Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mama Ini Latih Kemandirian Anak Lewat Pekerjaan Rumah Sehari-hari

5 min read
Mama Ini Latih Kemandirian Anak Lewat Pekerjaan Rumah Sehari-hari
Threads.com/mariaulfaelevensafa
  • Seorang Mama membiasakan anaknya yang berusia 11 tahun mengerjakan tugas rumah, seperti menyetrika, mencuci piring, menyapu, mengepel, membersihkan rumah, dan mengurus kotoran hewan peliharaan.

  • Ia tidak langsung mengambil alih saat hasil pekerjaan belum rapi atau bersih; anak diminta mengulanginya agar memahami tanggung jawab dan menyelesaikan tugas sampai tuntas.

  • Latihan basic life skill dilakukan sebagai bekal kemandirian, terutama karena anak akan mondok dalam dua tahun dan berpotensi melanjutkan kuliah di luar negeri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengajarkan anak mandiri tidak selalu harus melalui hal-hal besar. Kebiasaan sederhana di rumah juga bisa menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Hal inilah yang dilakukan seorang Mama yang membagikan pengalamannya melalui Threads @mariaulfaelevensafa.

Ia membiasakan anaknya yang kini berusia 11 tahun untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah, mulai dari menyetrika, mencuci piring, menyapu, mengepel, hingga membersihkan area rumah dan membuang kotoran hewan peliharaan.

Menariknya, sang Mama tidak mempermasalahkan jika hasil pekerjaan anak belum sempurna.

Ketika masih ada kerak pada piring atau setrikaannya belum rapi, anak diminta mengulanginya sampai lebih bersih dan selesai.

Kebiasaan tersebut menjadi bekal penting agar anak terbiasa mengurus kebutuhannya sendiri. Lantas, basic life skill apa saja yang mulai diajarkan Mama tersebut?

Berikut Popmama.com telah merangkumnya. Yuk, simak!

  1. 1. Mengajarkan anak menyetrika pakaian sendiri

    Menyetrika sendiri membuat anak melatih ketelitian dan koordinasi
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Menyetrika pakaian mungkin terlihat sederhana bagi orang dewasa, tetapi aktivitas ini membutuhkan:

    • koordinasi,
    • ketelitian, dan
    • kehati-hatian bagi anak.

    Dalam unggahannya, Mama menceritakan bahwa anaknya yang berusia 11 tahun sudah mulai belajar menyetrika meski hasilnya belum sepenuhnya rapi.

    Hal tersebut tidak membuat Mama langsung mengambil alih pekerjaan anak. Ia memilih membiarkan anak menjalani proses belajar dan perlahan memperbaiki hasilnya.

    Dengan begitu, anak memahami bahwa sebuah pekerjaan membutuhkan latihan agar bisa dilakukan dengan lebih baik.

    Kemampuan menyetrika juga dapat menjadi bekal ketika anak mulai tinggal jauh dari orangtua. Anak tidak selalu bisa mengandalkan Mama untuk menyiapkan pakaian atau mengurus kebutuhan sehari-hari.

    Orangtua dapat mengenalkan aktivitas ini secara bertahap dengan memberikan contoh terlebih dahulu.

    Karena melibatkan benda panas, anak juga perlu mendapatkan pengawasan dan aturan keselamatan yang jelas selama belajar.

  2. 2. Membiasakan anak mencuci piring sampai bersih

    Biasakan anak untuk cuci piring, karena akan melatih tanggung jawab
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Mencuci piring menjadi salah satu pekerjaan rumah yang dapat dikenalkan kepada anak sejak dini.

    Aktivitas ini tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga membantu anak memahami bahwa barang yang sudah digunakan perlu dibersihkan dan dikembalikan dalam kondisi siap digunakan kembali.

    Mama mengaku cucian piring anaknya terkadang masih menyisakan kerak. Namun, alih-alih langsung mencucinya sendiri, ia meminta anak mengulanginya sampai benar-benar bersih.

    Cara tersebut membuat anak belajar bahwa menyelesaikan tanggung jawab bukan sekadar menggugurkan kewajiban. Ada standar tertentu yang perlu diperhatikan sebelum sebuah pekerjaan dianggap selesai.

    Mama juga dapat menyesuaikan tugas dengan usia dan kemampuan anak. Gunakan peralatan yang aman dan ajarkan langkah mencuci secara perlahan.

