Cara Memilih Pola Asuh Berdasarkan Macam-Macam Kepribadian Anak

Kepribadian seorang anak dapat memengaruhi pola pengasuhan orangtua

15 Oktober 2021

Cara Memilih Pola Asuh Berdasarkan Macam-Macam Kepribadian Anak
Pexels/ketut-subiyanto

Sama seperti orang dewasa, anak-anak memiliki kepribadian yang berbeda. Mereka mungkin ramah, pemarah, atau tertutup. Demikian pula, kekuatan satu anak mungkin menjadi kelemahan anak lain.

Orangtua dari banyak dapat lebih memahami bahwa tidak ada dua anak yang sama. Meskipun anak-anak dibesarkan di rumah yang sama dengan orangtua yang sama dan aturan yang sama, anak-anak dapat menghadapi kehidupan dengan sangat berbeda.

Meski tidak ada mana yang lebih baik atau lebih buruk, kepribadian anak-anak yang unik ini akan berdampak pada pola asuh Mama. 

Berikut Popmama.com akan membahas cara menemukan pola asuh yang tepat berdasarkan kepribadian anak.

1. Anak yang bertekad tinggi

1. Anak bertekad tinggi
Freepik/Tirachardz

Anak yang bertekad memiliki semangat yang tinggi, mandiri, dan terlahir sebagai pemimpin. Ia terlahir dengan dorongan untuk belajar dan menyelesaikan sesuatu,

Walaupun terlahir sebagai pemimpin, anak dengan tekad yang kuat terkadang bisa menjadi tantangan. Mereka ingin melakukan semuanya sendiri, apakah mengancingkan mantel atau membuat roti lapis sendiri, anak ini sangat mandiri.

Terkadang, seorang anak yang gigih bisa tampak menuntut dan keras kepala, tetapi jika Mama berfokus untuk memberinya kebebasan sebanyak mungkin untuk melakukan sesuatu, maka Mama dan anak mungkin akan lebih menemukan kenyamanan.

Pastikan untuk mendorong anak yang gigih dan memuji upayanya bahkan ketika ia gagal. Dan, sering ingatkan anak untuk jangan patah semangat. Anak yang gigih kemungkinan besar akan menjadi sangat sukses dalam hidup.

2. Anak yang ceria

2. Anak ceria
Pexels/gustavo-fring

Anak yang ceria, ramah, dan sosial ini sering bermain-main dan memiliki kepribadian yang menyenangkan. Mereka senang menjadi pusat perhatian dan mungkin sering mengganggu Mama saat bekerja.

Sebagai orangtua, penting untuk mengenali karakteristik ini sebagai sifat positif dan menemukan cara bagi anak untuk menyalurkan antusiasmenya.

Ketika anak ingin bersenang-senang, jadi turunkan tingkat kedewasaan Mama dan jadilah seperti badut yang menghibur. Namun, dan dalam hal disiplin, gunakan bahasa yang ringan. Anak dengan tipe ini menginginkan dunia yang bahagia. Jadi, lakukan dengan lembut saat mengoreksinya.

3. Anak yang serius

3. Anak serius
Pexels/amber currin

Logis, mandiri, fokus, dan dewasa adalah cara terbaik untuk menggambarkan anak yang serius. Bahkan, orang sering terheran-heran dengan betapa dewasanya anak-anak ini untuk usia mereka.

Mereka biasanya percaya diri, rajin belajar, dan analitis. Tapi, mereka juga bisa berjuang dengan perfeksionisme. Anak yang serius suka mempelajari hal-hal baru. Uniknya, mereka juga diandalkan sebagai pemikir di dalam sebuah keluarga.

Jadi, ketika berbicara tentang mengasuh anak yang serius, perhatikan pikiran dan pendapat anak dengan serius. Dengarkan apa yang anak katakan, dan jika Mama tidak setuju, lakukan dengan cara yang konstruktif, artinya jelaskan alasan mengapa Mama tidak setuju.

Dalam hal berinteraksi dengan anak yang serius, cobalah untuk bersikap logis. Misalnya, akan jauh lebih efektif jika Mama menjelaskan mengapa ingin anak melakukan sesuatu, daripada hanya menyuruh ia untuk melakukannya.

Editors' Picks

4. Anak yang berenergi tinggi

4. Anak berenergi tinggi
Freepik/Prostooleh

Jika memiliki anak berenergi tinggi, Mama mungkin tahu bahwa anak lebih baik dalam situasi yang melibatkan aktivitas dan stimulasi. Sebagai orangtua, Mama perlu menyadari bahwa jika anak terlalu lama tidak mendapat stimulasi yang cukup, maka mereka akan menciptakannya sendiri.

