Pertama Kali Les Renang, Siswi SD di Pemalang Tewas usai Tenggelam

- Seorang siswi kelas 1 SD di Pemalang bernama SDW (7) meninggal dunia setelah tenggelam saat mengikuti les renang pertamanya di kolam Desa Lodaya pada Minggu pagi.
- Kegiatan renang dimulai dengan pemanasan dan latihan dasar, namun korban diduga kembali ke kolam tanpa pengawasan hingga akhirnya ditemukan tak bergerak di dasar kolam oleh pelatih.
- Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tanda khas tenggelam tanpa kekerasan fisik, sementara polisi masih menyelidiki kemungkinan unsur kelalaian dalam insiden tragis tersebut.
Seorang siswi perempuan berinisial SDW (7) meninggal dunia akibat tenggelam di sebuah kolam renang saat mengikuti ekstrakulikuler renang. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Minggu pagi (3/5/2026).
Mirisnya, ini menjadi kali pertama SDW mengikuti les renang. Tak disangka, pengalaman pertamanya tersebut justru merenggut nyawanya. Berikut Popmama.com siap membahas kronologi siswi SD di Pemalang tewas usai tenggelam di kolam renang.
1. Korban merupakan siswi kelas 1 SD yang baru pertama kali mengikuti les renang

Korban merupakan siswi kelas 1 di SDIT Alam Bina Insani Randudongkal. Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di sebuah kolam renang yang berlokasi di Desa Lodaya, Kabupaten Pemalang.
Saat itu, lokasi tersebut tengah digunakan untuk kegiatan pembelajaran renang bersama rombongan sekolah. Berdasarkan informasi yang beredar, aktivitas renang sudah dimulai sejak pagi hari.
Korban datang ke lokasi bersama sang mama sekitar pukul 07.30 WIB untuk mengikuti latihan yang juga terhubung dengan klub renang Bintang Selatan. Ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti les renang.
2. Kegiatan diawali dengan pemanasan hingga latihan dasar di kolam

Sesi latihan dimulai dengan pemanasan dan pengenalan air untuk para peserta. Setelah itu, anak-anak mulai memasuki tahap latihan dasar menggunakan papan pelampung di kolam yang memiliki kedalaman sekitar 160 cm.
Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawasan pelatih yang mendampingi jalannya latihan. Namun, suasana yang awalnya berjalan seperti biasa berubah menjadi duka.
Setelah menyelesaikan sesi awal, korban diketahui sempat menepi untuk beristirahat dan berada di dekat mamanya. Dalam kondisi yang hingga kini belum terungkap sepenuhnya, korban diduga kembali memasuki area kolam tanpa adanya pengawasan langsung.
3. Tubuh korban ditemukan di dasar kolam oleh pelatih

Tragedi ini terungkap secara tidak sengaja ketika seorang pelatih yang sedang mendampingi peserta lain merasakan adanya sesuatu di dasar kolam. Saat diperiksa lebih lanjut, tubuh korban ditemukan dalam kondisi tidak bergerak.
Upaya pertolongan pun langsung dilakukan di lokasi. Korban segera dievakuasi dari dalam kolam dan diberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP).
Sayangnya, tidak ada respons dari korban. Setelah itu, korban langsung dilarikan ke RS Mardhotillah Randudongkal untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
4. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tanda-tanda khas tenggelam

Korban tiba di rumah sakit dalam kondisi tidak sadar dan sudah tidak bernapas. Tim medis menemukan sejumlah tanda yang identik dengan kasus tenggelam, di antaranya wajah korban tampak pucat, ujung jari membiru, serta keluarnya cairan berbusa dari hidung.
Di sisi lain, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Pengelola kolam renang, Surino, mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana insiden itu bermula.
Ia menjelaskan situasi mendadak berubah panik usai terdengar teriakan bahwa ada seorang anak tenggelam. Mendengar hal tersebut, pengelola bersama warga setempat langsung berupaya memberikan pertolongan.
5. Polisi masih menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian

Kasus saat ini tengah dalam penanganan pihak kepolisian. Kapolsek Randudongkal, Iptu Sudaryo, menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan kronologi lengkap dari kejadian tersebut.
Pihak kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa ini. Insiden tragis yang menimpa SDW menjadi pengingat penting bagi semua pihak tentang perlunya pengawasan ekstra dalam setiap aktivitas air yang melibatkan anak-anak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Itu dia kronologi siswi SD di Pemalang tewas usai tenggelam di kolam renang. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, dan menjadi pengingat bahwa keselamatan anak harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan.


