    Ketika anak mulai terbiasa, kegiatan sederhana ini dapat membangun rasa tanggung jawab sekaligus membuatnya lebih percaya diri mengurus kebutuhan sehari-hari.

  3. 3. Melatih anak menyapu dan mengepel rumah

    Latih untuk membersihkan rumah agar sadar rumah perlu dijaga bersama
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Menyapu dan mengepel juga menjadi bagian dari basic life skill yang dikenalkan Mama tersebut kepada anak. Walaupun hasil pekerjaan anak belum sempurna, ia tetap diberi kesempatan untuk mencoba dan belajar memperbaiki caranya.

    Sang Mama bahkan menyebut hasil pel anaknya masih terlihat sangat basah. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menghentikan proses belajar.

    Anak tetap diberikan ruang untuk memahami bagaimana menggunakan alat kebersihan dan menyelesaikan pekerjaannya.

    Kebiasaan seperti ini dapat membantu anak menyadari bahwa rumah merupakan tempat yang perlu dijaga bersama. Pekerjaan rumah bukan hanya tanggung jawab orangtua, tetapi bisa dibagi sesuai kemampuan masing-masing anggota keluarga.

    Mama dapat memberikan tugas sederhana terlebih dahulu, misalnya menyapu area kamar atau ruang tertentu.

    Setelah anak mulai terbiasa, tanggung jawabnya bisa ditambah secara perlahan. Jangan lupa memberikan arahan tanpa membuat anak merasa harus langsung sempurna.

  4. 4. Mengajarkan anak bertanggung jawab terhadap hewan peliharaan

    Ajarkan anak bertanggung jawab untuk merawat hewan peliharaan
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Basic life skill yang diajarkan Mama tersebut juga mencakup tugas merawat hewan peliharaan. Anak dibiasakan membuang kotoran hewan atau anabul sebagai bagian dari tanggung jawabnya di rumah.

    Merawat hewan bukan hanya tentang bermain atau memberikan makanan. Anak juga perlu memahami bahwa memiliki hewan peliharaan berarti ada kebutuhan yang harus diperhatikan secara rutin, termasuk menjaga kebersihan lingkungannya.

    Melibatkan anak dalam tugas tersebut dapat menjadi cara sederhana untuk mengenalkan konsekuensi dari sebuah tanggung jawab.

    Ketika anak mendapatkan tugas tertentu, ia belajar bahwa pekerjaan tersebut perlu dilakukan meski sedang tidak ingin melakukannya.

    Orangtua tetap perlu menyesuaikan tugas dengan usia anak dan memperhatikan kebersihan setelah aktivitas selesai.

    Mama juga bisa memberikan contoh terlebih dahulu sebelum meminta anak melakukannya sendiri.

    Dari kebiasaan kecil ini, anak perlahan belajar menjadi pribadi yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan tidak selalu menunggu bantuan orang lain.

  5. 5. Memberi kesempatan anak belajar dari kesalahan

    Berikan anak kesempatan untuk belajar dari kesalahannya
    Popmama.com/Violin Heldina/AI

    Hal yang menarik dari cerita Mama tersebut bukan hanya pekerjaan rumah yang diberikan kepada anak, tetapi bagaimana ia menyikapi hasil pekerjaan yang belum sempurna.

    Anak tetap diberi kesempatan untuk mencoba, sementara kesalahan dijadikan bagian dari proses belajar.

    Ketika piring masih berkerak, misalnya, anak diminta mencucinya kembali. Begitu pula ketika hasil setrika belum rapi, anak tetap mendapatkan kesempatan untuk berlatih.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa tujuan mengajarkan pekerjaan rumah bukan sekadar mendapatkan rumah yang bersih atau pakaian yang rapi.

    Anak juga sedang belajar menyelesaikan sesuatu sampai tuntas.

    Mama tersebut bahkan selalu mengingatkan anak bahwa ia perlu memiliki berbagai kemampuan karena dua tahun lagi akan mondok dan kemungkinan melanjutkan kuliah di luar negeri.

    Pesan tersebut menjadi alasan bagi anak untuk memahami pentingnya kemandirian sejak sekarang.

    Itulah sebabnya, proses belajar basic life skill tidak harus menunggu anak dewasa. Kebiasaan sederhana di rumah dapat menjadi bekal agar anak semakin mandiri dan bertanggung jawab.

    Jadi, sudahkah anak mulai belajar melakukan pekerjaan rumah sendiri? Kira-kira, tugas apa yang paling sering ia lakukan di rumah, Ma?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More