Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Tips Mindful Consumption, Kelola Keuangan Lebih Bijak

6 Tips Mindful Consumption, Kelola Keuangan Lebih Bijak
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana
Intinya Sih
  • Mike Rini, seorang financial planner bersertifikat, menekankan pentingnya keseimbangan antara emosi dan keputusan finansial agar keluarga dapat hidup lebih teratur dan berkelanjutan.

  • Mindful consumption dilakukan dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, mencatat pengeluaran sebulan penuh, serta mengendalikan penggunaan alat pembayaran digital agar tidak terjebak utang konsumtif.

  • Pola hidup bijak juga diajarkan pada anak melalui contoh nyata orangtua, menanamkan nilai peduli, keteraturan, dan strategi smart spending untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah Mama dan Papa merasa uang gaji seperti "numpang lewat" saja padahal rasanya sudah hemat dan menekan beberapa pengeluaran? 

Ternyata, selama ini kuncinya bukan hanya di angka, tapi di kesadaran Mama dan Papa saat mengeluarkannya. 

Hal ini dikupas tuntas oleh Mike Rini, seorang Certified Financial Planner (CFP) dan Certified Financial Educator Instructor (CFEI) bersama PT Kino Indonesia Tbk bertema "Reconnect: Building Meaning in Every Family Choice" di Jakarta Selatan pada Rabu (29/4/2026). 

Beliau menekankan bahwa keuangan yang sehat bermula dari keseimbangan antara koneksi emosional dan keputusan sehari-hari agar hidup lebih teratur dan berkelanjutan.

Berikut Popmama.com rangkum 6 langkah menerapkan gaya hidup mindful dalam konsumsi keluarga!

Table of Content

1. Bedakan kebutuhan dan pahami dampak keputusan kecil

1. Bedakan kebutuhan dan pahami dampak keputusan kecil

Sesi talkshow oleh Kino bersama Mike Rini dan Arviyane
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Banyak dari Mama dan Papa yang meremehkan pengeluaran kecil karena merasa nominalnya tidak seberapa. Padahal setiap keputusan kecil yang diambil tanpa kesadaran selama sebulan bisa berdampak besar bagi masa depan keluarga. 

Penting bagi Mama dan Papa untuk membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) secara lebih spesifik bukan sekadar generik. 

Misalnya saat membeli baju kerja, Mama dan Papa perlu bertanya apakah memilih merek tertentu karena kualitasnya sesuai anggaran atau hanya karena butuh validasi sosial agar terlihat keren. 

Dengan membiasakan diri menyeleksi pengeluaran kecil Mama dan Papa sedang melatih kesiapan mental untuk menganalisa masalah keuangan yang lebih besar nantinya.

2. Kenali hubungan emosional dan finansial sebelum belanja

Produk-produk non-makanan dari Kino
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Keuangan secara emosional itu perlu diregulasi agar lebih terarah karena keinginan belanja sering kali dipicu oleh perasaan Mama dan Papa sendiri, bukan karena kebutuhan mendesak. 

Mike menyarankan Mama dan Papa untuk mengakui emosi tersebut terlebih dahulu, misalnya rasa ingin seperti orang lain atau ingin memberikan self-reward sebagai hal yang wajar namun jangan sampai tidak terkendali. 

“Kalau suatu saat belok, jangan putus asa karena perubahan itu perlu step by step. Nggak ada yang instan. Mulai dari hal hal kecil terlebih dahulu,” ujarnya.

Akui emosinya lakukan regulasi dengan tenang baru kemudian buat rencana pembelian yang masuk akal dan sesuai anggaran.

Perubahan pola pikir ini memang tidak instan dan butuh motivasi yang dijaga terus menerus jadi mulailah dari langkah kecil agar tetap konsisten dalam jangka panjang.

3. Lakukan tracking dan pencatatan selama sebulan untuk refleksi

Produk-produk makanan dari Kino
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Salah satu langkah nyata yang bisa Mama dan Papa lakukan adalah mencatat setiap pengeluaran tanpa terlewat selama satu bulan penuh untuk melihat pola hidup keluarga yang sebenarnya. 

