"Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolres Sumedang dan Dinas Sosial setempat agar kedua anak ini tetap mendapatkan pendampingan setelah kembali ke lingkungan keluarganya."
Kisah Fikri, Bocah 4 Tahun Asal Sumedang jadi Pemulung di Jakarta

- Fikri, bocah 4 tahun asal Sumedang, viral setelah videonya memulung di kawasan industri Jakarta Timur demi membantu neneknya mencari nafkah.
- Pihak kepolisian Jakarta Timur turun langsung mengecek kondisi Fikri dan adiknya, memberikan bantuan serta berkoordinasi dengan keluarga dan Dinas Sosial.
- Setelah koordinasi lintas pihak, Fikri dan adiknya resmi dipulangkan ke Sumedang untuk mendapatkan pendampingan, perlindungan, serta akses pendidikan dari pemerintah daerah.
kisah seorang bocah kecil bernama Fikri mendadak menyentuh hati banyak orang setelah videonya viral di media sosial. Di usia yang baru menginjak 4 tahun, Fikri sudah harus membantu mencari nafkah dengan memulung botol bekas di pinggir jalan kawasan industri Jakarta Timur.
Pemandangan tersebut memicu keprihatinan publik, sekaligus mengingatkan bahwa masih ada anak-anak yang harus berjuang di tengah kerasnya kehidupan kota.
Video yang beredar memperlihatkan Fikri memungut botol plastik bekas di Jalan Rawa Sumur, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, kawasan Industri Pulogadung. Menampilkan Aktivitas itu Fikri dalam membantu neneknya yang bekerja sebagai pemulung untuk menambah penghasilan keluarga.
Untuk memahami informasi ini secara lebih, simak dalam berita yang telah Popmama.com siapkan satu ini. Disimak, ya!
Table of Content
1. Fikri memulung demi membantu nenek

Dalam video yang viral, terlihat Fikri berjalan di pinggir jalan sambil mengumpulkan botol bekas dari tumpukan sampah. Aktivitas itu ia lakukan untuk membantu neneknya yang setiap hari bekerja sebagai pemulung di kawasan industri Pulogadung.
Kehidupan Fikri yang jauh dari kehidupan anak-anak pada umumnya, membuat kisahnya cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet merasa terharu melihat anak seusianya harus bekerja di tengah kondisi keluarga yang sulit.
Mengetahui hal tersebut, pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi Fikri dan keluarganya.
2. Polisi turun tangan setelah kisah Fikri viral di media sosial

Setelah video tersebut viral, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal bersama jajarannya mendatangi tempat tinggal Fikri di kawasan Cakung. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa Fikri tinggal bersama neneknya, Tursini, di sebuah lapak pemulung.
Dalam keterangan, petugas juga bertemu dengan adik Fikri yang diketahui masih berusia tiga tahun. Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian memberikan bantuan makanan ringan serta memastikan kondisi kedua anak tersebut dalam keadaan yang baik-baik saja.
"Langkah selanjutnya yang pertama, dikembalikan kepada orang tuanya untuk nanti kita pantau, kita sekolahkan. Kami berharap mereka bisa melanjutkan pendidikan. Anak-anak ini terlihat cerdas dan memiliki kepedulian tinggi," ucap Alfian Nurrizal.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga melakukan komunikasi langsung dengan ibu kandung Fikri melalui video call untuk mencari solusi terbaik bagi masa depan kedua anak tersebut.
3. Fikri dan adiknya akhirnya dipulangkan ke Sumedang

Setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya diputuskan bahwa Fikri dan adiknya akan dipulangkan ke kampung halaman mereka di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Proses pemulangan dilakukan secara resmi melalui penandatanganan berita acara yang melibatkan keluarga, kepolisian, serta Dinas Sosial.
Pada Kamis (12/3/2026), Polres Metro Jakarta Timur, bersama Dinas Sosial DKI Jakarta, mengantar langsung kedua anak tersebut menggunakan kendaraan dinas menuju rumah ibu mereka di Sumedang.
Kepala Satuan Pelaksana Sosial Kecamatan Cakung, Dhona Susanti, menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan kedua anak tersebut tetap mendapatkan perlindungan dan masa depan yang lebih baik.
"Kami dari Dinas Sosial hadir sebagai perpanjangan tangan negara untuk memastikan anak-anak ini mendapatkan perlindungan dan hak-haknya terpenuhi."
Ke depan, pemerintah daerah berencana memberikan pendampingan serta membantu proses administrasi kependudukan kedua anak tersebut. Selain itu, Fikri dan adiknya juga direncanakan akan didaftarkan ke program pendidikan agar mereka bisa mendapatkan akses sekolah yang layak.
Itulah Ma kisah Fikri, bocah 4 tahun asal Sumedang yang sempat viral karena harus memulung di Jakarta demi membantu neneknya. Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan dan masa depan yang lebih baik.


















