Fenomena perundungan atau bullying pada anak belakangan ini kembali menjadi sorotan hangat di media sosial.
Mirisnya, saat insiden kekerasan anak terjadi di depan mata, orang dewasa justru sibuk merekam aksi tersebut demi konten.
Padahal, dibandingkan mengincar popularitas sesaat di media sosial, tindakan nyata untuk melindungi fisik dan mental anak jauh lebih berharga.
Penting untuk diingat bahwa reflek orangtua dalam menolong anak seharusnya jauh lebih cepat dibandingkan reflek membuat konten.
Paparan aksi kekerasan yang direkam dan disebarluaskan justru bisa menambah rasa malu serta trauma mendalam pada anak.
Berikut Popmama.com rangkum kasus anak dibully oleh 3 temannya, orang dewasa justru hanya merekam.