“Nanti akan terlihat sebuah pola, mana sih pengeluaran yg terlalu besar atau terlalu kecil padahal seharusnya besar (misalnya nabung),” ujarnya.

Melalui tracking ini Mama dan Papa bisa melakukan refleksi untuk melihat pengeluaran mana yang ternyata terlalu besar atau justru terlalu kecil padahal seharusnya menjadi prioritas utama seperti dana pendidikan atau tabungan. 

Dengan data yang jelas Mama dan Papa tidak lagi menebak-nebak ke mana uang pergi sehingga ke depannya bisa membuat perencanaan yang lebih matang. 

4. Kendalikan penggunaan alat pembayaran digital

Produk makanan dan non-makanan dari Kino
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Setelah mengetahui pola pengeluaran melalui catatan tadi, saatnya Mama dan Papa masuk ke tahap perbaikan dengan cara mengendalikan atau bahkan menghentikan pengeluaran yang dirasa kurang bermanfaat. 

Di tahap ini Mama dan Papa harus sangat waspada terhadap penggunaan alat pembayaran modern seperti pay later agar tidak terjebak dalam utang konsumtif yang merugikan.

“Every decision we made itu ada impact nya. Pada saat memutuskan itu kan kecil-kecil, tapi kalau dihitung selama 25 hari itu akan banyak.”

Karena pada dasarnya mindful consumption berarti Mama dan Papa memiliki kendali penuh atas setiap rupiah yang keluar dan tidak mudah tergiur oleh promo belanja yang bisa merusak rencana keuangan. 

Pastikan setiap alat pembayaran yang digunakan tetap berada dalam batas kemampuan bayar dan sesuai dengan nilai kebutuhan keluarga yang sudah ditetapkan.

5. Ajarkan nilai caring dan hidup teratur pada anak

Produk makanan kucing dari Kino
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Sebagai orangtua, kebiasaan finansial Mama dan Papa akan menjadi contoh langsung bagi anak-anak sehingga penting untuk menanamkan nilai caring atau peduli pada kebutuhan yang tepat. 

Mama dan Papa bisa mulai mengajarkan kendali diri lewat hal sederhana seperti membuat janji batas anggaran sebelum jajan sehingga anak belajar cara memutuskan dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri atau jajan sehari-hari.

“Atau jajan boleh. Tapi sebelum jajan janjian dulu. Nanti belanja segini aja, dibiasakan untuk ada kendali, bukan diajak jalan aja terus dilarang-larang. Kalau gitu, dia ga ada cara memutuskan.”

Tanamkan juga pada mereka bahwa kebahagiaan itu datang dari hidup yang teratur, bisa mulai dari menghabiskan makanan di piring hingga merapikan barang milik pribadi. 

Keteraturan di rumah akan membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih menghargai setiap berkah yang dimiliki tanpa harus bersikap konsumtif.

6. Terapkan strategi smart spending sebelum membeli sesuatu

Produk makanan anjing dari Kino
Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Mindful spending bukan berarti Mama dan Papa harus bersikap pelit atau menyiksa diri melainkan melakukan strategi smart spending dengan mengalokasikan gaji secara bijak dan tidak berlebihan. 

Mama dan Papa bisa mulai memperhatikan variabel lain saat belanja seperti memilih kemasan yang lebih hemat atau mencari barang substitusi yang fungsinya sama namun harganya lebih terjangkau. 

Sebelum memutuskan membeli sesuatu bangunlah niat (intention) yang jelas agar tidak terjebak dalam perilaku mubazir yang hanya akan membuang-buang uang secara sia-sia. 

Dengan menjadi pembeli yang selektif, Mama dan Papa tidak hanya menghemat uang tetapi juga memastikan hidup keluarga tetap terkendali dan jauh dari rasa cemas akibat gaya hidup yang berlebihan.

Memang butuh proses bertahap untuk menerapkan gaya hidup ini ya, Ma, Pa, namun dengan disiplin dan perencanaan yang baik masa depan keluarga pasti akan lebih terjamin.

Dari enam poin strategi di atas kira-kira mana yang mau langsung Papa diskusikan dengan Mama di rumah sore ini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More