidup.

Menariknya, paus memiliki mekanisme khusus dalam menyusui, agar susu dapat diterima oleh anaknya, tanpa bercampur dengan air.

Berikut ini Popmama.com telah merangkum fakta menarik air susu paus lebih lanjut. Yuk, disimak!

Table of Content

1. Mempunyai tekstur yang sangat kental

1. Mempunyai tekstur yang sangat kental

susu paus
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Berbeda dengan karakteristik susu mamalia darat yang cenderung cair, susu paus memiliki tekstur yang jauh lebih kental, padat, bahkan menyerupai konsistensi pasta atau mentega.

Kekentalan ini secara biologis dirancang untuk memastikan bahwa susu tidak mudah menyebar atau terurai di dalam air laut, sehingga nutrisi tersebut dapat segera masuk ke dalam mulut anak paus saat proses menyusui berlangsung.

2. Proses menyusui

paus sedang menyusui
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Mamalia laut seperti paus atau lumba-lumba memiliki cari unik untuk menyusui anaknya di dalam air. Sebelum menyusui, puting paus berada dalam kondisi terbalik berada di bawah tubuh.

Ketika sudah siap menyusui, anak paus akan mulai mendorong bagian perut induknya, sekaligus menjadi sinyal bagi induk paus untuk mengeluarkan putingnya dan mulai memompa susu langsung ke dalam mulutnya.

Berbeda dengan mamalia darat yang mengisap susu langsung dari induknya, anak paus memiliki cara menyusui yang unik. Mereka akan menunggu sang induk menyemprotkan susu secara langsung ke dalam mulutnya, sehingga asupan nutrisi tetap optimal meski berada di dalam air laut.

3. Memiliki kandungan lemak yang tinggi

pause biru sedang melompat ke permukaan
Pexels.com/aurore murguet

Susu paus dikenal memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi, bahkan pada beberapa spesies tertentu, kadarnya bisa mencapai lebih dari 30 hingga 50 persen dari total volume cairan tersebut.

Konsentrasi lemak ini memiliki peran biologis yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup anak paus, terutama dalam membantu mereka membangun lapisan lemak tubuh yang tebal atau dikenal dengan istilah blubber.

Lapisan blubber tidak hanya berfungsi sebagai cadangan energi utama yang padat, tetapi juga bertindak sebagai isolator termal yang efektif untuk melindungi organ-organ vital anak paus dari suhu dingin laut yang tinggi.

4. Membantu pertumbuhan dengan sangat cepat

anak paus dan induk berenang bersama
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Kandungan nutrisi dan lemak dalam susu paus, secara tidak langsung berfungsi untuk membantu pertumbuhan anak paus dengan sangat cepat.

Penelitian mencatat bahwa seekor bayi Paus Biru mampu menambah berat badan hingga sekitar 90 kilogram dalam waktu hanya 24 jam. Kecepatan pertumbuhan ini, sangat penting agar anak paus segera memiliki kekuatan otot dan kapasitas paru-paru yang cukup untuk melakukan migrasi.

Misalnya saja Paus Biru yang diperkirakan dapat minum sebanyak 360 hingga 570 liter atau setara dengan 380-570 kg per hari. Angka ini menunjukan bahwa anak paus membutuhkan susu dengan kapasitas yang banyak guna membantu kawanan dalam proses migrasi.

5. Masa menyusui

induk paus berenang bebas
Pexels.com/Elianne Dipp

Beberapa spesies paus memiliki periode menyusui yang berbeda-beda pada spesies tertentu. Pada jenis Paus Biru, masa menyusui dapat mencapai enam hingga tujuh bulan. Sementara Paus Sperma dapat berlangsung hingga dua tahun atau lebih.

Selama periode ini, anak paus sepenuhnya bergantung pada pasokan susu induknya sebagai satu-satunya sumber energi dan nutrisi utama sebelum mereka mulai belajar mencari makanan secara mandiri di lautan lepas.

6. Susu paus mempunyai kandungan lemak tertinggi

perempuan menolak susu lemak tinggi
Freepik/KamranAydinov

Susu paus tercatat sebagai salah satu susu dengan kandungan lemak tertinggi di dunia. Jika susu sapi umumnya hanya mengandung sekitar 3 hingga 4 persen lemak, susu paus memiliki kadar lipid yang luar biasa masif, yakni berkisar antara 35 hingga 50 persen dari total volumenya.

Para ahli menjelaskan bahwa tingginya kadar lemak ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah kebutuhan mekanis agar susu tersebut memiliki massa jenis yang lebih berat daripada air laut.

Hal ini, memungkinkan susu agar tetap menyatu dalam bentuk gumpalan semi-padat saat akan disemprotkan ke anak paus, sehingga meminimalisir risiko pengenceran atau hilangnya nutrisi akibat arus laut yang kuat.

7. Tidak boleh diminum oleh manusia

gambar perempuan gestur menolak
Freepik/benzoix

Meskipun memiliki kadar lemak yang tinggi, hal tersebut tidak selalu berarti baik bagi tubuh manusia. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan manusia tidak dirancang untuk memproses konsentrasi lemak dan protein tinggi yang kadarnya bisa mencapai sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan susu sapi pada umumnya.

Mengonsumsi cairan dengan kepadatan lemak setinggi susu paus, dapat menimbulkan gangguan pencernaan, rasa mual, dan juga memberikan beban berlebih pada hati dan ginjal manusia.

Selain itu, studi memperingatkan adanya risiko akumulasi polutan organik seperti merkuri atau polychlorinated biphenyls (PCB) dalam jaringan lemak mamalia laut yang dapat ikut terlarut ke dalam susu induk paus dan berpotensi menjadi racun berbahaya bagi kesehatan manusia.

Itulah ma, informasi mengenai susu paus yang perlu mama ketahui. Mari terus menjaga alam kita agar kelangsungan hewan yang dilindungi dapat terus hidup untuk generasi mendatang.

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

7 Fakta Menarik Susu Paus, Benarkah Teksturnya Padat dan Tinggi Lemak?

30 Jan 2026, 07:05 WIBBig Kid