Sehingga yang terbaik adalah memberi anak banyak kesempatan untuk aktif dan menjelajah di lingkungan yang terstruktur dan aman.

Anak membutuhkan wadah untuk menyealurkan energinya, atau ia mungkin akan menciptakan kekacauan di rumah. Anak-anak yang berenergi tinggi sering mendapat manfaat dari jadwal kegiatan yang penuh.

Cara Mudah Agar Orangtua dapat Beradaptasi dengan Kepribadian Anak

Setelah mengetahui bagaimana cara pengasuhan yang tepat berdasarkan kepribadian seorang anak, penting juga memahami dan berupaya menyelaraskannya.

Mengetahui bagaimana mengasuh setiap anak dengan cara yang peka dan sesuai dengan kepribadian adalah salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan orangtua. Berikut adalah beberapa tips tentang bagaimana Mama dapat beradaptasi dengan kepribadian anak

1. Mempelajari kepribadian anak yang sebenarnya

1. Mempelajari kepribadian anak sebenarnya
Pexels/ketut subiyanto

Untuk menjadi orangtua yang sesuai dengan kepribadian anak, Mama harus mengetahui siapa anak yang sebenarnya. Dan, cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mempelajari seluk beluk tentang anak.

Pikirkan tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain. Apakah mereka berani dan banyak bicara? atau apakah mereka berdiam diri dan mengamati?

Mama juga perlu memikirkan jenis aktivitas apa yang disukai anak, intensitas emosinya, toleransinya terhadap frustrasi, tingkat energinya, dan reaksinya terhadap perubahan.

Semua karakteristik ini memberikan Mama wawasan tentang kepribadian dan temperamen anak. Dan, jika Mama memerhatikan karakteristiknya, ini akan menjadi panduan bagi Mama sebagai orangtua.

2. Tunjukkan empati tinggi

2. Tunjukkan empati tinggi
Freepik/Gpointstudio

Terkadang, sifat kepribadian anak-anak bisa membuat Mama frustrasi. Mungkin anak lamban dan Mama adalah seseorang yang suka kecepatan. Atau mungkin Mama mudah bersosialisasi, tetapi anak lebih suka berada di rumah.

Akan ada saat-saat ketika kepribadian orangtua dan kepribadian anak tidak cocok. Terlebih lagi, ketidaksesuaian ini dapat menyebabkan konflik.

Untuk alasan ini, penting untuk mengambil langkah mundur dan belajar bagaimana melihat sesuatu dari sudut pandang anak. Penting untuk berempati terhadap hal-hal yang memberi anak kedamaian dan kenyamanan. kemudian carilah solusi dan kompromi untuk mencegah potensi konflik.

Misalnya, jika anak membutuhkan banyak waktu di rumah, cobalah memberi tahu sebelumnya tentang apa yang akan dilakukan dan kompromikan berapa lama akan pergi. Dengan cara ini, anak mungkin akan menyerah dan menghadiri acara keluarga, tetapi Mama menunjukkan sikap yang peka terhadap kebutuhan anak akan waktu senggang.

3. Hargai kepribadian anak

3. Hargai kepribadian anak
Freepik/Prostooleh

Bagi orangtua, mungkin sulit ketika anak-anak tidak seperti yang diharapkan. Misalnya, mungkin Mama bermimpi memiliki anak yang menjadi bintang olahraga, tetapi anak lebih suka musik dan buku. 

Terlepas dari siapa anak dan seperti apa karakteristiknya, penting bagi Mama untuk menemukan keajaiban dan kegembiraan tentang apa yang anak sukai. Lepaskan segala prasangka dan belajarlah untuk menerima dan menghargai keindahan kepribadian anak.

Tentu saja, tidak ada anak yang sempurna dan akan ada hari-hari ketika mereka senang mencoba-coba, tetapi selalu cari keajaiban dalam kepribadiannya. Setelah itu cintai dan hargai apa yang istimewa dari mereka.

Mengasuh anak-anak dengan mempertimbangkan kepribadian mereka memang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Terkadang Mama mungkin melakukannya dengan benar dan di lain waktu tidak.

Ketika saat-saat itu terjadi, bersikaplah lembut pada diri sendiri. Mengasuh anak adalah tentang belajar dan beradaptasi, dan tak apa-apa untuk membuat kesalahan. Selama Mama aktif, terlibat, dan penuh kasih, anak akan tumbuh menjadi individu yang sehat dan memahami serta menghargai siapa dirinya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.