7 Kebiasaan Positif Anak yang Lebih Penting dari Sekedar Pintar

Ternyata pintar saja tidak cukup lho, Ma!

30 Maret 2020

7 Kebiasaan Positif Anak Lebih Penting dari Sekedar Pintar
Pexels/ Trinity Kubassek
Belajar tata krama sedari kecil sangat penting lho, Ma.

Jika disuruh memilih, Mama lebih ingin anak mama tumbuh menjadi sosok yang pintar atau baik?

Dengan mengamati kondisi dunia saat ini, banyak orang bermusuhan dan berebut kepentingan. Semua itu bukan karena dunia kekurangan orang pintar, melainkan makin sedikitnya populasi orang baik.

Para orangtua sibuk mendidik anak mereka menjadi sosok pintar dan kaya prestasi. Tapi mereka lupa mengimbanginya dengan pendidikan karakter.

Sebenarnya, tanpa Mama sadari Si Anak sudah memiliki satu dari sederet sifat terpuji di bawah ini.

Meski tidak bisa dinilai dengan angka dan gelar, tujuh sikap di bawah ini jauh lebih penting dari sekadar prestasi.

Apakah anak mama memiliki salah satunya?

1. Suka berbagi

1. Suka berbagi
Pexels/ Archie Binamira

Saat orang-orang sibuk memenuhi kebutuhan dirinya masing-masing, menemukan sosok yang suka berbagi adalah hal yang mengagumkan.

Berbanggalah Mama jika Si Kecil sudah terbiasa melakukan hal ini sejak usianya masih dini.

Ia tidak egois dan mau membagi barang yang dimiliki dengan sesama. Amati dari hal-hal sepele seperti saat ia membagikan bekal makanannya pada teman atau saat ia mengizinkan temannya meminjam mainan.

Untuk menyalurkan kebiasaan baiknya, Mama bisa mengenalkan Si Kecil pada orang-orang yang kurang beruntung. Ajak ia berbagi dengan penghuni panti asuhan atau warga sekitar yang ekonominya di bawah rata-rata. Senangnya ketika anak senang berbagi. 

2. Suka menolong

2. Suka menolong
Pixabay/ Hairobe

Sama seperti sifat suka berbagi, anak yang suka menolong sejak kecil akan tumbuh menjadi sosok yang lebih toleran dan peduli sesama.

Jika ia terbiasa menawarkan bantuan pada orang lain, Mama harus berbangga.

Sederhana saja, misalnya ia membantu Mama menyiram tanaman atau mengembalikan barang jatuh yang dilihatnya saat ikut berbelanja ke supermarket.

Hal-hal sepele ini bermakna mendalam lho, Ma dibandingkan sekedar meraih nilai bagus di sekolah.

Editors' Picks

3. Peka terhadap perasaan atau kondisi orang lain

3. Peka terhadap perasaan atau kondisi orang lain
maxpixel.freegreatpicture

Sifat terpuji lainnya yang bisa nampak sejak masih kecil adalah peduli atau peka dengan kondisi orang lain.

Si Anak nampak tanggap ketika melihat temannya menangis atau ia secara refleks menanyakan kondisi kesehatan Mama saat terlihat pucat dan kurang bersemangat.

Di usia sekecil itu saja, ia bisa membaca ada sesuatu yang tidak biasa pada orang di sekitarnya.

Ini baru anak hebat!

4. Tangguh dan pantang menyerah

4. Tangguh pantang menyerah
Pexels/ Porapak Apichodilok

Memiliki jiwa yang tangguh dan tak mudah menyerah sangat penting untuk menghadapi tantangan dunia yang makin berat. Beruntung jika anak Mama memilikinya sejak ia kecil.

Ketika mendapat nilai jelek atau gagal memenangkan lomba, ia terus mencoba lagi tanpa dan tidak terpuruk sedikit pun.

Pasti bangga kan Ma, punya anak yang gigih dan semangatnya tinggi.

5. Disiplin

5. Disiplin
Pixabay/ White77

Banyak orangtua dipusingkan dengan sikap anak yang sulit dilatih kedisiplinannya. Padahal hanya untuk hal sepele seperti bangun pagi, menyiapkan buku pelajaran di malam sebelumnya, atau menata kamar dengan rapi.

Maka Mama patut bangga jika Si Anak memiliki sikap disiplin sejak dini. Ia terbiasa menjaga kerapian dan keteraturan pada hal-hal di sekitarnya, bahkan tanpa Mama suruh.

6. Selalu ingin tahu hal baru

6. Selalu ingin tahu hal baru
Flickr/ D.C. Atty

Anak yang banyak bertanya dan selalu ingin tahu sering dianggap merepotkan oleh orangtua. Padahal kebiasaan ini justru menunjukkan tingkat kecerdasannya yang di atas rata-rata.

Ia selalu penasaran pada hal baru dan haus akan pengetahuan.

Punya anak yang banyak bertanya bisa bikin Mama makin pintar, lho! Karena Mama harus banyak mencari tahu juga agar bisa memberikan jawaban yang tepat kepadanya.

7. Mudah mengalah dan memaafkan

7. Mudah mengalah memaafkan
U.S. Air Force photo/Airman 1st Class Brooke P. Beers

Anak-anak biasanya sulit mengalah dan masih ingin menang sendiri. Mereka juga tak jarang bertingkah kolokan saat keinginannya tak terpenuhi.

Maka memiliki anak yang mudah mengalah dan tak segan meminta maaf ketika melakukan kesalahan adalah hal yang mengagumkan.

Pintar itu tidak selalu soal nilai bagus kan, Ma?

Anak pintar tidak akan membuat banyak perubahan baik jika tidak diimbangi dengan kebiasaan yang terpuji.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.