Sudah Tahu Ma? Ini Lho 5 Mitos Seputar Alergi Susu Sapi pada Anak

Jangan langsung percaya Ma!

26 Februari 2022

Sudah Tahu Ma Ini 5 Mitos Seputar Alergi Susu Sapi Anak
Shutterstock/worawit_

Alergi susu sapi? Memangnya beneran ada? Terus kalau alergi susu sapi, harus minum apa dong? Biasanya berbagai hal ini ada dipikiran Mama saat mendengar yang namanya alergi susu sapi.

Alergi yang satu ini memang benar adanya lho, Ma. Kebanyakan para orangtua kurang menyadari si Kecil alergi terhadap susu sapi. Makanya, penting banget nih buat Mama kenali 5 mitos seputar alergi susu sapi ini. Yuk, disimak Ma!

1. Alergi susu sapi hanya muncul di usia tertentu

1. Alergi susu sapi ha muncul usia tertentu
Shutterstock/szefei

Faktanya, alergi susu sapi bisa muncul kapan saja Ma. Nggak hanya terjadi pada anak kecil, alergi susu sapi juga dapat dialami oleh orang dewasa. Kok bisa? Yap, reaksi alergi muncul karena sistem imun atau kekebalan tubuh kita menganggap ada sesuatu berbahaya yang masuk ke tubuh. 

Kemudian sistem imun kita akan memunculkan reaksi terhadap senyawa yang menyebabkan alergi (alergen). Perlu Mama tahu, susu sapi memiliki kandungan protein. Dan protein susu sapi ini dianggap sebagai zat asing yang dikenal oleh tubuh sehingga berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Nah dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa reaksi alergi pertama kali bisa terjadi di usia berapa pun, Ma. 

Editors' Picks

2. Alergi susu sapi hanya ditandai dengan diare atau muntah

2. Alergi susu sapi ha ditandai diare atau muntah
Shutterstock/kwanchai.c

Gejala alergi susu sapi bisa muncul pada anak saat pertama kali mengonsumsi susu sapi. Namun, gejala bisa dialami beberapa hari bahkan beberapa minggu setelahnya. Perlu Mama Tahu, reaksi alergi susu sapi pada anak tak hanya ditandai dengan masalah pada saluran pencernaan seperti diare atau muntah saja lho Ma. 

Gejala-gejala yang ditimbulkan alergi ini dapat bervariasi seperti gatal-gatal, bentol, ruam kulit, bengkak, batuk, hidung berair, hingga napas si Kecil yang berbunyi ‘ngik’ (mengi/wheezing). Wajib waspada ya Ma!

Oh iya, untuk Mama yang ingin mengecek apakah si Kecil memiliki gejala alergi susu sapi dengan cepat, bisa langsung mengunjungi Allergy Symptom Checker ya. Tapi jangan lupa untuk selalu konsultasikan ke dokter.

3. Alergi susu sapi akan sembuh dengan sendirinya

3. Alergi susu sapi akan sembuh sendirinya
Shutterstock/GUNDAM_Ai

Mama pasti cemas jika si Kecil mengalami alergi susu sapi. Takut jika nutrisi anak tak tercukupi. Tapi jangan khawatir Ma, peluang untuk sembuh dari alergi akan meningkat seiring bertambahnya usia si Kecil.

Meski demikian, kesembuhan itu diperoleh bukan tanpa usaha. Mama tetap dapat mengoptimalkan nutrisi si Kecil dengan memberinya formula berbasis asam amino (AAF). Salah satu produk susu anak yang menggunakan formula hipoalergenik seperti asam amino adalah Neocate Junior, Ma. 

Berbahan dasar asam amino non-alergenik, Neocate Junior diperuntukkan untuk anak dengan alergi susu sapi yang berusia di atas 1 tahun. Produk ini memiliki profil gizi yang sesuai untuk memenuhi 40% kebutuhan kalori dan 70% kebutuhan protein harian sehingga dapat membantu tumbuh kembang si Kecil. 

Neocate Junior mengandung mikronutrien penting seperti kalsium, vitamin D, zat besi, zinc, dan punya rasa yang enak, Ma. Di samping itu, susu ini juga didukung pengalaman para ahli selama 40 tahun penelitian di bidang imunitas lho. Untuk itu, Neocate Junior bisa menjadi pilihan yang Mama percaya sebagai dukungan sebagai nutrisi ekstra si Kecil yang alergi susu sapi.

Nah, buat Mama yang tertarik dan berminat mencoba, produk-produk Neocate Junior bisa didapatkan di marketplace kesayangan atau di toko-toko terdekat ya.

4. Alergi susu sapi bukan penyakit turunan

4. Alergi susu sapi bukan penyakit turunan
Shutterstock/PK Studio

Banyak faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami alergi susu sapi. Salah satunya adalah genetik. Bukan tidak mungkin orangtua yang memiliki alergi susu sapi menurunkannya kepada sang anak.

Mengutip situs resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), menurut Dr. Badriul Hegar, PhD, SpA(K)., Divisi Gastroenterologi FKUI-RSCM, 40% bayi yang memiliki ibu penderita alergi susu sapi, besar kemungkinan juga akan mengalami alergi yang sama di masa yang akan datang.

5. Alergi Susu Sapi tidak dapat disembuhkan

5. Alergi Susu Sapi tidak dapat disembuhkan
Shutterstock/MIA Studio

Faktanya, alergi susu sapi dapat hilang seiring dengan bertambahnya usia. Namun, di sejumlah kasus ada juga anak yang tetap memiliki alergi susu hingga usia dewasa. Itu artinya ada kemungkinan anak akan bebas dari alergi susu sapi.

Okay Ma, itu tadi beberapa mitos tentang alergi susu sapi pada si Kecil. Semoga informasi yang Popmama berikan bermanfaat ya! (WEB)

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi? Yuk, Coba Ganti dengan Susu Almond!

Baca Juga: 3 Cara Mudah Atasi Alergi Susu Sapi pada Anak Sejak Dini

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi? Ini 7 Manfaat Susu Kedelai untuk Kesehatan

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk