6 Cara untuk Mengajari Anak Menerima Kekalahan

Tidak mudah lho, menerima kekalahan dengan lapang dada

30 Oktober 2018

6 Cara Mengajari Anak Menerima Kekalahan
sportsdadhub.com

Kalah menang adalah hal biasa dalam kehidupan. Kelak, anak mama akan menghadapi segala hal terkait mengejar kemenangan dan bagaimana menghadapi kekalahan.

Sikap mental yang baik diperlukan untuk itu, terutama jika anak mama terlibat di kegiatan olahraga. Bagaimana sikap mental baik itu?

1. Tidak membuat berbagai macam alasan bila kalah

1. Tidak membuat berbagai macam alasan bila kalah
ottawacitizen.com

Dalam sebuah kegiatan olahraga, pasti ada kalah dan menang. Bagaimana menyikapi kekalahan dan kemenangan adalah sebuah sikap baik yang perlu banget Mama ajarkan ke anak.

Jika kalah, sikap yang benar adalah menerima kekalahan dengan lapang dada bukan malah mencari-cari alasan kekalahan apalagi menyalahkan orang lain.

2. Belajar dari kesalahan dan kembali ke dalam permainan

2. Belajar dari kesalahan kembali ke dalam permainan
leverade.com

Sekeras apa pun latihan, sekuat apa pun usaha, dan sebesar apa pun keinginan untuk tampil sempurna, dalam melakukan kegiatan, mungkin sekali terjadi kesalahan. Kesalahan kecil di dalam olahraga bisa berarti fatal, misalnya membuat cedera atau poin untuk lawan.

Sikap positif yang harus dilakukan adalah belajar dari kesalahan dan kembali ke permainan. Mengatur ulang strategi dalam waktu singkat dan membangkitkan mood juara adalah hal yang perlu dilatih.

Dukung si Anak ya, Ma!

Editors' Picks

3. Berusaha menjadi yang terbaik

3. Berusaha menjadi terbaik
cdc.gov

Untuk menang, tidak bisa semerta-merta, perlu latihan dan kerja keras. Berupaya untuk menjadi yang terbaik artinya harus punya mental kuat dan sikap pantang menyerah.

Hal kecil, di lomba lari sekolah, misalnya, Mama harus mendorong si Anak untuk berlatih. Temani ia saat berlatih, beri makanan yang bergizi, dan jadilah suporter terbaik untuknya.

4. Tetap mendukung dan tidak mengkritik bila teman tim melakukan kesalahan

4. Tetap mendukung tidak mengkritik bila teman tim melakukan kesalahan
cloudfront.net

Kesalahan mungkin tidak dilakukan oleh si Anak tetapi teman timnya. Bagaimana ia bersikap itu yang menentukan kualitas sportivitasnya.

Marah kepada teman tim bukan solusi.

Ajarkan si Anak untuk mendukung temannya itu, memberikan masukan dengan cara sopan dan kemudian bersama-sama meraih kesempatan berikutnya untuk menjadi yang terbaik.

5. Tunjukkan sikap hormat akan dirimu, akan tim, dan pada penyelenggara pertandingan

5. Tunjukkan sikap hormat akan dirimu, akan tim, penyelenggara pertandingan
parenting-blog.net

Dalam sebuah pertandingan biasa ada wasit. Kalau Mama mengajak si Anak nonton film Karate Kid, Mama bisa menjelaskan bahwa sikap menghormati hakim pertandingan adalah sebuah hal baik yang harus dilakukannya.

Mungkin saja wasit melakukan keputusan yang tidak sesuai tetapi protes tidak bisa dilakukan semena-mena, ada peraturan yang harus dipatuhi oleh peserta. Berbesar hati dalam melakukan ini adalah latihan mental yang harus terus menerus Mama contohkan dan dukung.

6. Bila menang, jangan sombong

6. Bila menang, jangan sombong
trbimg.com

Mama perlu mengingatkan bahwa tidak selamanya seseorang akan menang. Jadi, sebaiknya saat menang, si Anak tidak boleh sombong. Memamerkan kemenangan secara berlebihan tidak akan baik untuk dirinya. Ia mungkin menjadi lengah dan kemudian lupa mempertahankan prestasi.

Mama bisa memberikan contoh-contoh sikap baik dari olahraga dengan mendukung si Anak aktif mengikuti kompetisi. Mama bisa juga memberikan buku-buku cerita inspiratif tentang tokoh olahraga, browsing sikap tokoh olahraga pujaan si Anak di internet, atau menonton film tentang sebuah kompetisi.

Yuk, bersikap baik. 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.