"Ini memberi kita peringatan keras bahwa kita harus berhati-hati dalam memilih dan menggunakan peralatan masak untuk menghindari kontaminasi makanan," kata Youhong Tang.
Studi: Goresan pada Wajan Timbulkan Ribuan Partikel Beracun

- Penelitian mengungkap goresan kecil pada wajan anti lengket dapat melepaskan ribuan hingga jutaan partikel mikroplastik dan nanoplastik ke makanan selama proses memasak.
- Lapisan teflon yang rusak termasuk bahan kimia PFAS atau ‘forever chemicals’ yang sulit terurai dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika terpapar melalui makanan.
- Para ilmuwan menggunakan simulasi memasak dengan berbagai alat untuk menghitung pelepasan partikel, serta menekankan perlunya studi lanjutan dan penggantian wajan yang sudah tergores.
Wajan anti lengket menjadi salah satu peralatan masak favorit banyak keluarga karena praktis dan mudah digunakan.
Lapisan teflon pada permukaannya membantu makanan tidak mudah menempel, sehingga proses memasak maupun mencuci jadi lebih simpel.
Namun, sebuah penelitian justru mengungkap adanya potensi bahaya dari penggunaan wajan anti lengket yang sudah tergores.
Penelitian tersebut menemukan bahwa goresan kecil pada permukaan teflon dapat melepaskan ribuan hingga jutaan partikel plastik mikroskopis ke dalam makanan.
Temuan ini pun memunculkan kekhawatiran baru terkait paparan mikroplastik dan bahan kimia berbahaya dalam aktivitas memasak sehari-hari.
Bisa jadi edukasi untuk sesama, berikut Popmama.com siap membahas informasi selengkapnya melansir dari laman Science Alert.
Table of Content
1. Goresan kecil pada wajan anti lengket bisa melepaskan ribuan partikel

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science of The Total Environment mengungkap bahwa goresan kecil pada wajan anti lengket berpotensi melepaskan sekitar 9.100 partikel plastik ke makanan yang dimasak.
Partikel tersebut berasal dari lapisan pelindung yang perlahan terkikis akibat penggunaan dan proses pencucian sehari-hari.
Para peneliti menjelaskan bahwa lapisan teflon memang dapat mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu.
Ketika permukaannya mulai tergores atau bahkan pecah, serpihan mikroskopis dari lapisan tersebut bisa terlepas dan bercampur dengan makanan saat proses memasak berlangsung.
2. Adanya bahaya mikroplastik dan nanoplastik

Dalam studi tersebut, para ilmuwan meneliti mikroplastik dan nanoplastik yang berasal dari lapisan teflon. Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil, sedangkan nanoplastik memiliki ukuran yang jauh lebih kecil lagi, sehingga sulit dilihat dengan teknologi biasa.
Peneliti dari Flinders University di Australia, Youhong Tang, mengatakan bahwa temuan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih dan menggunakan peralatan memasak. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kontaminasi makanan oleh partikel plastik berbahaya.
Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa paparan partikel plastik dari alat masak kemungkinan terjadi lebih sering dari yang dibayangkan. Karena ukurannya sangat kecil, partikel tersebut bisa masuk ke makanan tanpa disadari oleh pengguna.
3. Penelitian melakukan simulasi proses memasak untuk mengukur risikonya

Untuk mengetahui seberapa besar risiko pelepasan partikel plastik, tim peneliti menggunakan teknik pencitraan Raman. Teknologi ini memungkinkan ilmuwan mengamati mikroplastik dan nanoplastik pada lapisan teflon hingga tingkat molekuler.
Para peneliti juga memotong peralatan masak berlapis menjadi bagian kecil untuk mensimulasikan aktivitas memasak. Mereka menggesekkan spatula berbahan stainless steel, wol, plastik, dan kayu pada permukaan wajan dalam pola menyerupai proses memasak asli.
Melalui simulasi tersebut, peneliti dapat menghitung berapa banyak lapisan teflon yang terlepas akibat gesekan alat masak. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan alat masak tertentu dapat mempercepat kerusakan lapisan anti lengket pada wajan.
4. Lapisan teflon yang rusak dikaitkan dengan zat kimia PFAS

Penelitian ini menemukan bahwa permukaan teflon yang rusak dapat melepaskan hingga 2,3 juta partikel kecil hanya dalam waktu 30 detik ketika memasak. Teflon sendiri termasuk dalam kelompok bahan kimia PFAS atau polyfluoroalkyl substances yang sering disebut sebagai ‘forever chemicals’.
Julukan tersebut diberikan karena zat ini sulit terurai dan dapat bertahan lama di lingkungan. PFAS selama ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, sehingga keberadaan partikel teflon dalam makanan menjadi perhatian serius bagi para ilmuwan.
5. Studi lanjutan tetap dibutuhkan

Meski hasil penelitian cukup mengkhawatirkan, para peneliti menegaskan bahwa masih dibutuhkan studi lanjutan untuk memahami dampak sebenarnya terhadap kesehatan manusia.
Mengukur partikel plastik berukuran sangat kecil masih menjadi tantangan besar dalam dunia penelitian. Para ilmuwan juga menyarankan agar penggunaan wajan anti lengket yang sudah lama atau telah banyak goresan ada baiknya segera diganti.
"Disarankan dilakukan lebih banyak penelitian untuk mengatasi penilaian risiko mikroplastik dan nanoplastik teflon, mengingat teflon merupakan anggota keluarga PFAS," kata Youhong Tang.
Penelitian ini menjadi pengingat penting untuk lebih berhati-hati dalam merawat peralatan memasak di rumah. Mengganti wajan yang rusak bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko paparan partikel berbahaya pada makanan.
Wajan anti lengket sebenarnya tetap aman digunakan selama lapisannya masih utuh dan dipakai sesuai petunjuk. Namun, risiko dapat meningkat ketika permukaan mulai tergores akibat penggunaan spatula logam, suhu terlalu tinggi, atau usia pemakaian yang terlalu lama.
Untuk mengurangi risiko, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Hindari menggunakan alat masak berbahan logam pada wajan anti lengket
- Gunakan spatula silikon, kayu, atau nylon
- Jangan memanaskan wajan kosong terlalu lama
- Segera ganti wajan jika lapisannya mulai mengelupas atau banyak goresan
- Cuci menggunakan spons lembut agar lapisan tidak cepat rusak
Selain teflon, sebagian orang kini mulai beralih ke alternatif peralatan masak seperti stainless steel, cast iron, atau ceramic coating yang dianggap lebih tahan lama. Namun, masing-masing tetap memiliki cara perawatan tersendiri agar aman digunakan untuk memasak sehari-hari.
Nah, itu dia informasi seputar studi yang mengungkapkan goresan pada wajan dapat menimbulkan ribuan partikel beracun. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi kita semua agar lebih aware pada penggunaan alat masak di rumah, ya.


















