Sebelum menentukan mainan yang dibelikan untuk anak. Tentunya, Mama juga harus memperhatikan untuk anak usia berapakah mainan yang ingin dibeli tersebut. LEGO sendiri merupakan mainan yang memang di desain untuk berbagai kalangan, pada semua produknya sendiri sudah dijelaskan anak usia berapakah yang bisa memainkan produk tersebut.
Dokter spesialis tumbuh kembang anak Bernie Endyarni Medise mengatakan pemilihan mainan untuk anak yang tepat dapat membantu mereka untuk hidup lebih seimbang.
"Pemilihan mainan untuk anak secara bijaksana dapat membantu mereka memiliki hidup yang lebih seimbang. Orang tua memiliki peran penting menentukan dan memilih mainan yang tepat untuk anak, baik dalam aspek keamanan dan kesesuaian permainan," kata Bernie pada diskusi virtual yang digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Ia juga memberikan beberapa panduan untuk memilih mainan anak dengan tepat.
Usia 0-6 Bulan
Bernie mengatakan anak usia 0-6 bulan tidak memerlukan peralatan atau mainan khusus untuk mengajaknya bermain. Misalnya, bayi 0-6 bulan akan sangat senang diajak bermain cilukba atau melihat bayangannya di cermin. Meski, boleh juga diberikan mainan kerincingan, mainan yang bisa digigit, atau mainan khusus untuk diremas.
Usia 7-12 Bulan
Anak usia 7-12 bulan bisa diberikan mainan yang bisa didorong dan ditarik, mainan yang mengeluarkan cahaya, mainan cincin bertumpuk, atau boneka tangan.
Usia 1-2 Tahun
Menginjak usia satu sampai dua tahun, anak dapat diberikan mainan yang bisa dinaiki seperti kuda-kudaan. Begitu juga puzzle sederhana, pop-up toys, buku atau kertas untuk dicoret-coret, alat transportasi tiruan, atau perangkat alat rumah seperti mainan masak-masakan.
Usia 3-6 Tahun
Pada periode itu, anak tertarik mengeksplorasi dunianya, sehingga perlu memberikan permainan yang memancing keinginan berpetualang, mendukung minat, dan mendorong anak mendalami hal baru.
Boneka dengan bentuk realistis bisa menjadi opsi agar anak bisa bermain peran. Bernie juga menyarankan permainan yang melibatkan aktivitas fisik seperti aneka permainan tradisional, layangan, lompat tali, dan mini softball. Bisa pula memperkenalkan alat musik atau mendalami melukis dan menggambar.
"Pada usia prasekolah, anak butuh permainan yang dapat mengembangkan kerja sama dan kemampuan sosialisasi. Anak membutuhkan kemampuan itu untuk masuk ke lingkungan baru ketika di sekolah," ucap dokter yang juga penulis buku Cerdas Memilih Mainan Anak dan Remaja itu.
Itulah informasi tentang belajar mengenal antariksa bersama LEGO Play Lost in Space. Bagaimana Ma, tertarik untuk ajak si Anak menjelajahi antariksa bersama LEGO?