"Kalo didiemin anak-anak malah main gadget. Jadi, yuk, lakuin sesuatu yang bisa bareng, teamwork, di meja makan. Jadi bisa komunikasi," jelas Sabai tentang alasannya memilih aktivitas ini
Penuh Nostalgia, Sabai dan Ringgo Kenang Ngabuburit Semasa Kecil

Sabai ngabuburit bermain lompat tali dengan tetangga, sementara Ringgo ngabuburit melihat toko mainan untuk beli mainan saat Lebaran.
Sabai dan Ringgo ciptakan aktivitas ngabuburit pengganti ponsel dengan menyusun mainan bersama anak di meja makan.
Sabai dan Ringgo ajarkan puasa pada anak secara bertahap tanpa paksaan, disesuaikan dengan kemampuan anak.
Kenangan ngabuburit di masa kecil selalu meninggalkan kesan yang mendalam dan berkesan. Setiap keluarga punya cara dan aktivitas masing-masing untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa yang penuh kehangatan.
Sabai Morscheck dan Ringgo Agus Rahman berbagi cerita kenangan ngabuburit mereka di masa kecil dalam talkshow LEGO Ramadan Play Bazaar #MainBarengBangunSilahturahmi.
Acara yang digelar di Atrium Bintaro Jaya Xchange Mall 1 pada Jumat (6/3/2026) sore ini tidak hanya membahas kenangan masa lalu, tetapi juga tips mengajarkan puasa pada anak.
Berikut Popmama.com rangkum kenangan ngabuburit Sabai dan Ringgo di masa kecil!
Table of Content
1. Sabai ngabuburit main lompat tali bersama tetangga

Sebagai anak perempuan satu-satunya dari tiga bersaudara, Sabai mendapat perlakuan khusus dari orangtuanya.
Sabai tidak dibolehkan naik sepeda seperti kakak-kakaknya karena orangtuanya sangat menyayanginya dan khawatir ia terjatuh atau terluka. Meskipun begitu, Sabai tidak merasa kesepian.
Justru, Sabai belajar untuk lebih dekat dengan tetangga di sekitar rumahnya. Ia sering bermain bersama anak-anak tetangga yang sebaya dengannya di area sekitar rumah.
Setiap sore saat ngabuburit, Sabai dan teman-temannya bermain lompat tali dan taplak gunung. Permainan tradisional ini menjadi aktivitas rutin yang sangat ditunggu-tunggu setiap sore menjelang berbuka puasa.
2. Ringgo ngabuburit pergi ke toko mainan

Ringgo juga berbagi kenangan lucunya saat ngabuburit di masa kecil yang membuat peserta talkshow tertawa. Berbeda dengan Sabai, Ringgo punya kenangan yang sedikit lebih "nakal" dan penuh strategi.
Ringgo mengaku bahwa ia kadang "lemah iman" saat ngabuburit dan mengajak teman-temannya bermain petasan. Meskipun tahu itu bukan aktivitas yang tepat untuk ngabuburit, rasa penasaran anak-anak masa itu membuat mereka tetap mencoba.
Selain bermain petasan, aktivitas ngabuburit favorit Ringgo adalah pergi ke tempat belanja untuk melihat-lihat mainan. Namun, di balik aktivitas ini, ternyata Ringgo punya strategi tersembunyi yang cukup cerdik.
Tujuan utama Ringgo mengajak orangtuanya melihat mainan saat ngabuburit adalah agar saat Lebaran tiba, ia punya alasan untuk meminta THR (Tunjangan Hari Raya) lebih banyak dari orangtuanya dan membeli mainan dengan uang THRnya.
3. Aktivitas ngabuburit keluarga Ringgo

Sabai dan Ringgo menyadari bahwa di era digital seperti sekarang, anak-anak pasti akan lebih memilih bermain ponsel.
Untuk menghindari hal tersebut, Ringgo menciptakan aktivitas alternatif yang bisa dilakukan bersama di waktu ngabuburit.
Salah satu aktivitas favorit keluarga mereka adalah berkumpul di meja makan untuk melakukan kegiatan kreatif, seperti Lego bersama-sama.
Ringgo mulai mengoleksi Lego sejak masa pandemi. Saat ngabuburit atau bahkan melanjutkan aktivitas di malam hari setelah berbuka.
Potongan-potongan mainan dipisahkan menggunakan mangkuk berdasarkan warna atau jenisnya, kemudian anak-anak menempel-nempelkan sesuai instruksi atau kreativitas mereka sendiri.
4. Bjorka bercita-cita jadi arsitek

Aktivitas kreatif seperti menyusun mainan ternyata juga bisa menginspirasi cita-cita anak.
Ringgo menceritakan bahwa karena sering menyusun dan membangun berbagai bentuk dari mainan, Bjorka mulai bercita-cita menjadi arsitek.
Mereka punya koleksi dari berbagai tema seperti Star Wars, Ninjago, Minecraft, LEGO City, Mario, hingga Batman.
"Di rumah emang ga banyak kegiatan, main kayak gini itu sesuatu hal yang bisa diturunin ke anak-anak suatu saat punya anak nanti. Karena melihat kebiasaan orangtua," ungkap Sabai.
Aktivitas bersama bersama ini bukan hanya sekadar mengisi waktu, tetapi juga menjadi momen quality time untuk komunikasi keluarga.
Sambil menyusun mainan, mereka bisa mengobrol, bercanda, dan saling bercerita tentang aktivitas hari itu.
5. Sabai dan Ringgo ajarkan puasa pada anak secara bertahap

Selain berbagi kenangan masa kecil, Ringgo juga membagikan pengalamannya mengajarkan puasa kepada anak-anaknya, Bjorka dan Mars.
Ringgo menceritakan bahwa Bjorka pernah merasa tidak tahan dan ingin buka puasa sebelum waktunya. Menghadapi situasi ini, banyak orangtua mungkin akan memaksa anak untuk tetap menahan lapar sampai waktu berbuka tiba. Namun, Ringgo punya cara yang berbeda.
"Kalo saya, aduh maaf ya, maksudnya saya masih mencari cara untuk menjadi orangtua yang bener. Tapi dulu waktu Bjorka mau buka, ga tahan, ya biarin aja gapapa. Jam segini bagus kok," ungkap Ringgo.
Ringgo memilih untuk tidak memaksa anaknya dan memberikan apresiasi untuk usaha yang sudah dilakukan. Pendekatan bertahap ini dipilih Ringgo agar anak tidak merasa tertekan dengan puasa.
"Tapi jangan diikuti ya, mungkin cara orang 'ayo tahan dulu!' kalo saya kalo mau buka oke jam segini. Nanti besoknya kita coba lagi, lebih lama bisa ga ya. Selalu bertahap," ujarnya.
Sabai percaya bahwa motivasi terbaik untuk anak belajar puasa adalah melihat teman-teman sebayanya yang sudah bisa puasa penuh. Dorongan dari teman sebaya seringkali lebih efektif daripada paksaan dari orangtua.
Ringgo dan Sabai tidak menganggap cara mereka adalah cara yang paling benar. Mereka sadar bahwa setiap keluarga punya cara masing-masing.
"Ini bukan ngomongin keluarga yang bener atau salah ya, kita juga masih belajar. Saya sadar banget sama istri, tiap harinya adalah pembelajaran baru," ujar Ringgo dengan jujur.
Aktivitas ngabuburit bersama keluarga, apapun bentuknya, bisa menjadi momen quality time yang berkesan. Bagaimana cara Mama dan anak menunggu waktu ngabuburit di rumah?


















